Breaking News

Radio Player

Loading...

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola, Tuai Kritik Tajam Pemuda Mahasiswa Bulukumba

Kamis, 8 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bulukumba,DNID.co.idPembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola Desa Teratiro,yang dibangun pemerintah Desa setempat,menuai kritik tajam dari pemuda dan mahasiswa kabupaten Bulukumba.

Pasalnya, mereka menganggap keputusan tersebut, hal yang keliru, karena lapangan merupakan ruang publik, ruang olahraga, ruang interaksi pemuda, serta ruang demokrasi Desa.

Saidina Alief Raja, selaku pemuda dan mahasiswa Kabupaten Bulukumba,menegaskan pembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola Desa Teritiro adalah keputusan yang keliru.

ads

“Pembangunan tersebut kami anggap sebagai keputusan yang keliru karena lapangan merupakan ruang publik, ruang olahraga, ruang interaksi pemuda, serta ruang demokrasi desa yang tidak dapat dialihfungsikan secara sepihak tanpa persetujuan masyarakat,” tegas Saidina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, selain cacat secara tata ruang publik, pembangunan ini juga bermasalah secara prosedural karena tidak didahului musyawarah dan tidak melibatkan masyarakat sebagai pemilik ruang sosial tersebut. Pemerintah Desa seharusnya memahami bahwa setiap keputusan pembangunan wajib mengedepankan asas keterbukaan, asas partisipasi, dan asas musyawarah sebagai bentuk penghormatan terhadap legitimasi rakyat.

Atas persoalan ini, kami menyatakan akan melakukan konsolidasi pemuda dan masyarakat Desa Teritiro serta menyiapkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan secara tegas. Penolakan ini adalah upaya menjaga ruang publik agar tidak dialihkan secara sepihak dan memastikan bahwa pembangunan desa tetap berada dalam koridor demokratis dan kepentingan rakyat.

Simpan Gambar:

Editor : Kingzhie

Sumber Berita : Rilis

Berita Terkait

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Thorcon Power Perkuat Kepedulian Sosial untuk Warga Lubuk Besar
Miris! Tanpa Visum, Petani di Jeneponto Jadi Tersangka Usai Dituduh Cabuli Nenek 70 Tahun, Kinerja Penyidik Polres Disorot
Nelayan Lansia Mentok Hilang di Laut, Basarnas Berpacu dengan Cuaca Buruk
PLTN ThorCon Masih Wacana, Warga Perlang Minta Opini Publik Tak Digiring
Dugaan Intimidasi Kapolsek Tamalate Terekam di Ponsel, Pelapor: “Saya Nangis, Sakitnya Sampai ke Hati”
Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan
Tak Kapok, Dua Remaja Pelaku Curanmor Lintas Kecamatan Diringkus Resmob Polres Bulukumba
Demi Bantu Warga, Anggota Brimob Rogoh Kantong Sendiri Bangun Jembatan Penghubung Dua Dusun di Barru
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:31 WITA

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Thorcon Power Perkuat Kepedulian Sosial untuk Warga Lubuk Besar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:07 WITA

Miris! Tanpa Visum, Petani di Jeneponto Jadi Tersangka Usai Dituduh Cabuli Nenek 70 Tahun, Kinerja Penyidik Polres Disorot

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:46 WITA

Nelayan Lansia Mentok Hilang di Laut, Basarnas Berpacu dengan Cuaca Buruk

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:15 WITA

PLTN ThorCon Masih Wacana, Warga Perlang Minta Opini Publik Tak Digiring

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:20 WITA

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola, Tuai Kritik Tajam Pemuda Mahasiswa Bulukumba

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:38 WITA

Dugaan Intimidasi Kapolsek Tamalate Terekam di Ponsel, Pelapor: “Saya Nangis, Sakitnya Sampai ke Hati”

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:42 WITA

Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:16 WITA

Tak Kapok, Dua Remaja Pelaku Curanmor Lintas Kecamatan Diringkus Resmob Polres Bulukumba

Berita Terbaru