PK PMII UIN ALAUDDIN Cab. Gowa: UU TNI Sebagai Upaya Menghidupkan Kembali DWI FUNGSI ABRI

Pada Jumat 14 Maret, atau hampir satu bulan setelah surat presiden dirilis, Komisi 1 DPR RI menggelar rapat panitia kerja (Panja) Rancangan undang-undang tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI (RUU TNI) bersama pemerintah.

Dalam susunan jadwal rapat yang diperoleh kantor berita Antara, tertera bahwa jadwal acara konsinyering rapat Panja RUU TNI Komisi I DPR RI dengan pemerintah itu dilangsungkan di salah satu hotel bintang lima di kawasan Senayan, Jakarta, sejak Jumat (14/03) siang pukul 13.30 WIB.

Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengatakan pembahasan RUU TNI masih akan berlangsung hingga Minggu (16/03).

Anggota Panja akan ngebut jika ingin menyelesaikan pembahasan revisi sebelum anggota DPR ke masing-masing daerah pemilihan pada 21 Maret.

Merespon hal tersebut Ketua Komisariat PMII UIN Alauddin Cabang Gowa Muh. Izhar Attar Syach, mengatakan bahwa hal tersebut terlalu terburu-buru dan juga tertutup sehingga kami menganggap ada hal yang berusaha tertutupi untuk khalayak

publik.”Rapat tersebut terlalu terburu-buru dan juga tertutup sehingga kami menganggap padahal yang berusaha ditutupi kepada khalayak publik.” ujar izhar selaku ketua PMII Komisariat UIN Alauddin Cabang Gowa.

Izhar memandang pembahasan tertutup tersebut tidak sesuai dengan komitmen terhadap transparan dan partisipasi publik.

Selain itu, dia menilai, agenda revisi UU TNI berpotensi melemahkan profesionalisme militer dan bisa mengembalikan Dwifungsi TNI, sehingga militer aktif akan dapat menduduki berbagai jabatan sipil.

Menurutnya, perluasan penempatan TNI aktif pada jabatan sipil tidak sesuai dengan prinsip profesionalisme TNI dan berisiko memunculkan masalah, seperti menguatkan dominasi militer di ranah sipil dan pembuatan kebijakan serta loyalitas ganda. Dan juga jika revisi UU TNI ini di realisasikan maka praktik Dwifungsi akan berdampak pada berkurangnya jatah warga sipil di bidang pemerintahan karena banyaknya anggota TNI yang mendominasi pemerintahan.

Dikutip dari YLBHI adapun point-point dalam revisi UU TNI yang menjadi perhatian khusus diantara :
1. Memperpanjang masa pensiun, menambah persoalan penumpukan perwira Non Job dan Penemptan Ilegal Perwira Aktif di Jabatan Sipil.
2. Perluasan Jabatan Sipil yang dapat diduduki olehperwira TNI aktif, Mengancam Supremasi Sipil, Mengerus Profesionalisme
dan Indepensi TNI.
3. Membuka ruang ikut campur ke wilayah Politik keamanan negara.
4. Menganulir suara rakyat melalui DPR dalam pelaksana operasi militer selain peran.

Berdasarkan pada hal-hal diatas, ketua PMII Komisariat UIN Alauddin Cabang Gowa mendesak :
“DPR dan Presiden RI harus terbuka dan memastikan ruang partisipasi bermakna pada masyarakat dan memastikan revisi Undang-undang TNI dilakukan untuk memperkuat agenda reformasi TNI dalam tegaknya konstitusi, perlindungan HAM, Demokrasi, dan segera menghentikan pembahasan yang tidak sejalan dengan agenda reformasi TNI dan justru akan melegitimasi bangkitnya praktik DWIFUNGSI ABRI.”

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 17 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Admin

Sumber Berita: PK PMII UIN ALAUDDIN Cab. Gowa

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Berita ini 89 kali dibaca
PK PMII UIN ALAUDDIN Cab. Gowa: UU TNI Sebagai Upaya Menghidupkan Kembali DWI FUNGSI ABRI

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 17:44 WITA

A. Patarai Amir Kembali Nakhodai Golkar Maros, Begini Perjalanan Karir Politiknya di Partai Beringin

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Berita Terbaru