Basarnas Babel Kerahkan Personel, Drone, Jetski, Antisipasi Darurat Selama Lomba Triathlon Internasional
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Pengamanan ketat diterapkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) selama pelaksanaan Triathlon 2026 di Pantai Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka, 16–17 Mei 2026. Sebanyak 20 personel SAR diterjunkan lengkap dengan armada laut, jetski, hingga drone pemantau udara untuk mengantisipasi potensi kecelakaan pada cabang olahraga perairan yang dinilai berisiko tinggi.
Langkah siaga khusus itu dilakukan menyusul membludaknya peserta dan pengunjung yang memadati kawasan wisata pantai tersebut sejak hari pertama perlombaan. Fokus utama pengamanan diarahkan pada lintasan renang laut dan jalur perairan peserta yang rawan terjadi insiden kelelahan, tenggelam, hingga benturan antarpeserta.
Basarnas menempatkan personel di sejumlah titik strategis guna memastikan respons cepat apabila muncul kondisi darurat di tengah perlombaan. Selain pengawasan langsung di laut, pemantauan udara juga dilakukan secara real time menggunakan drone untuk membaca pergerakan peserta dan kondisi perairan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan menegaskan keterlibatan Basarnas bukan sekadar dukungan seremoni terhadap event olahraga, melainkan bagian penting dari mitigasi risiko keselamatan selama kompetisi berlangsung.
“Seluruh personel dan alut kami siagakan penuh selama kegiatan berlangsung guna mengantisipasi potensi kedaruratan, khususnya pada cabang olahraga perairan. Pengawasan kami lakukan melalui jalur darat, laut, dan udara agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Dalam operasi pengamanan itu, Basarnas mengerahkan tiga unit rubber boat, satu unit jetski, dan satu unit drone pemantau udara. Seluruh armada disiapkan untuk mempercepat evakuasi apabila terjadi insiden di area perlombaan.
Pengamanan dilakukan terpadu bersama unsur Polri, BPBD, tenaga medis, panitia penyelenggara, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat Triathlon 2026 menjadi salah satu event olahraga terbesar yang menyedot perhatian masyarakat maupun wisatawan di Bangka Belitung.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pengawasan dilakukan intensif sejak peserta memasuki area start hingga menyelesaikan perlombaan. Petugas SAR tampak bersiaga di sepanjang lintasan renang laut, sementara armada rubber boat terus bergerak memantau peserta dari jarak dekat.
Kehadiran drone pengawas juga menjadi perhatian tersendiri. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau kepadatan peserta dan mendeteksi lebih cepat apabila ada atlet mengalami kendala di tengah lintasan laut.
Basarnas menilai kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam event olahraga ekstrem berbasis perairan. Selain kondisi fisik atlet, cuaca, gelombang laut, dan kepadatan peserta juga menjadi variabel yang terus dipantau selama kompetisi berlangsung.
Dengan pola pengamanan berlapis tersebut, Basarnas berharap seluruh rangkaian Triathlon 2026 di Pantai Tanjung Pesona dapat berlangsung aman, tertib, dan bebas insiden hingga penutupan acara.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Basarnas Babel Kerahkan Personel, Drone, Jetski, Antisipasi Darurat Selama Lomba Triathlon Internasional
SABTU, 16 MEI 2026
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id — Pengamanan ketat diterapkan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) selama pelaksanaan Triathlon 2026 di Pantai Tanjung Pesona, Kabupaten Bangka, 16–17 Mei 2026. Sebanyak 20 personel SAR diterjunkan lengkap dengan armada laut, jetski, hingga drone pemantau udara untuk mengantisipasi potensi kecelakaan pada cabang olahraga perairan yang dinilai berisiko tinggi.
Langkah siaga khusus itu dilakukan menyusul membludaknya peserta dan pengunjung yang memadati kawasan wisata pantai tersebut sejak hari pertama perlombaan. Fokus utama pengamanan diarahkan pada lintasan renang laut dan jalur perairan peserta yang rawan terjadi insiden kelelahan, tenggelam, hingga benturan antarpeserta.
Basarnas menempatkan personel di sejumlah titik strategis guna memastikan respons cepat apabila muncul kondisi darurat di tengah perlombaan. Selain pengawasan langsung di laut, pemantauan udara juga dilakukan secara real time menggunakan drone untuk membaca pergerakan peserta dan kondisi perairan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan menegaskan keterlibatan Basarnas bukan sekadar dukungan seremoni terhadap event olahraga, melainkan bagian penting dari mitigasi risiko keselamatan selama kompetisi berlangsung.
“Seluruh personel dan alut kami siagakan penuh selama kegiatan berlangsung guna mengantisipasi potensi kedaruratan, khususnya pada cabang olahraga perairan. Pengawasan kami lakukan melalui jalur darat, laut, dan udara agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar,” ujarnya.
Dalam operasi pengamanan itu, Basarnas mengerahkan tiga unit rubber boat, satu unit jetski, dan satu unit drone pemantau udara. Seluruh armada disiapkan untuk mempercepat evakuasi apabila terjadi insiden di area perlombaan.
Pengamanan dilakukan terpadu bersama unsur Polri, BPBD, tenaga medis, panitia penyelenggara, serta instansi terkait lainnya. Koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat Triathlon 2026 menjadi salah satu event olahraga terbesar yang menyedot perhatian masyarakat maupun wisatawan di Bangka Belitung.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas pengawasan dilakukan intensif sejak peserta memasuki area start hingga menyelesaikan perlombaan. Petugas SAR tampak bersiaga di sepanjang lintasan renang laut, sementara armada rubber boat terus bergerak memantau peserta dari jarak dekat.
Kehadiran drone pengawas juga menjadi perhatian tersendiri. Teknologi tersebut digunakan untuk memantau kepadatan peserta dan mendeteksi lebih cepat apabila ada atlet mengalami kendala di tengah lintasan laut.
Basarnas menilai kesiapsiagaan menjadi faktor krusial dalam event olahraga ekstrem berbasis perairan. Selain kondisi fisik atlet, cuaca, gelombang laut, dan kepadatan peserta juga menjadi variabel yang terus dipantau selama kompetisi berlangsung.
Dengan pola pengamanan berlapis tersebut, Basarnas berharap seluruh rangkaian Triathlon 2026 di Pantai Tanjung Pesona dapat berlangsung aman, tertib, dan bebas insiden hingga penutupan acara.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.