Jaga Keberlanjutan Pertanian Hadapi El Nino, Pemkab Gowa Dorong Kolaborasi Antar Daerah

Gowa,DNID.co.id — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong kolaborasi antar pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan iklim saat ini, khususnya di tengah ancaman El Nino yang memberikan dampak pada keberlanjutan sektor pertanian.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis saat membuka Sosialisasi Curah Hujan, Alokasi Air Irigasi dan Rencana Tata Tanam Komisi Irigasi Tingkat Kabupaten Gowa Musim Tanam II Tahun 2026 di W Three Style Hotel Makassar, Kamis (7/5/2026).

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Khususnya lagi pada ancaman El Nino yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kita semuanya. Kita harap bukan saja Maros yang hadir, bukan saja Takalar yang hadir, tetapi Makassar juga dan beberapa kabupaten/kota lainnya,” ujarnya.

Ia menyebutkan Kabupaten Gowa dikelilingi delapan daerah, yakni Makassar, Maros, Takalar, Bone, Bulukumba, Sinjai, Bantaeng dan Jeneponto. Sehingga dibutuhkan kesamaan persepsi dalam menghadapi fenomena iklim dan menjaga swasembada pangan.

Selain itu, Kabupaten Gowa sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan sehingga memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas produksi pertanian, terutama memasuki Musim Tanam II tahun 2026 yang diperkirakan menghadapi tantangan cuaca tidak menentu.

“Pola cuaca yang kian sulit ditebak menuntut kita untuk lebih bijaksana dalam mengelola setiap tetes air yang mengalir di jaringan irigasi kita,” katanya.

Andy Azis menjelaskan, pada pertemuan kali ini terdapat tiga tujuan utama, yakni menyelaraskan informasi prakiraan curah hujan sebagai dasar perencanaan tanam, menetapkan alokasi air irigasi yang optimal sesuai kondisi sumber daya air, serta menyusun rencana tata tanam yang terintegrasi dan realistis.

“Ketiga aspek tersebut bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga merupakan implementasi langsung dari kebijakan RPJMD Kabupaten Gowa dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sekda Gowa juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor irigasi di Kabupaten Gowa, diantaranya pengelolaan daerah irigasi strategis seperti DI Kampili seluas sekitar 10.518 hektare, DI Bissua sekitar 10.785 hektare, serta wilayah layanan DI Bili-Bili.

Selain itu, masih terdapat persoalan infrastruktur irigasi yang membutuhkan rehabilitasi karena tingkat kehilangan air dalam distribusi masih mencapai 20 hingga 30 persen.

“Kita harus menekan angka ini sekecil mungkin agar air sampai ke sawah petani secara maksimal,” tegasnya.

Tak hanya itu, ancaman alih fungsi lahan sawah juga menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gowa. Saat ini, laju pengurangan lahan baku sawah disebut mencapai sekitar 100 hingga 150 hektare per tahun.

Sementara itu, Ketua Komisi Irigasi Kabupaten Gowa, Sujjadan yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Gowa menegaskan, pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan tata kelola irigasi dan pertanian di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, sinergi antar instansi menjadi kunci utama agar perencanaan tata tanam dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan pengelolaan air dan pola tanam benar-benar berpihak kepada petani dan mampu menjaga ketahanan pangan daerah,”ujarnya.

Ia berharap hasil sosialisasi tersebut dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan Musim Tanam II tahun 2026, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Gowa.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor pertanian dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

Simpan Gambar:

Kamis, 7 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Pemkab Gowa

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Dana CSR untuk Sekolah di Karo Dipertanyakan, SKPD Saling Lempar Tanggung Jawab
Seminar Nasional Bongkar Tantangan Pelayanan Rumah Sakit
Transparansi PLN Babel Disorot Komisi Informasi Provinsi
Jelang Iduladha 2026, Wabup Bone Hadiri Rapat Penting Bahas Lonjakan Harga Pangan
Polri Warning Penyidik Tingkatkan Kompetensi Penanganan Perkara
Dinilai Gagal Jalankan Program Strategis Presiden,DPN PERMAHI Desak Copot Kepala BGN
Bertahun-Tahun Pakai Jembatan Bambu, Warga Bengo Kini Nikmati Proyek Rp6,8 Miliar
Dinas Pertanian Morowali Utara Kawal Langsung SPK PSR di Serpong, Dua Koperasi Resmi Masuk Tahap Strategis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:13 WITA

Dana CSR untuk Sekolah di Karo Dipertanyakan, SKPD Saling Lempar Tanggung Jawab

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:09 WITA

Jaga Keberlanjutan Pertanian Hadapi El Nino, Pemkab Gowa Dorong Kolaborasi Antar Daerah

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:31 WITA

Transparansi PLN Babel Disorot Komisi Informasi Provinsi

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:27 WITA

Jelang Iduladha 2026, Wabup Bone Hadiri Rapat Penting Bahas Lonjakan Harga Pangan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:10 WITA

Polri Warning Penyidik Tingkatkan Kompetensi Penanganan Perkara

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:04 WITA

Dinilai Gagal Jalankan Program Strategis Presiden,DPN PERMAHI Desak Copot Kepala BGN

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:27 WITA

Bertahun-Tahun Pakai Jembatan Bambu, Warga Bengo Kini Nikmati Proyek Rp6,8 Miliar

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:51 WITA

Dinas Pertanian Morowali Utara Kawal Langsung SPK PSR di Serpong, Dua Koperasi Resmi Masuk Tahap Strategis

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Polda Babel Ringkus Bandar Besar Sabu Pangkalpinang

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:18 WITA