Akibat Kondisi Perusahaan Tidak Stabil, Karyawan PT. POP Indonesia Terpaksa Dirumahkan
Makassar, Dnid.co.id — Karyawan berinisial HS (32) PT. Preventet Ocean Plastik Indonesia kecewa atas di rumahkannya selama tiga bulan semenjak di keluarkan surat resmi dari HRD perusahaan dengan nomor surat 0035/HRD-POP/IM/XL/2024.
Informasi ini didapatkan langsung dari keterangan HS (32) yang di wawancara langsung oleh Tim Dnid.co.id di kediamannya di kelurahan Bira, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar pada tanggal (29/12/2024).
” Saya awalnya dirumahkan selama 2 bulan dan sampai sekarang belum ada kejelasan dari perusahaan bagaimana nasib saya ” ungkap HS (32).
HS (32) juga mempertanyakan perjanjian kerja yang masih ada empat bulan dengan berdasarkan surat perjanjian kerja dengan nomor surat : 0071/HRD-POPI/PKWT/VIII/2024.
” Saya masih mempunyai kontrak kerja selama empat bulan dan sekarang saya tidak punya penghasilan apalagi saya hamil tua ” lanjutnya.
Mendengar informasi tersebut, Tim Dnid.co.id langsung mengkonfirmasi kepada pihak manejer perusahaan yang berinisial ST .
ST menjelaskan bahwa perusahaan akan memperkejakan kembali ketika perusahaan sudah dalam kondisi stabil.
” Kami akan tetap mempekerjakan karyawan kami , tapi untuk sekarang kami belum stabil dan cepat atau lambat kami akan memperkejakan semua yang kami rumahkan” ungkap ST.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Akibat Kondisi Perusahaan Tidak Stabil, Karyawan PT. POP Indonesia Terpaksa Dirumahkan
MINGGU, 5 JANUARI 2025
Makassar, Dnid.co.id --- Karyawan berinisial HS (32) PT. Preventet Ocean Plastik Indonesia kecewa atas di rumahkannya selama tiga bulan semenjak di keluarkan surat resmi dari HRD perusahaan dengan nomor surat 0035/HRD-POP/IM/XL/2024.
Informasi ini didapatkan langsung dari keterangan HS (32) yang di wawancara langsung oleh Tim Dnid.co.id di kediamannya di kelurahan Bira, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar pada tanggal (29/12/2024).
" Saya awalnya dirumahkan selama 2 bulan dan sampai sekarang belum ada kejelasan dari perusahaan bagaimana nasib saya " ungkap HS (32).
HS (32) juga mempertanyakan perjanjian kerja yang masih ada empat bulan dengan berdasarkan surat perjanjian kerja dengan nomor surat : 0071/HRD-POPI/PKWT/VIII/2024.
" Saya masih mempunyai kontrak kerja selama empat bulan dan sekarang saya tidak punya penghasilan apalagi saya hamil tua " lanjutnya.
Mendengar informasi tersebut, Tim Dnid.co.id langsung mengkonfirmasi kepada pihak manejer perusahaan yang berinisial ST .
ST menjelaskan bahwa perusahaan akan memperkejakan kembali ketika perusahaan sudah dalam kondisi stabil.
" Kami akan tetap mempekerjakan karyawan kami , tapi untuk sekarang kami belum stabil dan cepat atau lambat kami akan memperkejakan semua yang kami rumahkan" ungkap ST.