Wow! Terungkap Rekam Jejak Terduga Bandar Narkoba Beromzet Ratusan Juta di Jeneponto

DNID.CO.ID–JENEPONTO– Dugaan praktik “Tangkap Lepas” terhadap terduga bandar Narkoba di Kabupaten Jeneponto terus menjadi sorotan publik. Nama Daeng Sila, yang disebut-sebut sebagai bandar besar Sabu-sabu di wilayah tersebut, kembali mencuat setelah sejumlah Narasumber mengungkap sepak terjang Daeng Sila dalam pusaran bisnis narkoba, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi aktivitas peredaran narkoba jaringan Daeng Sila.

Setelah sebelumnya terkuak dugaan pelepasan Daeng Sila oleh oknum anggota Satuan Narkoba Polda Sulsel, kini muncul keterangan lanjutan dari narasumber berinisial RA.

RA menyebut bahwa Daeng Sila, yang berdomisili di Jalan Kelara, Jeneponto, merupakan pemain lama dalam jaringan narkotika.

“Sudah lama menjual, dia paling besar sekarang,” ungkap RA kepada DNID.co.id.

RA menuturkan, Daeng Sila kerap tersentuh proses hukum, baik di tingkat Polres Jeneponto maupun Polda Sulsel. Namun, setiap kali diamankan, ia selalu berhasil lolos dari jeratan hukum.

“Kalau di Polres Jeneponto itu sorotan. Kalau di Polda pernah ditangkap unit 1 atau unit 3. Saya lupa pastinya karena di Polda ada tiga unit. Tapi kalau tidak salah, kerabatnya bilang unit 3,” ujarnya.

Bahkan, RA mengungkap dugaan adanya praktik setoran dalam jaringan peredaran narkoba yang diduga melibatkan oknum aparat.

“Kalau masalah setoran itu, karena saya juga pernah menjual, biasanya ada yang per hari, per minggu. Kalau per bulan itu biasanya yang AKP-AKP atau Kasat,” katanya.

RA bahkan mengaku pernah berada dalam satu jaringan dengan Daeng Sila pada masa lalu. Ia menyebut keduanya sempat saling bertukar informasi.

“Saya dulu tahun 2016 ditangkap, lalu keluar dan menjual lagi. Saya berhenti 2022. Kalau Sila sudah lama juga, dulu kita satu jalur, saling kasi-kasi info,” tuturnya.

Menurut RA, sikap Daeng Sila belakangan berubah menjadi arogan karena merasa kebal hukum.

“Dia pernah bilang, ‘siapa mau tangkap saya kalau di Jeneponto?’,” ucapnya menirukan.

“Dulu sebenarnya dia orang baik, mungkin karena sekarang sudah banyak uang jadi begitu,” tambahnya.

Oknum Kanit Disebut Kerap Datang ke Rumah Terduga Bandar

Kesaksian lain datang dari narasumber berinisial N, yang menyebut seorang oknum Kanit di Jeneponto sering terlihat berkunjung ke rumah Daeng Sila.

“Saya tahunya itu setiap malam di bandarki, terkenal sekali itu orang, Sila. Saya tidak tahu dia bekingi atau tidaknya, yang jelasnya kalau malam sering di sana,” terangnya.

Perputaran Uang Narkoba Disebut Ratusan Juta dan Salah Satu Anggota Keluarga Masuk DPO

Sementara itu, narasumber lain berinisial H mengungkap besarnya perputaran uang dari bisnis haram yang diduga dijalankan Daeng Sila.

“Pemasukannya Sila itu kurang lebih sekitar 100 juta per hari,” ucap H.

H menyebut Daeng Sila sebagai bandar terbesar di Jeneponto dengan jaringan yang luas.

“Bayangkan mi Mama Lauren, yang terbesar di Tamalatea, Bontoramba, hingga Bangkala, hanya jalur ketiganya Sila,” tambahnya.

Ia juga menyebut sejumlah nama lain yang diduga berada dalam jaringan peredaran sabu-sabu tersebut.

“Mama Lauren, Haji Bata, Arman, pernah ji tangkap lepas di Rest Area itu,” katanya.

Tak hanya itu, muncul pula nama Sompa, seorang perempuan yang disebut masih memiliki hubungan keluarga dengan Daeng Sila dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jeneponto.

“Masih DPO itu Sompa, keluarganya Sila, tapi adaji di Jeneponto,” tutup H.

Kasat Narkoba Akui Nama Daeng Sila Masuk Target Operasi

Terpisah, Kasat Narkoba Polres Jeneponto AKP ANDI IMRAN HAMID membenarkan bahwa Daeng Sila memang dikenal luas karena disebut sebagai bandar besar di Jeneponto dan telah menjadi target operasi (TO).

“Kalau selama saya di sini, kan dua kali kusentuh itu, tak pernah ka dapat iya walaupun saya dengar Besar kii, cuman mungkin orang lain yang napake,” terang AKP Imran, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, meski nama Daeng Sila kerap disebut, pihaknya belum pernah menemukan barang bukti saat penindakan dilakukan.

“Karena besar namanya itu makanya dua kali saya sentuh, cuman tidak pernah saya dapat BB-nya,” tambahnya.

AKP Imran juga mengonfirmasi status DPO atas nama Sompa, yang dikenal luas sebagai salah seorang keluarganya Daeng Sila dan berada dalam pusaran bisnis haram Narkoba.

“Ada itu lima DPOnya sama saya, artinya dari beberapa Kasat sebelumnya ada nama Sompa dalam DPO,” tutupnya.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Jeneponto berinisial KE mengungkap dugaan bahwa Daeng Sila sempat diamankan oleh personel Polda Sulsel, namun kemudian dilepas di tengah perjalanan menuju kantor polisi.

Dalam pengakuan tersebut, disebutkan adanya dugaan negosiasi dan pembayaran sebesar Rp70 juta agar yang bersangkutan dibebaskan.

Walau sempat dibantah oleh aparat Polda Sulsel, namun hingga kini dugaan praktik “tangkap lepas” dan keterlibatan oknum aparat dalam kasus ini terus menjadi perhatian publik dan diharapkan segera mendapat penanganan serius dari pihak berwenang.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 19 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Dito

Editor: Kingzhee

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran
Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel
Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan
Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik
Kapolres Bangka Barat Perintahkan Polsek Jebus Perkuat Pencegahan Karhutla
Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit
Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara
Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi
Berita ini 535 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:06 WITA

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WITA

Adinda Putri Nabiilah Resmi Jadi Advokat, Siap Dampingi Masyarakat dan Insan Pers Babel

Kamis, 17 September 2026 - 22:31 WITA

Kanit Reskrim Polres Jeneponto Klarifikasi Soal Uang Rp25 Juta yang Viral: Itu Uang Jaminan

Kamis, 17 September 2026 - 19:55 WITA

Supervisi Divisi Humas Polri di Polda Babel Perkuat Kehumasan Satwil dan Relasi Publik

Kamis, 17 September 2026 - 19:23 WITA

Kunjungan Kapolres Memperkuat Komunikasi Sekaligus Menunjukkan Perhatian Terhadap Personel Yang Sakit

Kamis, 17 September 2026 - 19:22 WITA

Kas Pemkab Bone Bermasalah, Rp2,6 Miliar SP2D-LS Diduga Mengalir Lewat Rekening Bendahara

Kamis, 17 September 2026 - 18:51 WITA

Sidang Praperadilan Hendy Memanas, Kerusakan MOT Dipersoalkan dalam Dugaan Korupsi

Kamis, 17 September 2026 - 18:50 WITA

46 Anggota DPRD Makassar Terseret Lebih Bayar Tunjangan Rp1,4 M, Rp339 Juta Belum Dikembalikan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Personel Polrestabes Makassar Amankan Pemuda Bawa Busur Saat Tawuran

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:06 WITA