Hampir Lima Bulan TPP Tak Kunjung Cair, ASN Jeneponto Menjerit
Jeneponto, DNID.co.id – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dilaporkan belum menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama hampir lima bulan pada tahun 2026.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan aparatur yang berharap hak mereka segera terpenuhi.
Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan identitasnya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mencairkan TPP tersebut.
“Dari Januari sampai Mei belum dibayarkan. Kami sangat membutuhkan TPP itu, mohon Bapak Bupati agar segera ditindaklanjuti,” katanya, Selasa (12/5/2026).
Dia mengatakan, kondisi TPP yang belum terbayarkan Pemkab tidak memberikan penjelasan di balik keterlambatan pembayaran tersebut.
“ASN pasti berharap bisa segera dibayarkan, tapi saya juga tidak tahu bagaimana kondisi keuangan,” jelasnya.
Padahal, kata dia, TPP sangat dibutuhkan untuk memenuhi ekonomi sehari-hari, kebutuhan mendesak sehingga terhambat karena TPP tidak kunjung cair.
“Pastinya TPP sangat membantu bagi kaum ASN, semua berharap kondisi keuangan Pemkab sehat sehingga segera terbayarkan agar bisa memenuhi kebutuhan ASN,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait hal ini.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Hampir Lima Bulan TPP Tak Kunjung Cair, ASN Jeneponto Menjerit
SELASA, 12 MEI 2026
Jeneponto, DNID.co.id - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan dilaporkan belum menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama hampir lima bulan pada tahun 2026.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan aparatur yang berharap hak mereka segera terpenuhi.
Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan identitasnya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk mencairkan TPP tersebut.
"Dari Januari sampai Mei belum dibayarkan. Kami sangat membutuhkan TPP itu, mohon Bapak Bupati agar segera ditindaklanjuti," katanya, Selasa (12/5/2026).
Dia mengatakan, kondisi TPP yang belum terbayarkan Pemkab tidak memberikan penjelasan di balik keterlambatan pembayaran tersebut.
"ASN pasti berharap bisa segera dibayarkan, tapi saya juga tidak tahu bagaimana kondisi keuangan," jelasnya.
Padahal, kata dia, TPP sangat dibutuhkan untuk memenuhi ekonomi sehari-hari, kebutuhan mendesak sehingga terhambat karena TPP tidak kunjung cair.
"Pastinya TPP sangat membantu bagi kaum ASN, semua berharap kondisi keuangan Pemkab sehat sehingga segera terbayarkan agar bisa memenuhi kebutuhan ASN," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait hal ini.