Lima Tersangka Jaringan Timah Ilegal Lintas Negara Resmi Masuk Tahap Penuntutan

BANGKA BARAT ,DNID.CO.ID — Polres Bangka Barat resmi melimpahkan lima tersangka beserta barang bukti kasus dugaan penyelundupan pasir timah lintas negara ke Kejaksaan Negeri Bangka Barat, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21). Pelimpahan tahap II ini menandai babak baru pengungkapan sindikat ilegal bernilai miliaran rupiah yang diduga beroperasi terstruktur dari pesisir Bangka menuju Malaysia.

Proses pelimpahan dilakukan dalam dua hari berturut-turut, Selasa (28/4) dan Rabu (29/4). Empat tersangka berinisial F.M., V.A., A.I., dan H. lebih dulu diserahkan, disusul satu tersangka lainnya, H.A., pada tahap berikutnya. Kelima tersangka kini berada dalam kewenangan jaksa penuntut umum untuk segera disidangkan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Ipda Yos Sudarso menegaskan, langkah ini merupakan tindak lanjut dari pengungkapan jaringan penyelundupan timah lintas Indonesia–Malaysia yang sebelumnya berhasil dibongkar oleh Satpolairud.

“Setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, penyidik langsung melaksanakan Tahap II dengan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Yos dalam keterangan resminya.

Pengungkapan kasus ini membuka praktik ilegal yang selama ini berlangsung rapi dan terorganisir. Berdasarkan hasil penyidikan, jaringan tersebut menjalankan operasi berlapis mulai dari pengolahan timah di gudang tertutup, pengangkutan menggunakan truk menuju pesisir, hingga pelangsiran menggunakan perahu pancung ke tengah laut.

Di titik tertentu, pasir timah kemudian dipindahkan ke kapal cepat yang telah menunggu di perairan lepas sebelum akhirnya dikirim ke luar negeri. Skema ini diduga telah berjalan berulang kali dengan volume pengiriman mencapai belasan ton.

“Para tersangka memiliki peran berbeda dalam jaringan ini, mulai dari pengangkut darat, operator laut, hingga koordinator pengiriman. Ini bukan kejahatan biasa, tapi jaringan yang terstruktur dan sistematis,” ungkap Yos.

Nilai ekonomi dari aktivitas ilegal ini ditaksir mencapai miliaran rupiah, sekaligus menunjukkan potensi kerugian negara yang tidak sedikit dari praktik penyelundupan sumber daya alam tersebut.

Sejumlah barang bukti yang turut dilimpahkan antara lain pasir timah, alat angkut, serta sarana pendukung distribusi yang digunakan dalam operasi ilegal tersebut. Penyidik memastikan seluruh rangkaian alat bukti telah memenuhi unsur pidana untuk proses penuntutan.

Dengan masuknya perkara ke tahap penuntutan, perhatian kini tertuju pada proses persidangan yang diharapkan mampu mengungkap lebih jauh aktor-aktor lain di balik jaringan ini, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak yang lebih besar.

“Ini bentuk komitmen kami dalam menuntaskan perkara dan memutus mata rantai penyelundupan sumber daya alam secara ilegal. Kami tidak berhenti sampai di sini,” tegas Yos.

Kasus ini menjadi sinyal keras bagi pelaku kejahatan serupa bahwa aparat penegak hukum tidak akan memberi ruang bagi praktik eksploitasi ilegal yang merugikan negara dan mencederai kedaulatan sumber daya alam Indonesia.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 30 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: ALE

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: Humas Polres Bangka Barat

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA