Jakarta, DNID Sumbar – Gelombang besar buruh dari berbagai daerah dipastikan akan memadati peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun ini. Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menyatakan kesiapan penuh dengan mengerahkan sekitar 11.150 anggota dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.
Presiden KSPN, Ristadi, menegaskan seluruh pasukan telah terorganisir dan siap diberangkatkan secara bertahap mulai malam ini. “Keberangkatan dilakukan dalam beberapa gelombang, pukul 22.00 WIB, 23.00 WIB, hingga dini hari pukul 02.00 WIB. Semua sudah siap,” ujarnya.
Bukan sekadar mobilisasi massa, KSPN menekankan bahwa kehadiran mereka dalam May Day membawa pesan kuat dan agenda perjuangan yang jelas. Tiga tuntutan strategis menjadi fokus utama tahun ini.
Pertama, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja/buruh Indonesia. KSPN menilai, tanpa perlindungan yang kuat dan kesejahteraan yang layak, stabilitas serta keadilan dalam hubungan industrial sulit terwujud.
Kedua, pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya. Di tengah tantangan ekonomi, KSPN mendorong langkah konkret pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, sehingga masyarakat—terutama yang masih menganggur—memiliki akses lebih besar terhadap pekerjaan yang layak.
Ketiga, solusi menyeluruh bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Bagi yang masih produktif, KSPN mendesak agar diberikan peluang untuk kembali bekerja. Sementara itu, bagi yang sudah tidak produktif, jaminan pensiun yang memadai dinilai penting agar tidak menambah beban sosial ekonomi keluarga.
Ristadi menegaskan, May Day bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum konsolidasi kekuatan buruh untuk mendorong perubahan nyata. “Ini adalah suara kolektif pekerja Indonesia. Kami ingin negara hadir lebih kuat dalam melindungi dan menyejahterakan buruh,” tegasnya.
Dengan jumlah massa yang signifikan serta tuntutan yang terarah, aksi May Day tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dan paling menentukan dalam mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada pekerja.
























