Bulukumba, DNID.co.id – Pemerintah Kabupaten Bulukumba menerima kunjungan kerja (Kunker) Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Didik Farhkan Alisyahdi, di kawasan wisata Pantai Tanjung Bira, Senin (6/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kerja di wilayah selatan, setelah sebelumnya menyambangi Kabupaten Bone dan Sinjai.
Kehadiran Kajati Sulsel beserta rombongan disambut langsung oleh jajaran pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan sinergi antar lembaga dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan berintegritas.
Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi penegak hukum dalam mendorong pembangunan serta pelayanan publik.
“Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Utta–sapaan akrabnya– juga memaparkan berbagai potensi unggulan Bulukumba, mulai dari sektor pertanian, pariwisata, hingga budaya. Ia menyoroti identitas daerah sebagai “Butta Panrita Lopi”, pusat pembuatan perahu Pinisi yang telah diakui dunia.
Selain itu, sejumlah program strategis turut disampaikan, seperti pengembangan bibit unggul dan rumpon untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.
“Kalau ekonomi baik, maka sektor lainnya juga akan baik. Kantibmasnya juga baik,” kata Andi Utta, yang mengaku turut mengelola kebun percontohan untuk membuktikan potensi pertanian daerahnya.
Sementara itu, Kajati Sulsel, Dr. Didik Farhkan Alisyahdi, dalam sambutannya berbagi kisah perjalanan karirnya. Ia mengaku tidak pernah bercita-cita menjadi penegak hukum sejak awal.
“Saat kuliah saya tidak pernah bercita-cita menjadi penegak hukum. Saya masuk fakultas hukum karena paling banyak menerima mahasiswa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan kepada jajarannya untuk selalu mendukung pemerintah daerah di mana pun bertugas.
“Makanya saya selalu ngomong ke teman-teman, bantu pemerintah daerah. Bapak boleh cek, ketika saya menjadi Kajari Surabaya saya berhasil mengembalikan aset Pemerintah Kota Surabaya yang dikuasai swasta senilai 10 triliun, seperti Gelora Pancasila,” jelasnya.
“Itu yang saya lakukan. Dan alhamdulillah di mana saya bertugas, berhasil membantu pemerintah setempat,” tambahnya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Bahkan, Kajati Sulsel bersama istri turut menghibur tamu undangan dengan membawakan dua lagu.
Kunjungan ini juga diisi dengan agenda pertemuan internal bersama jajaran Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk membahas penguatan kinerja kelembagaan serta koordinasi pelaksanaan tugas di daerah.
Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap kunjungan ini semakin memperkokoh sinergitas lintas sektor dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik.
























