Jerigen Diduga Kuasai Dispenser Pertalite dan Solar Subsidi di SPBU Cabalu, Pengendara Geram

Bone, DNID.co.id — Antrean kendaraan di SPBU Cabalu memicu kemarahan warga. Pengendara yang sudah lama menunggu mengaku kesal karena pengisian BBM subsidi diduga lebih mengutamakan jerigen ukuran besar dibanding kendaraan yang mengantre di bawah terik matahari.

Pantauan di lokasi, Kamis (13/08/2026). Jerigen berukuran sekitar 30–32 liter tampak bergantian diisi di dispenser Pertalite. Pengisian Solar subsidi juga disebut berlangsung dengan pola serupa. Akibatnya, antrean mobil nyaris tidak bergerak.

Seorang pengendara perempuan tidak mampu lagi menahan emosi turun dari mobil dan mendatangi operator SPBU setelah melihat kendaraan di depannya lama tidak maju.

“Kami ini dari tadi antre panas-panasan, tapi mobil di depan tidak bergerak. Setelah saya lihat ternyata operator lebih sibuk isi jerigen daripada melayani mobil. Jelas kami marah,” ujarnya dengan nada tinggi.

Dia mempertanyakan sikap manajemen SPBU yang dinilai membiarkan praktik tersebut berlangsung terang-terangan.

“Manajernya kenapa tidak tegur operator? Ada apa sebenarnya? Saya punya foto dan video. Ini akan saya sampaikan ke keluarga dan diteruskan ke Pertamina. Kalau jerigen lima liter mungkin untuk kebutuhan langsung, tapi kalau jerigen besar begini pasti ditampung lalu dijual lagi,” katanya.

Keluhan serupa datang dari H. Nur, pengendara lain yang mengaku sudah hampir satu jam berada di antrean dekat dispenser.

“Saya sudah satu jam di sini. Yang penuh di dekat pompa itu jerigen, bukan kendaraan. Kami yang antre malah menunggu terus,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan pengisian jerigen di SPBU tidak akan selesai hanya dengan sidak dan teguran.

“Saya heran aparat penegak hukum diam saja, kepala daerah juga diam. Harus turun langsung awasi ketat. Jangan cuma datang sidak lalu kasih teguran. Yang perlu diawasi itu operator, pengawas, dan manajernya. Tidak mungkin bisa bebas begitu kalau tidak ada kerja sama di dalam SPBU,” tegasnya.

Warga menilai pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi selama ini masih lemah. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri apakah pengisian jerigen ukuran besar tersebut memiliki izin resmi atau justru menjadi bagian dari praktik penimbunan dan penjualan ulang BBM subsidi.

Masyarakat juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bone memperketat pengawasan lapangan terhadap SPBU penyalur BBM subsidi. Menurut mereka, pengawasan harian lebih efektif dibanding inspeksi mendadak yang hanya sesaat.

“Kalau pemerintah serius lindungi hak masyarakat kecil, jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Antrean panjang seperti ini terjadi di depan mata,” kata seorang warga yang ikut mengantre.

Hingga berita ini diterbitkan, jurnalis DNID.co.id telah mendatangi kantor SPBU Cabalu untuk meminta konfirmasi. Namun manajer SPBU tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum berhasil karena nomor yang dihubungi tidak aktif.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dari pihak SPBU Cabalu sesuai Undang-Undang Pers.

Redaksi juga akan meminta penjelasan resmi dari Pertamina Patra Niaga terkait dugaan pengisian BBM subsidi menggunakan jerigen ukuran besar yang dikeluhkan masyarakat.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 14 Agustus 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Ricky

Editor: Kingzhie

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation
4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk
Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya
Berita ini 62 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WITA

Masuk Tahap Verifikasi Lapangan PUG, Darmawangsyah Muin Harap Gowa kembali Raih APE 2026

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Selasa, 3 November 2026 - 01:33 WITA

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Senin, 2 November 2026 - 19:14 WITA

Cegah Sejak Dini, Sosialisasi Bahaya Narkoba Sasar Pelajar SMP Wujudkan Generasi Bersih Narkoba

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:25 WITA

Pengacara dan Legislator Makassar Bahas Usulan Kontes Ayam Lotteng Bangkok Tanpa Judi Sebagai Warisan Budaya

Senin, 2 November 2026 - 14:29 WITA

Bupati Gowa Dorong Kampung Zakat Bontomanai Dikembangkan Jadi Program Unggulan

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA