Soal Uang Rp55 Juta: Warga Bantaeng Sebut Digelapkan, Oknum Polisi Klaim Itu Komisi Kasus

Bantaeng, dnid.co.id — Perselisihan antara ST (47), warga Kabupaten Bantaeng, dan seorang oknum anggota Polres Bantaeng berinisial IS, kini mencuat ke permukaan. ST menuduh Irwan menggelapkan uang miliknya sebesar Rp55 juta, sementara IS menegaskan dana tersebut merupakan haknya sebagai komisi atas bantuan yang pernah ia berikan.

ST menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika ia hendak menjual sebidang tanah miliknya. Karena belum memiliki rekening, pihak pengembang (developer) mengajaknya ke Bank BNI untuk membuka rekening baru agar proses pembayaran dari pembeli dapat dilakukan melalui transfer.

“Pak IS juga mendesak saya untuk menerima pembeli tanah itu, karena katanya kalau tanah gagal dijual, dia tidak dapat komisi yang saya janjikan,” kata ST, Rabu (29/10/2025) .

Menurutnya, komisi yang dijanjikan semula berupa sebidang tanah kavling. Namun IS meminta agar komisi tersebut diganti dengan uang tunai.

“Saya bilang, kalau begitu tunggu dulu sampai pencairan dana dari hasil penjualan tanah,” ujar ST.

Saat berada di bank, ST bermaksud membuat aplikasi M-Banking di ponselnya, tetapi penyimpanan ponselnya tidak mencukupi.

“Pak IS kemudian menawarkan agar aplikasi M-Banking saya dibuat di HP-nya. Jadi M-Banking saya ada di HP dia,” tutur ST.

Belakangan, ST menyadari uang hasil penjualan tanahnya sebesar Rp55 juta berpindah dari rekeningnya tanpa sepengetahuannya.

“Saya hanya berharap uang saya dikembalikan secara utuh,” tegasnya.

Sementara itu, IS memberikan penjelasan berbeda. Ia mengaku mengenal ST lewat seseorang berinisial K, yang disebutnya sebagai figur seperti orang tua bagi ST.

 

“Saya ditemui sama orang namanya Pak K, bisa dibilang dia ini pengganti orang tuanya ST. Dia datang minta tolong karena ada kasus pemalsuan sertifikat balik nama yang sudah beberapa tahun mandek di Polres,” ujar IS saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).

IS menyebut ia kemudian mencoba membantu menelusuri kasus tersebut.

“Saya bilang nanti saya coba cek dulu di penyidik. Setelah penyidik diganti, kebetulan yang ganti itu letting saya dan dia yang kemudian tangani kasusnya. Alhamdulillah kasusnya selesai,” katanya.

Menurut IS, selama proses penyidikan berjalan, ia banyak membantu proses penyelesaian, termasuk biaya pemeriksaan ahli dan pengecekan keotentikan dokumen.

“Itu semua butuh modal. Karena mereka waktu itu tidak punya biaya, saya sampai jual motor dan HP saya sendiri. Pokoknya saya yang tanggung semua ongkosnya,” ucapnya.

IS menegaskan bahwa sejak awal ada perjanjian pemberian sebidang tanah sebagai komisi bila kasus itu berhasil diselesaikan. Namun, belakangan ia meminta agar komisi tersebut diganti dalam bentuk uang.

“Perjanjian saya dulu itu sebidang tanah kalau saya bisa selesaikan masalah ini. Tapi saya bilang, uangkan saja,” ujarnya.

Ia juga membenarkan telah mentransfer Rp55 juta melalui M-Banking atas nama ST, namun menegaskan bahwa itu merupakan inisiatifnya sendiri karena merasa berhak.

“Saya transfer itu karena sudah banyak komitmen-komitmen yang diingkari oleh Syahri. Jangankan yang secara lisan, yang dia tandatangani di depan pemerintah setempat pun dia ingkari. Yang dibawa ke notaris juga dia ingkari, bilang ‘bukan tandatangan ku itu’. Jadi yang saya perjuangkan ini hak saya sendiri,” tutup IS.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 29 Oktober 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Admin

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Berita ini 155 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA