Ahli Sosiolog Sebut Masyarakat Alami Tekanan Sosial Akibat Marak PINJOL

Jakarta, DNID.co.id – Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Dr. Ida Ruwaida, M.Si., mengungkapkan bahwa fenomena pinjaman online (pinjol) yang semakin meluas di masyarakat, membawa dampak besar pada tekanan sosial.

“Pinjol dampaknya lebih besar dari perkiraan. Kasus ini sudah cukup mencuat dalam beberapa hari terakhir, dan dampaknya sangat besar,” ujarnya, dilansir dari laman RRI, Rabu (18/12/24).

Dalam kesempatannya ia menegaskan bahwa keberadaan pinjol memberikan pilihan buruk bagi masyarakat yang kekurangan opsi.

“Pinjol sangat memudahkan, namun tanpa garansi, ini memperburuk keadaan,” jelasnya.

Selanjutnya ia juga menyoroti dampak psikologis yang ditimbulkan oleh pinjol. Pinjaman tanpa mempertimbangkan kemampuan bayar mengarah pada tekanan sosial.

Hal ini menunjukkan bahwa pinjol bukan hanya masalah finansial, tetapi juga menambah tekanan psikososial.

“Saya pernah menemui seseorang yang meminjam di lima platform pinjol sekaligus, itu luar biasa,” jelasnya.

Diakhir kesempatan ia menekankan, pentingnya evaluasi terhadap bantuan sosial yang diberikan negara.

“Tantangan ekonomi yang luar biasa ini perlu diatasi dengan cara yang lebih mendasar,” tutupnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 20 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Mursalim Thahir

Editor: Abdi M Said

Sumber Berita: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap
Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka
Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna
TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81
Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas
Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda
Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Kematian DPO R alias Lolli Usai Ditembak Dua Kali, Keluarga Sebut Bocor Kepala Hingga Dibungkus Plastik Saat Ditangkap

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:09 WITA

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Nico Surabaya dan H. Wahab Muncul dalam Dugaan Distribusi Rokok FAZ-Nmos di Bangka

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:19 WITA

Predikat Informatif Belum Tentu Menjamin Keterbukaan, Ini Sorotan Rizky Priyatna

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:48 WITA

TNI Buka Ruang Kebersamaan, UMKM dan Media Ikut Jadi Bagian Perayaan HUT ke-81

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:40 WITA

Polres Bangka Barat Hentikan Tambang di DAS Kampak, Penambang Diminta Tunggu Legalitas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:00 WITA

Gubernur Sulsel Dorong Tata Kelola Aset Daerah Demi Percepatan Program Asta Cita Presiden dan Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:04 WITA

Tak Lagi Paksa Penumpang Masuk, Terminal Makassar Siapkan Strategi Baru Hidupkan Terminal Daya

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:09 WITA

Sosial Politik

Ketua Umum Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:11 WITA