Bulukumba,DNID.co.id – Pembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola Desa Teratiro,yang dibangun pemerintah Desa setempat,menuai kritik tajam dari pemuda dan mahasiswa kabupaten Bulukumba.
Pasalnya, mereka menganggap keputusan tersebut, hal yang keliru, karena lapangan merupakan ruang publik, ruang olahraga, ruang interaksi pemuda, serta ruang demokrasi Desa.
Saidina Alief Raja, selaku pemuda dan mahasiswa Kabupaten Bulukumba,menegaskan pembangunan Koperasi Merah Putih di area lapangan sepak bola Desa Teritiro adalah keputusan yang keliru.
“Pembangunan tersebut kami anggap sebagai keputusan yang keliru karena lapangan merupakan ruang publik, ruang olahraga, ruang interaksi pemuda, serta ruang demokrasi desa yang tidak dapat dialihfungsikan secara sepihak tanpa persetujuan masyarakat,” tegas Saidina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, selain cacat secara tata ruang publik, pembangunan ini juga bermasalah secara prosedural karena tidak didahului musyawarah dan tidak melibatkan masyarakat sebagai pemilik ruang sosial tersebut. Pemerintah Desa seharusnya memahami bahwa setiap keputusan pembangunan wajib mengedepankan asas keterbukaan, asas partisipasi, dan asas musyawarah sebagai bentuk penghormatan terhadap legitimasi rakyat.
Atas persoalan ini, kami menyatakan akan melakukan konsolidasi pemuda dan masyarakat Desa Teritiro serta menyiapkan aksi unjuk rasa sebagai bentuk penolakan secara tegas. Penolakan ini adalah upaya menjaga ruang publik agar tidak dialihkan secara sepihak dan memastikan bahwa pembangunan desa tetap berada dalam koridor demokratis dan kepentingan rakyat.
Editor : Kingzhie
Sumber Berita : Rilis




























