Inovasi Kompos FABA Lapas Tantang Efektivitas Pupuk Konvensional

TANJUNGPANDAN ,DNID.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang mulai menguji efektivitas kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) di kebun sawit binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Desa Cerucuk, Kabupaten Belitung, Kamis (17/7) sore. Uji lapangan terhadap 10 pohon kelapa sawit ini menjadi langkah awal untuk membuktikan kualitas kompos hasil inovasi warga binaan sekaligus mengukur potensi pemanfaatannya sebagai pupuk alternatif yang lebih ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Demplot tersebut merupakan tindak lanjut pelatihan pembuatan kompos FABA yang sebelumnya diberikan kepada warga binaan Lapas Tanjungpandan serta klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan. Melalui praktik langsung di lapangan, efektivitas kompos akan dipantau sebagai bahan evaluasi sebelum dikembangkan lebih luas pada berbagai komoditas pertanian.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, Kepala Lapas Tanjungpandan Royhan Al Faisal, Kepala Bapas Tanjungpandan Muhamad Irfani, serta jajaran petugas pemasyarakatan. Ketiganya secara simbolis memperagakan aplikasi kompos FABA pada tanaman sawit sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program pembinaan kemandirian warga binaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menegaskan bahwa uji lapangan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari pembuktian kualitas inovasi yang telah dikembangkan di lingkungan pemasyarakatan.

“Melalui demplot ini kami ingin membuktikan kualitas kompos FABA hasil inovasi Lapas Pangkalpinang. Harapannya, inovasi ini dapat direplikasi guna mendukung pembinaan kemandirian warga binaan,” tegas Sugeng.

Menurutnya, apabila hasil pengujian menunjukkan perkembangan positif terhadap tanaman sawit, kompos FABA berpeluang menjadi produk unggulan pembinaan yang tidak hanya meningkatkan keterampilan warga binaan, tetapi juga memiliki nilai manfaat bagi sektor pertanian.

Kepala Kanwil Ditjenpas Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina, menilai kolaborasi antarsatuan kerja pemasyarakatan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program pembinaan yang menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pemanfaatan kompos FABA ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan kemandirian, mendukung ketahanan pangan dan ekonomi sirkular, serta memperkuat citra positif pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ade.

Sementara itu, Kepala Lapas Tanjungpandan, Royhan Al Faisal, menyebut praktik lapangan menjadi tahapan penting agar ilmu yang diperoleh peserta pelatihan tidak berhenti pada teori.

“Kami mengapresiasi inovasi Lapas Pangkalpinang yang kini diterapkan di Lapas Tanjungpandan. Demplot ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan pemanfaatan kompos FABA sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan,” katanya.

Hasil pengamatan terhadap 10 pohon sawit akan menjadi dasar evaluasi efektivitas kompos FABA sebelum diterapkan pada komoditas pertanian lainnya. Jika terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, inovasi tersebut berpotensi menjadi model pembinaan produktif yang dapat direplikasi di berbagai unit pemasyarakatan, sekaligus mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan warga binaan di Bangka Belitung.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 17 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat
Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan
Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Minggu, 1 November 2026 - 14:53 WITA

Polisi Hadir di Rumah Ibadah, Ini Pesan Kapolsek Tempilang kepada Jemaat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:08 WITA

Dampak Video Viral Dugaan Penolakaan Pasien, Petugas Keamanan RSUD La Palaloi Dikeluarkan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:44 WITA

Peserta dari Berbagai Provinsi Mulai Serbu Batam, Rakernas III PJS Diikuti 250 Wartawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Berita Terbaru

Peristiwa

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Senin, 2 Nov 2026 - 11:16 WITA