Warga Desa Paojepe Pertanyakan Keseriusan Pemkab Wajo Tangani Jalan Rusak Menuju Dusun Laukku
Wajo,DNID.co.id – Kondisi jalan menuju Dusun Laukku, Desa Paojepe, Kec.Keera, Kab. Wajo, yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 4–6 kilometer, menuai keluhan Warga. Pasalnya, jalan tersebut belum mendapat perbaikan yang memadai meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah.
Salah seorang warga Paojepe,yang juga merupakan pemuda pemerhati lingkungan, Syahrul Gunawan Saputra mengungkapkan kekecewaannya, karena Kerusakan Jalan yang berlangsung bertahun-tahun menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat khususnya sektor infrastruktur jalan.
Menurutnya,berbagai keluhan dan aspirasi telah disampaikan, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ironisnya, masyarakat tetap menjalankan kewajiban membayar pajak, sementara akses jalan yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,masih dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan harapan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di Kabupaten Wajo.
Olehnya itu, ia mendesak Bupati dan Dinas PUPR Wajo untuk tidak lagi menjadikan persoalan jalan rusak sebagai janji yang terus berulang setiap pergantian kepemimpinan. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
Ia menambahkan, pembangunan seharusnya dirasakan hingga pelosok desa, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu.
” Warga meminta pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan menuju Dusun Laukku sebagai prioritas demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat,”pungkasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Warga Desa Paojepe Pertanyakan Keseriusan Pemkab Wajo Tangani Jalan Rusak Menuju Dusun Laukku
SABTU, 20 JUNI 2026
Wajo,DNID.co.id – Kondisi jalan menuju Dusun Laukku, Desa Paojepe, Kec.Keera, Kab. Wajo, yang mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 4–6 kilometer, menuai keluhan warga. Pasalnya, jalan tersebut belum mendapat perbaikan yang memadai meski telah beberapa kali terjadi pergantian kepala daerah.
Salah seorang warga Paojepe,yang juga merupakan pemuda pemerhati lingkungan, Syahrul Gunawan Saputra mengungkapkan kekecewaannya, karena kerusakan jalan yang berlangsung bertahun-tahun menunjukkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat khususnya sektor infrastruktur jalan.
Menurutnya,berbagai keluhan dan aspirasi telah disampaikan, namun hingga kini belum terlihat langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ironisnya, masyarakat tetap menjalankan kewajiban membayar pajak, sementara akses jalan yang menjadi penunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,masih dalam kondisi memprihatinkan. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan harapan masyarakat terhadap pemerataan pembangunan di Kabupaten Wajo.
Olehnya itu, ia mendesak Bupati dan Dinas PUPR Wajo untuk tidak lagi menjadikan persoalan jalan rusak sebagai janji yang terus berulang setiap pergantian kepemimpinan. Masyarakat berharap pemerintah segera turun tangan dan membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, bukan sekadar wacana.
Ia menambahkan, pembangunan seharusnya dirasakan hingga pelosok desa, bukan hanya terpusat di wilayah tertentu.
" Warga meminta pemerintah daerah menjadikan perbaikan jalan menuju Dusun Laukku sebagai prioritas demi meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan masyarakat,"pungkasnya.