Ucok Jadi Pahlawan! 2 Penalti Jeneponto Digagalkan, Bone Beramal FC Lolos Dramatis ke Final
Comeback dari 1-2 menjadi 2-2, empat eksekutor Bone tampil sempurna dalam drama adu penalti di Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare.
Parepare, DNID.co.id – Gemuruh. Tegang. Dan air mata haru pecah di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Minggu (20/9/2026) malam.
Itulah yang dirasakan ribuan mata yang menyaksikan langsung drama semifinal Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 antara Bone Beramal FC vs JENEPONTO FC. Sebuah laga yang bukan sekadar soal skor, tapi soal harga diri, dukungan kepala daerah, dan tiket menuju final.
Dan dari Zona Timur, satu nama melesat. Bone Beramal FC. Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Bone ini lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Pinrang lewat drama adu penalti 3-1, usai imbang 2-2 di waktu normal.
Atmosfer semifinal malam itu terasa istimewa. Di tribun VIP tertutup, terlihat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman hadir langsung bersama ribuan suporter ber-jersey merah. Di sampingnya, Bupati Jeneponto Paris Yasir dengan pasukannya hijau, duduk berdampingan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Dua kepala daerah, satu gengsi.
Peluit dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka.
Bone Beramal FC yang dimotori lini tengahnya mencoba membangun serangan rapi. Tekanan demi tekanan dibangun. Hasilnya, gol pembuka lahir. Skor 1-0 untuk Bone. Ribuan suporter Bone di tribun timur meledak.
Namun Jeneponto FC bukan tim sembarangan. Tertinggal membuat mereka meningkatkan intensitas. Sejumlah peluang tercipta, namun rapatnya pertahanan Bone masih mampu membendung hingga turun minum.
Setelah turun minum, pertandingan berubah menjadi neraka.
Jeneponto FC tampil lebih agresif, lebih bernafsu. Mereka menggempur. Dan akhirnya, pertahanan Bone jebol dua kali. Papan skor berbalik. 1-2 untuk Jeneponto. Hening seketika tribun Bone, bergemuruh tribun Jeneponto.
Di tengah tekanan, di tengah ribuan pasang mata, Bone bangkit. Dari sebuah skema tendangan bebas, bola lambung meluncur indah. Safar (26) dan Fahri (10) menjadi pahlawan. Dua gol balasan tercipta. Salah satunya lewat umpan tendangan bebas terukur yang disambar Fahri.
Skor 2-2 Stadion kembali meledak. Drama belum selesai. Jual beli serangan terus terjadi hingga peluit panjang berbunyi. Laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Inilah panggung sang penjaga gawang. Ucok, kiper Bone Beramal FC, tampil gemilang bak tembok kokoh. Dua eksekusi pemain Jeneponto berhasil ia gagalkan. Tangan dinginnya menyelamatkan Bone.
Di kubu Bone, empat eksekutor tampil tanpa cela, sangat dingin di bawah tekanan ribuan penonton.
– Vebry (6) – Gol
– Rifaldi (25) – Gol
– Romario (20) – Gol
– Fahri (10) – Gol
Sontak, selebrasi tak terbendung. Pemain, official, dan tim medis berpelukan di tengah lapangan. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman turun langsung ke lapangan, menyalami pemain.
“Alhamdulillah Bone Beramal FC berhasil lolos ke final,” ujar Andi Asman dengan wajah penuh haru di tengah riuhnya suporter.
Di final, Bone Beramal FC akan berhadapan dengan Sidrap FC, Senin (21/9/2026) di tempat yang sama, Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare. Laga yang dipastikan akan lebih panas.
Apakah Bone Beramal mampu membawa pulang Piala Gubernur ke Bumi Arung Palakka? Kita tunggu di final.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Ucok Jadi Pahlawan! 2 Penalti Jeneponto Digagalkan, Bone Beramal FC Lolos Dramatis ke Final
SENIN, 21 SEPTEMBER 2026
Comeback dari 1-2 menjadi 2-2, empat eksekutor Bone tampil sempurna dalam drama adu penalti di Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare.
Parepare, DNID.co.id – Gemuruh. Tegang. Dan air mata haru pecah di Stadion Gelora B.J. Habibie, Kota Parepare, Minggu (20/9/2026) malam.
Itulah yang dirasakan ribuan mata yang menyaksikan langsung drama semifinal Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 antara Bone Beramal FC vs Jeneponto FC. Sebuah laga yang bukan sekadar soal skor, tapi soal harga diri, dukungan kepala daerah, dan tiket menuju final.
Piala Gubernur Sulawesi Selatan 2026 tahun ini memang berbeda. Panitia membagi persaingan di empat zona regional serentak.
- Zona Tengah, Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare
- Zona Utara: Lapangan Gaspa, Palopo
- Zona Timur: Lapangan Mappesangka, Bone
- Zona Selatan: Stadion Mini Turatea, Jeneponto
Dan dari Zona Timur, satu nama melesat. Bone Beramal FC. Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Bone ini lolos ke semifinal setelah menyingkirkan Pinrang lewat drama adu penalti 3-1, usai imbang 2-2 di waktu normal.
Atmosfer semifinal malam itu terasa istimewa. Di tribun VIP tertutup, terlihat Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman hadir langsung bersama ribuan suporter ber-jersey merah. Di sampingnya, Bupati Jeneponto Paris Yasir dengan pasukannya hijau, duduk berdampingan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Dua kepala daerah, satu gengsi.
Peluit dibunyikan, kedua tim langsung bermain terbuka.
Bone Beramal FC yang dimotori lini tengahnya mencoba membangun serangan rapi. Tekanan demi tekanan dibangun. Hasilnya, gol pembuka lahir. Skor 1-0 untuk Bone. Ribuan suporter Bone di tribun timur meledak.
Namun Jeneponto FC bukan tim sembarangan. Tertinggal membuat mereka meningkatkan intensitas. Sejumlah peluang tercipta, namun rapatnya pertahanan Bone masih mampu membendung hingga turun minum.
Setelah turun minum, pertandingan berubah menjadi neraka.
Jeneponto FC tampil lebih agresif, lebih bernafsu. Mereka menggempur. Dan akhirnya, pertahanan Bone jebol dua kali. Papan skor berbalik. 1-2 untuk Jeneponto. Hening seketika tribun Bone, bergemuruh tribun Jeneponto.
Di tengah tekanan, di tengah ribuan pasang mata, Bone bangkit. Dari sebuah skema tendangan bebas, bola lambung meluncur indah. Safar (26) dan Fahri (10) menjadi pahlawan. Dua gol balasan tercipta. Salah satunya lewat umpan tendangan bebas terukur yang disambar Fahri.
Skor 2-2 Stadion kembali meledak. Drama belum selesai. Jual beli serangan terus terjadi hingga peluit panjang berbunyi. Laga harus ditentukan lewat adu penalti.
Inilah panggung sang penjaga gawang. Ucok, kiper Bone Beramal FC, tampil gemilang bak tembok kokoh. Dua eksekusi pemain Jeneponto berhasil ia gagalkan. Tangan dinginnya menyelamatkan Bone.
Di kubu Bone, empat eksekutor tampil tanpa cela, sangat dingin di bawah tekanan ribuan penonton.
- Vebry (6) - Gol
- Rifaldi (25) - Gol
- Romario (20) - Gol
- Fahri (10) - Gol
Sontak, selebrasi tak terbendung. Pemain, official, dan tim medis berpelukan di tengah lapangan. Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman turun langsung ke lapangan, menyalami pemain.
“Alhamdulillah Bone Beramal FC berhasil lolos ke final,” ujar Andi Asman dengan wajah penuh haru di tengah riuhnya suporter.
Di final, Bone Beramal FC akan berhadapan dengan Sidrap FC, Senin (21/9/2026) di tempat yang sama, Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare. Laga yang dipastikan akan lebih panas.
Apakah Bone Beramal mampu membawa pulang Piala Gubernur ke Bumi Arung Palakka? Kita tunggu di final.