Pengidap Penyakit Ini Dilarang Makan Sukun

DNID.co.id Jakarta. Memang kaya akan manfaat, ternyata tidak semua orang bisa makan sukun. Terutama kelompok orang dengan beberapa masalah Kesehatan.

Buah sukun yang memiliki nama latin Artocarpus altilis, memang merupakan buah yang cukup populer di Indonesia. Biasanya sukun diolah jadi camilan atau pelengkap makanan.

Buah ini bisa diolah dengan berbagai cara. Mulai dari direbus, digoreng, hingga dikukus, sehingga memberikan variasi rasa yang lezat.

Tak hanya rasanya yang nikmat, buah ini juga tergolong superfood. Dilansir dari Very Well Fit, Kamis (11/9/25), sukun kaya akan karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C, dan kalium.

Ada beberapa orang yang mengidap penyakit tertentu justru tidak dianjurkan atau menghindari konsumsi sukun. Pasalnya, kandungan tertentu dalam buah ini bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Penting untuk mengetahui siapa saja yang sebaiknya membatasi atau tidak makan sukun agar terhindar dari risiko kesehatan. Dilansir dari berbagai sumber, berikut sederet pengidap penyakit yang disarankan tidak makan sukun, antara lain:

1. Alergi lateks

Sukun berasal dari keluarga tanaman yang sama dengan pohon penghasil lateks. Oleh karena itu, orang yang memiliki alergi terhadap lateks sebaiknya berhati-hati dan menghindari makan sukun.

Konsumsi sukun pada penderita alergi lateks dapat memicu reaksi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, pembengkakan, hingga kesulitan bernapas. Jika Anda mengalami gejala tersebut setelah makan sukun, segera konsultasikan dengan dokter.

2. Gangguan pembekuan darah

Orang yang memiliki gangguan ini sebaiknya tidak makan sukun. Pasalnya, buah ini berpotensi meningkatkan risiko perdarahan. Gangguan pembekuan darah menyebabkan darah sulit membeku, sehingga bisa menimbulkan pendarahan berlebihan.

Mengonsumsi sukun yang mengandung zat tertentu bisa memperparah kondisi ini. Itulah sebabnya penderita gangguan pembekuan darah harus menghindari sukun.

3. Hipotensi

Orang yang memiliki hipotensi, alias tekanan darah rendah, perlu menghindari buah yang penampilannya mirip nangka ini.

Kandungan kalium dalam sukun membantu mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung. Namun, bagi penderita hipotensi, makan sukun bisa menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah.

Hal ini bisa memicu gejala pusing, lemas, bahkan pingsan. Oleh karena itu, penderita hipotensi disarankan membatasi konsumsi sukun.

4. Gangguan ginjal

Tak hanya buahnya, daun pohon sukun juga bisa dikonsumsi dan punya manfaat kesehatan tersendiri. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsinya.

Hal ini karena daun sukun mengandung kalium yang sangat tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, terutama dalam bentuk rebusan daun sukun, dapat menyebabkan penumpukan kalium dalam tubuh yang berbahaya bagi kesehatan ginjal.

Kalium berlebih dapat mengganggu fungsi ginjal secara bertahap dan memperburuk kondisi ginjal yang sudah terganggu.

5. Radang usus

Makan sukun dalam jumlah berlebihan, khususnya rebusan daun sukun, dapat memicu radang usus. Senyawa dalam daun sukun bisa menyebabkan luka dan peradangan pada dinding usus karena sifatnya yang tajam dan lengket.

Radang usus ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan gangguan pencernaan yang serius. Jadi, penderita radang usus harus menghindari konsumsi sukun.

6. Sariawan

Masih bicara soal daun sukun, beberapa kandungan di dalamnya dapat melukai dinding mulut sehingga menyebabkan radang mulut atau sariawan. Kondisi ini membuat gusi dan lidah terasa nyeri dan sulit makan.

Jika Anda sedang mengalami sariawan, sebaiknya hindari makan sukun agar luka di mulut tidak bertambah parah.

7. Penderita sembelit

Meskipun sukun mengandung serat, konsumsi rebusan daun sukun secara berlebihan atau saat perut kosong, malah dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit.

Zat tertentu dalam daun sukun bisa mengacaukan proses pelunakan feses, sehingga sulit dikeluarkan. Oleh sebab itu, penderita sembelit dianjurkan tidak makan sukun dalam jumlah banyak.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 24 September 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Supardi

Editor: ANDI AP

Penanggung Jawab: Asriadi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit
Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor
Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal
Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien
LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar
Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:15 WITA

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28 WITA

Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:47 WITA

LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:02 WITA

Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah

Berita Terbaru