Pertemuan Hangat Penuh Nostalgia Mempererat Kembali Solidaritas Lama Anak Granat Babel
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id –Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai reuni komunitas lama “anak granat” atau anak kolong di Warkop depan Masjid samping Puncak Baciang, Pangkalpinang, Jumat malam. Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum menghidupkan kembali solidaritas generasi pergaulan legendaris Bangka Belitung yang pernah dikenal luas pada masanya.
Puluhan peserta tampak larut dalam obrolan panjang, membahas kisah masa lalu hingga dinamika kehidupan masing-masing saat ini. Gelak tawa pecah hampir sepanjang malam, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kuat tanpa sekat status maupun kesibukan pribadi.
Istilah “anak granat” sendiri pernah begitu populer di kalangan anak muda Bangka Belitung era lampau. Sebutan itu identik dengan solidaritas, loyalitas pertemanan, hingga eksistensi tongkrongan yang cukup berpengaruh dalam perjalanan sosial anak muda daerah tersebut.
Reuni yang berlangsung sederhana di kawasan Puncak Baciang itu justru menyimpan makna mendalam bagi para peserta. Di tengah perubahan zaman dan kesibukan hidup, mereka menilai hubungan emosional antarsahabat lama tetap tidak tergantikan.
“Serasa balik ke masa-masa dulu lagi. Meski waktu sudah jalan, rasa persaudaraan tetap sama,” ujar salah satu peserta reuni kepada wartawan di sela pertemuan.
Menurut sejumlah peserta, pertemuan semacam ini mulai jarang terjadi karena sebagian besar anggota komunitas telah disibukkan pekerjaan, keluarga, hingga aktivitas di luar daerah. Karena itu, momen berkumpul kembali dianggap penting untuk menjaga tali silaturahmi yang sempat renggang.
Tidak sedikit peserta yang mengaku terharu ketika kembali bertemu sahabat lama setelah bertahun-tahun kehilangan kontak. Beberapa bahkan datang khusus demi menghadiri reuni tersebut meski harus meluangkan waktu di tengah aktivitas padat.
“Yang paling penting bukan sekadar kumpul. Ini soal menjaga rasa saudara yang sudah terbentuk sejak lama,” ungkap peserta lainnya.
Pantauan di lokasi, suasana reuni berlangsung santai namun penuh keakraban. Para peserta duduk melingkar sambil menikmati kopi dan makanan ringan khas warung malam. Obrolan mengenai masa muda, persahabatan, hingga cerita kehidupan saat ini silih berganti memenuhi suasana.
Di balik nuansa nostalgia itu, muncul harapan agar komunitas anak granat Babel tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu. Mereka ingin hubungan yang telah terjalin puluhan tahun tetap hidup dan semakin solid di masa mendatang.
“Kami berharap anak granat Babel bisa tetap eksis, makin kompak, dan terus menjaga silaturahmi,” kata salah satu panitia reuni.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ikatan emosional yang dibangun dari kebersamaan masa muda tidak mudah hilang oleh waktu. Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, reuni anak granat di Pangkalpinang menjadi simbol bertahannya loyalitas dan persaudaraan lintas generasi.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Pertemuan Hangat Penuh Nostalgia Mempererat Kembali Solidaritas Lama Anak Granat Babel
JUMAT, 22 MEI 2026
PANGKALPINANG ,Dnid.Co.Id –Suasana hangat dan penuh nostalgia mewarnai reuni komunitas lama “anak granat” atau anak kolong di Warkop depan Masjid samping Puncak Baciang, Pangkalpinang, Jumat malam. Pertemuan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus momentum menghidupkan kembali solidaritas generasi pergaulan legendaris Bangka Belitung yang pernah dikenal luas pada masanya.
Puluhan peserta tampak larut dalam obrolan panjang, membahas kisah masa lalu hingga dinamika kehidupan masing-masing saat ini. Gelak tawa pecah hampir sepanjang malam, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang kuat tanpa sekat status maupun kesibukan pribadi.
Istilah “anak granat” sendiri pernah begitu populer di kalangan anak muda Bangka Belitung era lampau. Sebutan itu identik dengan solidaritas, loyalitas pertemanan, hingga eksistensi tongkrongan yang cukup berpengaruh dalam perjalanan sosial anak muda daerah tersebut.
Reuni yang berlangsung sederhana di kawasan Puncak Baciang itu justru menyimpan makna mendalam bagi para peserta. Di tengah perubahan zaman dan kesibukan hidup, mereka menilai hubungan emosional antarsahabat lama tetap tidak tergantikan.
“Serasa balik ke masa-masa dulu lagi. Meski waktu sudah jalan, rasa persaudaraan tetap sama,” ujar salah satu peserta reuni kepada wartawan di sela pertemuan.
Menurut sejumlah peserta, pertemuan semacam ini mulai jarang terjadi karena sebagian besar anggota komunitas telah disibukkan pekerjaan, keluarga, hingga aktivitas di luar daerah. Karena itu, momen berkumpul kembali dianggap penting untuk menjaga tali silaturahmi yang sempat renggang.
Tidak sedikit peserta yang mengaku terharu ketika kembali bertemu sahabat lama setelah bertahun-tahun kehilangan kontak. Beberapa bahkan datang khusus demi menghadiri reuni tersebut meski harus meluangkan waktu di tengah aktivitas padat.
“Yang paling penting bukan sekadar kumpul. Ini soal menjaga rasa saudara yang sudah terbentuk sejak lama,” ungkap peserta lainnya.
Pantauan di lokasi, suasana reuni berlangsung santai namun penuh keakraban. Para peserta duduk melingkar sambil menikmati kopi dan makanan ringan khas warung malam. Obrolan mengenai masa muda, persahabatan, hingga cerita kehidupan saat ini silih berganti memenuhi suasana.
Di balik nuansa nostalgia itu, muncul harapan agar komunitas anak granat Babel tidak sekadar menjadi kenangan masa lalu. Mereka ingin hubungan yang telah terjalin puluhan tahun tetap hidup dan semakin solid di masa mendatang.
“Kami berharap anak granat Babel bisa tetap eksis, makin kompak, dan terus menjaga silaturahmi,” kata salah satu panitia reuni.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa ikatan emosional yang dibangun dari kebersamaan masa muda tidak mudah hilang oleh waktu. Di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, reuni anak granat di Pangkalpinang menjadi simbol bertahannya loyalitas dan persaudaraan lintas generasi.