BBWS Pompengan Jeneberang Tegas Bantah Dugaan Pelanggaran Talud di Bantaeng: “Material dan Pekerjaan Sesuai Spesifikasi”

Dnid.co.id—Bantaeng— Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan warga terhadap dua pembangunan talud di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang diduga tidak sesuai aturan.

Sebelumnya, sejumlah warga mempertanyakan proyek tersebut karena dugaan penggunaan material pasir yang diambil di sekitar lokasi dan disamarkan seolah dibeli. Mereka juga menyoroti cara pemasangan bronjong yang dianggap tidak sesuai prosedur, seperti tidak dikurasnya dasar air sebelum peletakan batu, serta penggunaan campuran batu kali dan batu gunung.

Menanggapi berbagai tudingan itu, pihak BBWS Pompengan Jeneberang melalui pernyataan resminya kepada corongrakyat.com, Senin (13/10/2025), menegaskan bahwa pekerjaan dimaksud dilaksanakan secara swakelola, bukan melalui sistem kontraktual.

“Dalam pekerjaan ini tidak terdapat pembayaran untuk material pasir, dan pemasangan bronjong sudah disesuaikan dengan hasil pengukuran saat survei,” demikian isi klarifikasi BBWS.

Surat klarifikasi BBWS Pompengan Jeneberang. (Foto:Ist)

BBWS juga menjelaskan bahwa seluruh material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis, yakni batu gunung atau batu kali sebagaimana ketentuan dalam petunjuk pelaksanaan teknis di lingkungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Dirjen SDA).

Surat klarifikasi bernomor: HM0504 itu ditandatangani oleh Ketua Unit Kepatuhan Intern BBWS Pompengan Jeneberang, Rahayu, ST., MT., dengan tembusan kepada Kepala BBWS Pompengan Jeneberang dan lainnya.

Dapat Apresiasi Warga Sekitar
Terlepas dari polemik tersebut, sejumlah warga di sekitar aliran Sungai Lembang Cina justru mengaku merasakan langsung manfaat proyek ini. Ketua RW 5 Kelurahan Lanto Dalam, Samsudin (55), menyampaikan apresiasi atas koordinasi dan pemberdayaan warga dalam proses pekerjaan.

“Alhamdulillah, perbaikan tanggul ini sangat membantu kami. Sebelum pekerjaan dimulai, pihak Balai Pompengan sempat berkoordinasi dan melibatkan warga sekitar,” ungkap Samsudin kepada awak media beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Roni (56), warga lainnya, yang menyebut keberadaan talud baru membuat mereka lebih tenang menghadapi musim hujan.
“Kalau dulu banjir datang, dampaknya besar sekali. Sekarang kami bisa sedikit tenang,” ujarnya.

Penanggung jawab lapangan BBWS Pompengan Jeneberang, Abdul Muis, menjelaskan, pekerjaan perbaikan tanggul dimulai sejak 4 Agustus 2025 dengan panjang 25 meter dan kedalaman hingga tujuh meter. Sedikitnya 500 bronjong digunakan untuk memperkuat struktur tanggul.

“Sejak awal kami berkoordinasi dengan warga setempat. Pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi dan diawasi langsung oleh dua direksi teknis dari BBWS,” jelas Muis.

Ia juga menepis tegas tudingan penggunaan material di luar standar.
“Tidak benar kalau disebut menggunakan material sembarangan. Semua sesuai kontrak dan spesifikasi teknis. Selain konsultan, ada dua direksi teknis yang mengawasi langsung hingga pekerjaan selesai,” tegasnya.

Surat karifikasi dan penjelasan teknis dari BBWS Pompengan Jeneberang sekaligus menegaskan bahwa proyek talud di Bantaeng tersebut masih berada di koridor aturan dan pengawasan resmi, meski sempat menuai kritik dari sebagian warga.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 14 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Dinas TPH Gowa Didorong Gagas Program yang Berdampak Bagi Kesejahteraan Petani
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar
Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran
Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming
Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif
Enam Tahun Mengabdi, Mantan Pegawai PNM Mekar Keluhkan Nomor BPJS Ketenagakerjaan Belum Diberikan
Berita ini 95 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:29 WITA

Dinas TPH Gowa Didorong Gagas Program yang Berdampak Bagi Kesejahteraan Petani

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WITA

Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:44 WITA

Dukung Kemajuan Olahraga Berkuda Nasional, PLN Icon Plus Hadirkan Digitalisasi dan Live Streaming

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:36 WITA

Melinda Aksa Buka Pameran UMKM dan Jambore HKG PKK Makassar, Dorong Kader Lebih Berdaya dan Kreatif

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:25 WITA

Enam Tahun Mengabdi, Mantan Pegawai PNM Mekar Keluhkan Nomor BPJS Ketenagakerjaan Belum Diberikan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA