Nama “Orang di Belakang” Mulai Disebut, Kabid Humas Polda Sulsel Belum Beri Penjelasan
Bone, DNID.co.id — Penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar di Kabupaten Bone terus bergulir.
Setelah sebelumnya diduga pelansir berinisial J dipanggil terkait penangkapan ratusan jerigen solar di Kecamatan Kahu dan Awangpone, kini muncul informasi adanya pemanggilan terhadap R bersama sosok yang disebut sebagai “orang di belakangnya”.
Informasi tersebut diungkap sumber yang mengetahui perkembangan kasus tersebut. Menurutnya, pemanggilan itu dilakukan oleh pihak Polda Sulsel, namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait status maupun tujuan pemanggilan tersebut.
“Itu J pernah pulang, cuma pulang untuk na panggil saja R sama orang dibelakangnya. Bisa jadi itu orang yang modali R untuk beli solar di Pertamina,” ungkap sumber kepada DNID.co.id Kamis (7/5/2026).
Sumber itu menyebut, kehadiran sejumlah pihak yang dipanggil ke Polda Sulsel masih simpang siur. Belum diketahui apakah mereka hanya dimintai keterangan sebagai saksi atau ada langkah hukum lanjutan yang tengah diproses penyidik.
Situasi tersebut juga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, terlebih kasus dugaan penimbunan dan distribusi solar subsidi ilegal itu sebelumnya telah menjadi perhatian masyarakat serta nelayan di pesisir Bone.
Sejumlah nelayan dan supir supir truk sebelumnya mengaku lega setelah penangkapan ratusan jerigen solar subsidi karena distribusi BBM di SPBU mulai kembali normal dan jatah nelayan tidak lagi banyak terpotong oleh aktivitas pengepul.
Kini masyarakat menunggu sejauh mana keseriusan aparat dalam mengusut dugaan jaringan distribusi BBM subsidi tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak yang berperan sebagai pemodal atau pengendali distribusi solar subsidi di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, Kabid Humas Polda Sulsel yang dicoba dikonfirmasi terkait pemanggilan sejumlah nama dalam kasus tersebut belum memberikan respons.
Tim media masih terus berupaya melakukan konfirmasi dan menelusuri perkembangan penanganan kasus dugaan penyalahgunaan solar subsidi yang menyeret nama sejumlah pihak di Kabupaten Bone.
























