Keberadaan Satgas Dipertanyakan Setelah Dugaan Pelepasan Barang Bukti Mencuat Luas.

BANGKA SELATAN ,Dnid.Co.Id — Misteri pengamanan aset sitaan negara di kawasan Smelter PT Rajawali Rimba Perkasa (PT RRP) Sadai, Bangka Selatan, kembali mencuat. Tim  investigasi Media yang mendatangi lokasi pada Jumat (8/5/2026) justru mendapati Pos Satgas Sadai kosong tanpa aktivitas, di tengah munculnya dugaan pencurian hingga pelepasan barang bukti secara misterius.

Tim media awalnya datang untuk meminta konfirmasi langsung kepada pihak yang disebut sebagai Komandan Satgas Pos Sadai terkait berbagai dugaan praktik janggal dalam pengamanan aset negara di kawasan smelter tersebut. Namun, saat tiba di mes yang dikenal warga sebagai Pos Satgas Sadai, tepat di depan SPBU Jalan Protokol Pelabuhan Sadai, tidak satu pun anggota satgas ditemukan berada di lokasi.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan anggota satgas diduga telah meninggalkan lokasi sejak malam 5 Mei 2026. Kepergian itu disebut-sebut berkaitan dengan mencuatnya dugaan penangkapan pelaku pencurian dan pelepasan satu unit kendaraan yang sebelumnya sempat diamankan sebagai barang bukti.

Tim investigasi kemudian bergerak menuju gudang Smelter Rajawali. Namun kondisi gudang terlihat tertutup rapat dan terkunci dari luar, memunculkan pertanyaan baru terkait aktivitas pengamanan di area aset sitaan negara tersebut.

Penelusuran berlanjut ke rumah kos petugas keamanan yang berjaga di kawasan smelter. Di lokasi itu, wartawan bertemu dua petugas keamanan bernama Wasikin dan Jumari. Keduanya awalnya enggan memberikan keterangan terkait keberadaan satgas maupun dugaan pencurian yang disebut kerap terjadi di kawasan smelter Rajawali.

Setelah berbincang cukup lama, salah satu petugas keamanan akhirnya memberikan nomor kontak yang disebut milik anggota Satgas Pos Sadai. Petugas keamanan itu juga sempat menghubungi anggota satgas melalui sambungan telepon untuk menyampaikan bahwa ada pihak media yang ingin melakukan konfirmasi.

Namun, situasi berubah mendadak ketika anggota satgas mengetahui wartawan berada di lokasi bersama petugas keamanan. Sambungan telepon disebut langsung diputus.

Tak lama kemudian, petugas keamanan menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang disebut sebagai anggota satgas berinisial E. Isi pesan itu kemudian diperlihatkan kepada tim wartawan.

“Kalau ada media atau siapa pun yang tanya, bilang saja tidak tahu,” demikian bunyi pesan tersebut.

Pesan itu memperkuat dugaan adanya upaya menutup informasi terkait aktivitas di kawasan smelter yang kini menjadi sorotan publik.

Tim media kemudian mencoba menghubungi pihak lain yang diduga anggota Satgas Pos Sadai berinisial J untuk meminta konfirmasi langsung. Namun jawaban yang diberikan sangat singkat.

“Maaf pak, saya sedang berada di pulau, dan saat kejadian tersebut saya sedang tidak ada di tempat,” ujar J sebelum menutup sambungan telepon.

Situasi ini semakin memicu tanda tanya publik terkait pola kerja dan pengawasan terhadap satgas yang selama ini disebut bertugas mengamankan aset sitaan negara di kawasan Smelter Rajawali.

Sebelumnya, muncul dugaan adanya pelepasan kendaraan milik terduga pelaku pencurian, hingga isu telepon misterius yang disebut membuat anggota satgas mendadak meninggalkan lokasi.

Sebagaimana diketahui, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung sebelumnya telah menetapkan ratusan balok timah, pasir timah, dan material lainnya hasil penggeledahan di gudang PT Rajawali Rimba Perkasa sebagai barang sitaan negara.

Namun di lapangan, justru bermunculan dugaan praktik tertutup, mulai dari penangkapan tanpa proses hukum yang jelas, dugaan transaksi pelepasan kendaraan, hingga instruksi agar pihak tertentu bungkam saat dimintai keterangan oleh media.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satgas Pos Sadai maupun pihak terkait lainnya masih terus diupayakan untuk dikonfirmasi. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.

Simpan Gambar:

Sabtu, 9 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: @Red

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: TIM INVESTIGASI

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Palakka Tak Banyak Bicara, Tapi Persiapannya Mulai Jadi Sorotan Jelang Laga Besok di BBC 2026
Polres Bangka Barat Warning Penambang Laut Ilegal
Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Penghentian Sementara Alat Berat Demi Keselamatan Warga Anduriang
Rotasi Jabatan, Brigjen Nasri Ditunjuk Jadi Kapolda Sulteng Gantikan Irjen Endi Sutendi
Workshop Jurnalistik SMA Negeri 6 Jeneponto, Siswa Dilatih Reportase dan Wawancara
KODERSI 2024 Jadi Benteng Hadapi Gugatan Medik
Hangga Bongkar Bahaya Sengketa Medik Rumah Sakit
Pemkab Bantaeng Minta Maaf Tak Bisa Fasilitasi Bus JCH Tahun Ini, Anggaran Dipangkas Pusat
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:16 WITA

Palakka Tak Banyak Bicara, Tapi Persiapannya Mulai Jadi Sorotan Jelang Laga Besok di BBC 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:00 WITA

Polres Bangka Barat Warning Penambang Laut Ilegal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:15 WITA

Pemkab Padang Pariaman Tegaskan Penghentian Sementara Alat Berat Demi Keselamatan Warga Anduriang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 21:28 WITA

Keberadaan Satgas Dipertanyakan Setelah Dugaan Pelepasan Barang Bukti Mencuat Luas.

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:35 WITA

Workshop Jurnalistik SMA Negeri 6 Jeneponto, Siswa Dilatih Reportase dan Wawancara

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:12 WITA

KODERSI 2024 Jadi Benteng Hadapi Gugatan Medik

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:52 WITA

Hangga Bongkar Bahaya Sengketa Medik Rumah Sakit

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:58 WITA

Pemkab Bantaeng Minta Maaf Tak Bisa Fasilitasi Bus JCH Tahun Ini, Anggaran Dipangkas Pusat

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Polres Bangka Barat Warning Penambang Laut Ilegal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:00 WITA