Sidang Pledoi Terdakwa Kasus Pembunuhan Sopir Angkot di Bulukumba Ditunda, Keluarga Korban Kecewa

Bulukumba.DNID.co.id – Sidang lanjutan perkara dugaan pembunuhan terhadap seorang sopir angkutan kota (angkot) dengan terdakwa Sukmawati kembali mengalami penundaan. Agenda sidang yang semula dijadwalkan pembacaan nota pembelaan (pledoi) itu ditunda atas permintaan kuasa hukum terdakwa.

Penundaan tersebut disampaikan dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Bulukumba pada Senin, 4 Mei 2026. Kuasa hukum terdakwa meminta waktu tambahan kepada majelis hakim dengan alasan data dan bahan pembelaan belum lengkap.

Majelis hakim yang memimpin sidang mengabulkan permintaan tersebut dan menjadwalkan ulang agenda pembacaan pledoi pada sidang berikutnya.

Keputusan penundaan ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga korban. Salah satu perwakilan keluarga, Daeng Maudu, mengaku kecewa karena proses persidangan dinilai berlarut-larut.

“Kami merasa sidang ini seperti terus diulur-ulur. Selalu saja ditunda. Apakah kasus ini dianggap enteng?” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga menyoroti sikap terdakwa dalam persidangan yang dinilai tidak menunjukkan empati. Menurutnya, terdakwa sempat terlihat tersenyum saat kuasa hukumnya mengajukan penundaan kepada hakim.

“Hal seperti ini membuat kami menduga ada sesuatu yang tidak beres dalam proses persidangan ini,” tambahnya.

Keluarga korban menegaskan bahwa mereka hanya menginginkan keadilan atas meninggalnya anggota keluarga mereka. Mereka mengaku tetap hadir di setiap persidangan meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan meninggalkan pekerjaan.

“Kami selalu datang mengikuti sidang, walaupun jaraknya jauh dan kami harus meninggalkan pekerjaan. Kami hanya ingin keadilan ditegakkan,” tegas Daeng Maudu.

Sebelumnya, dalam sidang yang digelar pada 27 April 2026, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bulukumba telah membacakan tuntutan terhadap terdakwa Sukmawati. Dalam tuntutannya, JPU Muh. Sahib, SH menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dakwaan.

Tuntutan tersebut didasarkan pada pasal-pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur tentang tindak pidana pembunuhan.

Dengan ditundanya agenda pembelaan, proses persidangan kasus ini dipastikan akan kembali berlanjut pada jadwal berikutnya, sementara keluarga korban berharap tidak ada lagi penundaan dan putusan dapat segera dijatuhkan secara adil.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 6 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Akbar

Editor: Abhu Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Korban IRT Marlina

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Berita ini 164 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Senin, 2 November 2026 - 08:45 WITA

Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA