Pertambangan Tanpa Izin, Kombes Pol Barliansyah Akan Lakukan Ini

Dnid.co.id, Palu – Kegiatan pertambangan tanpa izin (PETI) di Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu mendapat sorotan tajam dari beberapa kalangan.

Bukan tidak mungkin, kejadian yang dikhawatirkan terjadi di Provinsi Gorontalo bisa juga terjadi di wilayah Kota Palu.

Kapolresta Palu Kombes Pol Barliansyah mengimbau para pelaku pertambangan tanpa izin (PETI), baik pemilik modal maupun pemilik lubang, untuk menghentikan aktivitas ilegalnya.

“Kami akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu di beberapa titik. Namun jika setelah sosialisasi masih ada aktivitas PETI, maka akan dilakukan tindakan penegakan hukum, termasuk pemanggilan pemilik lubang dan pemodal oleh satuan reserse,” kata Kombes Pol Barliansyah, Jumat (02/08/2024).

Barliansyah menjelaskan, ada tiga acuan atau tolak ukur yang mendasari pelaksanaan sosialisasi kepada pelaku PETI.

“Pertama, kita bicara persoalan penambangan emas tanpa izin, itu saja. Jadi kami mendasarkan penambangan emas tanpa izin sebagai kegiatan ilegal yang tidak boleh dilakukan karena menimbulkan kerugian negara,” kata Kombes Pol Barliansyah.

Lebih lanjut, kata Barliansyah, terkait dengan situasi iklim atau permasalahan musiman seperti hujan, bencana alam.

“Yang kami maksud adalah peristiwa yang terjadi di beberapa daerah, khususnya baru-baru ini di Provinsi Gorontalo yang mengakibatkan puluhan penambang liar tertimbun tanah longsor,” ujarnya.

Kemudian kata Barliansyah, dalam beberapa waktu terakhir aktivitas pelaku PETI telah memakan korban jiwa.

“Dari yang berada di wilayah konsesi PT CPM, materialnya tertimbun karena berada di dalam lubang,” jelasnya.

Barliansyah menambahkan, acuan ketiga dalam pelaksanaan sosialisasi ini adalah dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas.

“Kita semakin dekat dengan pelaksanaan Pilkada 2024,” terangnya.

 

 

 

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 3 Agustus 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Berita ini 183 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WITA

Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Berita Terbaru