Warga Gowa Lapor Oknum Polisi Rusak CCTV Usai Pesta Miras Disertai Suara Letusan
Makassar DNID.co.id – Seorang anggota kepolisian yang disebut bertugas di Polda Papua Barat berinisial Aiptu Kaharuddin dilaporkan ke Polresta Gowa atas dugaan pengrusakan kamera pengawas (CCTV) milik seorang warga bernama Andi Sunardi.
Laporan tersebut disampaikan pada Sabtu sore sebagai bentuk permintaan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa yang dinilai meresahkan masyarakat.
Peristiwa dugaan pengrusakan itu terjadi pada malam hari di kediaman korban. Berdasarkan rekaman CCTV yang masih sempat tersimpan, terlihat seorang pria yang diduga sebagai pelaku datang mengenakan kaos dan celana pendek berwarna putih.
Tidak lama kemudian, kamera pengawas yang terpasang di rumah korban mengalami kerusakan.
Usai diduga melakukan aksi tersebut, pria yang disebut sebagai oknum anggota polisi itu langsung meninggalkan lokasi.
Korban, Andi Sunardi, mengaku tidak hanya kehilangan alat pengawas rumahnya, tetapi juga merasa terancam karena pada saat kejadian sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari letusan senjata api.
“Saya mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari senjata api. Hal seperti ini tentu membuat saya dan keluarga merasa takut.
Karena itu saya meminta aparat segera mengusut tuntas kejadian ini,” ujar Andi Sunardi.
Ia menegaskan telah membuat laporan resmi ke Polresta Gowa dan berharap perkara tersebut diproses secara profesional tanpa memandang status terlapor sebagai anggota kepolisian.
“Saya sudah melaporkan dugaan pengrusakan CCTV ini ke Polresta Gowa. Saya berharap Propam maupun penyidik segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.
Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman hanya karena pelakunya diduga seorang anggota polisi,” katanya.
Menurut Andi, dirinya tidak memiliki persoalan pribadi maupun konflik dengan Aiptu Kaharuddin yang diduga sebagai pelaku.
“Saya tidak pernah punya masalah dengan dia. Karena itu saya heran, mengapa tiba-tiba CCTV di rumah saya dirusak.
Saya benar-benar meminta agar motif tindakan ini dibuka secara terang,” ungkapnya.
Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian berlangsung, terduga pelaku diduga lebih dahulu berkumpul dan mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah rekannya.
“Bahkan sebelum dugaan pengrusakan itu terjadi, mereka diduga pesta minuman keras.
Diantara orang-orang yang berkumpul saat itu, menurut informasi yang saya terima, ada juga seseorang yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pelemparan rumah ponakan istri saya,” tuturnya.
Andi berharap penyidik tidak hanya memeriksa dugaan pengrusakan CCTV, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang diduga saling berkaitan, termasuk dugaan adanya letusan senjata api yang terdengar saat kejadian.
“Kalau benar ada senjata api yang digunakan atau dilepaskan, tentu ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Saya berharap seluruh fakta diungkap secara transparan,” tegasnya.
Ia menambahkan, proses hukum yang objektif menjadi harapan masyarakat agar tidak muncul anggapan adanya perlakuan berbeda terhadap anggota kepolisian yang diduga melakukan pelanggaran hukum.
“Saya percaya Polresta Gowa mampu menangani perkara ini secara profesional.
Saya hanya ingin keadilan dan kepastian hukum, sehingga masyarakat merasa terlindungi dan tidak takut apabila menjadi korban,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polresta Gowa maupun pihak Propam terkait perkembangan laporan tersebut.
Sementara itu, Aiptu Kaharuddin yang disebut dalam laporan juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Warga Gowa Lapor Oknum Polisi Rusak CCTV Usai Pesta Miras Disertai Suara Letusan
MINGGU, 12 JULI 2026
Makassar DNID.co.id - Seorang anggota kepolisian yang disebut bertugas di Polda Papua Barat berinisial Aiptu Kaharuddin dilaporkan ke Polresta Gowa atas dugaan pengrusakan kamera pengawas (CCTV) milik seorang warga bernama Andi Sunardi.
Laporan tersebut disampaikan pada Sabtu sore sebagai bentuk permintaan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa yang dinilai meresahkan masyarakat.
Peristiwa dugaan pengrusakan itu terjadi pada malam hari di kediaman korban. Berdasarkan rekaman CCTV yang masih sempat tersimpan, terlihat seorang pria yang diduga sebagai pelaku datang mengenakan kaos dan celana pendek berwarna putih.
Tidak lama kemudian, kamera pengawas yang terpasang di rumah korban mengalami kerusakan.
Usai diduga melakukan aksi tersebut, pria yang disebut sebagai oknum anggota polisi itu langsung meninggalkan lokasi.
Korban, Andi Sunardi, mengaku tidak hanya kehilangan alat pengawas rumahnya, tetapi juga merasa terancam karena pada saat kejadian sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari letusan senjata api.
"Saya mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari senjata api. Hal seperti ini tentu membuat saya dan keluarga merasa takut.
Karena itu saya meminta aparat segera mengusut tuntas kejadian ini," ujar Andi Sunardi.
Ia menegaskan telah membuat laporan resmi ke Polresta Gowa dan berharap perkara tersebut diproses secara profesional tanpa memandang status terlapor sebagai anggota kepolisian.
"Saya sudah melaporkan dugaan pengrusakan CCTV ini ke Polresta Gowa. Saya berharap Propam maupun penyidik segera memanggil dan memeriksa yang bersangkutan.
Jangan sampai masyarakat kehilangan rasa aman hanya karena pelakunya diduga seorang anggota polisi," katanya.
Menurut Andi, dirinya tidak memiliki persoalan pribadi maupun konflik dengan Aiptu Kaharuddin yang diduga sebagai pelaku.
"Saya tidak pernah punya masalah dengan dia. Karena itu saya heran, mengapa tiba-tiba CCTV di rumah saya dirusak.
Saya benar-benar meminta agar motif tindakan ini dibuka secara terang," ungkapnya.
Ia juga mengaku memperoleh informasi bahwa sebelum kejadian berlangsung, terduga pelaku diduga lebih dahulu berkumpul dan mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah rekannya.
"Bahkan sebelum dugaan pengrusakan itu terjadi, mereka diduga pesta minuman keras.
Diantara orang-orang yang berkumpul saat itu, menurut informasi yang saya terima, ada juga seseorang yang sebelumnya diduga terlibat dalam kasus pelemparan rumah ponakan istri saya," tuturnya.
Andi berharap penyidik tidak hanya memeriksa dugaan pengrusakan CCTV, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian peristiwa yang diduga saling berkaitan, termasuk dugaan adanya letusan senjata api yang terdengar saat kejadian.
"Kalau benar ada senjata api yang digunakan atau dilepaskan, tentu ini harus menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan masyarakat.
Saya berharap seluruh fakta diungkap secara transparan," tegasnya.
Ia menambahkan, proses hukum yang objektif menjadi harapan masyarakat agar tidak muncul anggapan adanya perlakuan berbeda terhadap anggota kepolisian yang diduga melakukan pelanggaran hukum.
"Saya percaya Polresta Gowa mampu menangani perkara ini secara profesional.
Saya hanya ingin keadilan dan kepastian hukum, sehingga masyarakat merasa terlindungi dan tidak takut apabila menjadi korban," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polresta Gowa maupun pihak Propam terkait perkembangan laporan tersebut.
Sementara itu, Aiptu Kaharuddin yang disebut dalam laporan juga belum memberikan tanggapan atau klarifikasi atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya.