Jeneponto, dnid.co.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Bungung Tongko, Desa Tanjonga, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan menuai sorotan setelah ditemukan buah salak dalam kondisi busuk pada paket makanan yang dibagikan kepada balita.
Temuan tersebut diungkap oleh salah satu orang tua yang merasa prihatin terhadap kualitas makanan yang seharusnya dikonsumsi anak-anak. Ia menilai kondisi tersebut tidak layak dan berpotensi membahayakan kesehatan penerima manfaat, khususnya balita.
“Ini sangat disayangkan, karena makanan ini diperuntukkan bagi balita. Seharusnya kualitasnya benar-benar diperhatikan,” kata
Ketua Fraksi Revolusi Keadilan (FRK), Muh.Alim Bahri.
Dengan ditemukannya buah busuk, ia
mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil tindakan tegas, melakukan evaluasi terhadap oknum SPPI dan menutup dapur (SPPG) penyedia MBG di wilayah tersebut jika terbukti lalai.
Menurutnya, keberadaan buah busuk dalam paket MBG menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pengadaan maupun distribusi makanan oleh SPPG tersebut.
“Ini patut diduga sebagai bentuk kejahatan, dan pembangkangan terhadap MBG, dan mengkhianati Asta Cita Bapak Presiden Prabowo dalam rangka mewujudkan Indonesia adil makmur,” ujarnya menegaskan.
Kata dia, ini bukan kali pertama, sebelumnya warga pernah menemukan telur puyuh berulat dalam paket menu MBG oleh Dapur yang sama.
“Saya berharap agar dapur penyedia MBG yang meng-cover Desa Tanjonga segera dievaluasi secara menyeluruh oleh pihak terkait,” ucapnya.
Sekedar diketahui, program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto dalam meningkatkan asupan gizi seimbang untuk para generasi emas khususnya balita dan pelajar.
























