Maros,DNID.co.id – Membuang Minyak Jelantah sembarangan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, penyumbatan saluran air serta gangguan kesehatan. Penggunaan minyak jelantah berulang kali juga berbahaya karena mengandung senyawa yang dapat memicu berbagai penyakit.
Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiwa KKN Unhas Gelombang 115 di Kelurahan Bontoa, Kecamatan Bontoa, gagas program yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengelola limbah rumah tangga secara bijak, bernilai guna dan bernilai ekonomi.
“Dalam kasus minyak jelantah yang kerap dibuang sembarangan, kami memperagakan cara mengolah limbah rumah tangga ini menjadi aroma lilin terapi,” kata mahasiswi pertanian Unhas, Nurah Nawrah Abugar.
Nurah memperagakan langsung proses pembuatan aroma lilin terapi. Tahapan dimulai dari proses penyaringan minyak untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran, kemudian dilanjutkan dengan pemanasan dan pencampuran bahan tambahan, hingga tahap pencetakan lilin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menariknya, wadah yang digunakan merupakan barang bekas seperti kaleng susu dan batok kelapa sehingga pemanfaatan tidak hanya dari minyak jelantah saja melainkan dari wadah lilinnya juga.
Praktik pembuatan aroma terapi ini diikuti antusias oleh warga yang hadir. Beberapa di antaranya bahkan turut mencoba langsung proses pencetakan lilin dan mengajukan pertanyaan seputar teknik pembuatan.
Editor : Kingzhie































