Anak Dibawah Umur di Bantaeng Diduga Dianiaya Oknum Perintis: Muka Memar Hingga Muntah Darah

BANTAENG – DNID.co.id. – Sebanyak 13 anak di bawah umur di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi yang disebut bertugas di Samapta Polres Bantaeng.

Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Karakasia Tala-Tala, Kecamatan Bisappu, Bantaeng, pada Sabtu malam (10/10/2026) sekitar pukul 12.30 Wita.

Akibat penganiayaan tersebut sejumlah korban mengalami luka memar pada bagian muka, perut, bengkak pada bagian lengan kanan, benjol, hingga salah satu korban terpaksa dilarikan ke RSUD Bantaeng akibat muntah darah.

Seorang korban berinisial AD (19), menjelaskan penganiayaan itu bermula ketika rombongannya sedang berkeliling mengunakan sepeda motor di Jalan Kalimbaung.

“Saya pergi jalan-jalan naik motor sama temanku (konvoi, red),” kata AD kepada DNID.co.id, Senin (12/10).

Menurut AD, dari arah belakang, tepatnya di Jalan Elang terdapat dua unit kendaraan patroli kemudian mengejar rombongan remaja tersebut.

“Dia (oknum polisi) sedang patroli di depan rujab baru mengejar ki,” ujarnya.

Aksi pengejaran tersebut, kata AD, dilakukan karena salah satu oknum polisi diduga terjatuh saat melakukan patroli. Ironisnya, rombongan korban yang disebut tidak tahu apa-apa, diduga menjadi amukan oknum polisi tersebut.

“Ada yang menggeber motor polisi di depan rujab, terus mengejar ki. Terus hilang mi itu orang yang na kejar, saya na dapat na kira saya mi yang geber-geber ki padahal bukan saya,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian ihwal kronologi penganiayaan tersebut.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 12 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi Muh Akbar Razak

Editor: Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita: Wawancara Korban

Penanggung Jawab: Ir.Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan
Polsek Panakukkang Ungkap Dua Kasus Pencurian, Pelaku Jampang Ditangkap
Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu
Berita ini 541 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:18 WITA

Sempat Viral Usai Dianiaya, Korban Resmi Laporkan Appang ke Polres Gowa, Kuasa Hukum Minta Keadilan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:49 WITA

Polsek Panakukkang Ungkap Dua Kasus Pencurian, Pelaku Jampang Ditangkap

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:52 WITA

Operasi KRYD Polda Sulsel di Makassar, Empat Orang Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:00 WITA

Terpancing Live TikTok, Pemuda Bawa Senapan Angin Hendak Ikut Tawuran di Makassar, Polisi Amankan 7 Orang

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA