Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi Warga Sudipayung
Peserta mengikuti sesi diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan sampah rumah tangga dalam kegiatan edukasi yang digelar mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 209 UIN Walisongo Semarang di Desa Sudipayung
KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 Posko 209 UIN Walisongo Semarang mengedukasi warga Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, tentang pemilahan sampah dan pembuatan kompos rumah tangga. Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK tersebut digelar sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong masyarakat mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
Program yang dilaksanakan di kawasan Balai Desa Sudipayung itu merupakan respons terhadap kondisi desa yang tidak lagi mendapatkan layanan pengangkutan sampah. Situasi tersebut mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya, yakni lingkungan rumah tangga.
Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal dalam mengurangi timbunan sampah. Sampah organik, seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur, dapat diolah kembali menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk alami.
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan pemaparan mengenai pentingnya pemilahan sampah dan manfaat pengelolaan sampah bagi lingkungan. Materi tersebut disampaikan oleh mahasiswa KKN, Wilsa Dara Sholihati.
Dalam pemaparannya, Wilsa menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak harus dimulai dengan langkah yang rumit. Menurutnya, perubahan kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan.
“Melalui edukasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari rumah. Langkah sederhana seperti memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman. Harapannya, kebiasaan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Sudipayung sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Wilsa.
Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik pembuatan kompos yang dipandu oleh Fathia Rahma Khairunnisa. Para peserta mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di rumah.
Mulai dari proses persiapan bahan, pencampuran, hingga perawatan selama proses penguraian, seluruh tahapan diperagakan secara langsung. Metode praktik dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ketua PKK Desa Sudipayung mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang saat ini dihadapkan pada persoalan pengelolaan sampah rumah tangga.
“Edukasi ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Sudipayung. Masyarakat menjadi memiliki pengetahuan untuk mengelola sampah secara mandiri. Kami berharap ilmu yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo dapat diterapkan di setiap rumah sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 209 UIN Walisongo berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan PKK diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. Selain mengurangi volume sampah, pemanfaatan kompos juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Kompos, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Edukasi Warga Sudipayung
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
KENDAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) ke-22 Posko 209 UIN Walisongo Semarang mengedukasi warga Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, tentang pemilahan sampah dan pembuatan kompos rumah tangga. Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu PKK tersebut digelar sebagai upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong masyarakat mengelola limbah rumah tangga secara mandiri.
Program yang dilaksanakan di kawasan Balai Desa Sudipayung itu merupakan respons terhadap kondisi desa yang tidak lagi mendapatkan layanan pengangkutan sampah. Situasi tersebut mendorong masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari sumbernya, yakni lingkungan rumah tangga.
Mahasiswa KKN memperkenalkan konsep pemilahan sampah organik dan anorganik sebagai langkah awal dalam mengurangi timbunan sampah. Sampah organik, seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur, dapat diolah kembali menjadi kompos yang bermanfaat sebagai pupuk alami.
Kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta itu dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi dengan pemaparan mengenai pentingnya pemilahan sampah dan manfaat pengelolaan sampah bagi lingkungan. Materi tersebut disampaikan oleh mahasiswa KKN, Wilsa Dara Sholihati.
Dalam pemaparannya, Wilsa menekankan bahwa pengelolaan sampah tidak harus dimulai dengan langkah yang rumit. Menurutnya, perubahan kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan.
“Melalui edukasi ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk memulai pengelolaan sampah dari rumah. Langkah sederhana seperti memilah sampah dan mengolah sampah organik menjadi kompos dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi tanaman. Harapannya, kebiasaan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat Desa Sudipayung sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Wilsa.
Pada sesi kedua, peserta mengikuti praktik pembuatan kompos yang dipandu oleh Fathia Rahma Khairunnisa. Para peserta mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan kompos menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di rumah.
Mulai dari proses persiapan bahan, pencampuran, hingga perawatan selama proses penguraian, seluruh tahapan diperagakan secara langsung. Metode praktik dipilih agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri.
Kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan sekaligus berbagi pengalaman terkait pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ketua PKK Desa Sudipayung mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang saat ini dihadapkan pada persoalan pengelolaan sampah rumah tangga.
“Edukasi ini sangat bermanfaat bagi ibu-ibu PKK dan masyarakat Desa Sudipayung. Masyarakat menjadi memiliki pengetahuan untuk mengelola sampah secara mandiri. Kami berharap ilmu yang diberikan oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo dapat diterapkan di setiap rumah sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 209 UIN Walisongo berharap masyarakat dapat menerapkan kebiasaan memilah dan mengolah sampah secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan PKK diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik. Selain mengurangi volume sampah, pemanfaatan kompos juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.