Kadis Dikbud Bantaeng: Dugaan Penganiayaan ASN Murni Persoalan Keluarga
Bantaeng, Dnid.co.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dengan inisial LN, dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan.
Peristiwa yang dimaksud terjadi pada Senin, 29 Juni 2026, malam, di wilayah pertigaan lampu merah, tepatnya di sekitar Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng.
Terkait hal tersebut, Muhammad Yusuf memberikan klarifikasi bahwa insiden itu merupakan kesalahpahaman yang terjadi antara anaknya dan Saudari LN.
“Peristiwa ini merupakan kesalahpahaman antara anak kami dengan Saudari LN. Kami akan menempuh penyelesaian secara baik,” ujar Muhammad Yusuf kepada DNID, Jumat, 3 Juli 2026.
Muhammad Yusuf juga menegaskan bahwa dalam peristiwa ini tidak ada keterlibatan pihak lain dari keluarganya. Ia membantah narasi yang menyebut istri ikut terlibat.
“Saya tegaskan, istri saya tidak terlibat dan tidak bersalah dalam peristiwa ini. Segala pemberitaan yang mengaitkan beliau adalah tidak benar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Yusuf meminta publik untuk tidak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa dimaksud tidak memiliki keterkaitan dengan tugas dan fungsi jabatan yang diembannya.
“Kami berharap pemberitaan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru. Hal ini merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan jabatan saya,” pungkasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kadis Dikbud Bantaeng: Dugaan Penganiayaan ASN Murni Persoalan Keluarga
JUMAT, 3 JULI 2026
Bantaeng, Dnid.co.id – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dengan inisial LN, dilaporkan mengalami dugaan penganiayaan.
Peristiwa yang dimaksud terjadi pada Senin, 29 Juni 2026, malam, di wilayah pertigaan lampu merah, tepatnya di sekitar Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bantaeng.
Terkait hal tersebut, Muhammad Yusuf memberikan klarifikasi bahwa insiden itu merupakan kesalahpahaman yang terjadi antara anaknya dan Saudari LN.
"Peristiwa ini merupakan kesalahpahaman antara anak kami dengan Saudari LN. Kami akan menempuh penyelesaian secara baik," ujar Muhammad Yusuf kepada DNID, Jumat, 3 Juli 2026.
Muhammad Yusuf juga menegaskan bahwa dalam peristiwa ini tidak ada keterlibatan pihak lain dari keluarganya. Ia membantah narasi yang menyebut istri ikut terlibat.
"Saya tegaskan, istri saya tidak terlibat dan tidak bersalah dalam peristiwa ini. Segala pemberitaan yang mengaitkan beliau adalah tidak benar," ujarnya.
Lebih lanjut, Muhammad Yusuf meminta publik untuk tidak berspekulasi. Ia menegaskan bahwa peristiwa dimaksud tidak memiliki keterkaitan dengan tugas dan fungsi jabatan yang diembannya.
"Kami berharap pemberitaan tidak menimbulkan interpretasi yang keliru. Hal ini merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan jabatan saya," pungkasnya.