Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya
Sahira tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kedua orang tuanya yang telah meninggal. Mendengar impian sederhana sang siswi, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman langsung merespons dan memberikan perhatian khusus kepadanya.
Bone, DNID.co.id – Suasana pembukaan Talenta Fair Jilid II di SMAN 3 Bone mendadak berubah haru ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., berbincang langsung dengan dua siswa yang kehilangan kedua orang tuanya.
Keduanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bone, Sahira dan Aditya. Di tengah kemeriahan kegiatan pelajar di Lapangan Basket SMAN 3 Bone, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7/10/2026), perhatian Bupati Andi Asman tertuju kepada kondisi kedua anak tersebut.
Saat berbincang dengan Sahira, Andi Asman menanyakan keberadaan ayah dan ibunya.
Dengan suara lirih, Sahira menjawab bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Pertanyaan berikutnya tentang kepada siapa dirinya tinggal membuat suasana semakin mengharukan. Sahira tak banyak menjawab dan hanya menangis.
Andi Asman kemudian mencoba menggali apa yang menjadi keinginan atau impian Sahira.
Jika suatu saat kedua orang tuanya masih ada, apa yang paling ingin dimiliki?
Jawaban Sahira sederhana, tetapi langsung mendapat respons dari Bupati Bone.
Ia menginginkan sebuah sepeda motor.
Andi Asman kemudian menawarkan pilihan yang tidak menggunakan bahan bakar minyak.
“Motor apa? Motor tidak pakai bensin. Oke, saya kasih satu motor listrik,” ujar Andi Asman.
Respons spontan tersebut membuat suasana menjadi penuh haru. Bantuan itu diberikan bukan sekadar untuk memenuhi keinginan, tetapi diharapkan dapat membantu aktivitas Sahira dan Aditya dalam menjalani pendidikan.
Andi Asman bahkan meminta agar motor listrik tersebut tidak dijual.
“Saya kasih motor listrik. Saya larang dijual dan kelak bisa dipakai usaha,” katanya.
Bupati: Kalau Ada Kebutuhan Sekolah, Cari Saya
Di hadapan siswa, Andi Asman juga menyampaikan pesan bahwa kedua anak tersebut tidak perlu merasa berjalan sendiri.
Ia meminta mereka tidak ragu menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan.
“Kalau ada kita butuhkan soal sekolah, cari saya. Ini orang tua ta sebagai Bupati Bone, wajib menjadi orang tua mereka,” tutur Andi Asman.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam pembukaan Talenta Fair Jilid II. Di tengah tugasnya sebagai kepala daerah, Andi Asman menunjukkan perhatian langsung kepada persoalan pendidikan dan kondisi sosial yang dihadapi pelajar.
Bantuan motor listrik tersebut diberikan setelah kedua siswa mendapat kesempatan menyampaikan kebutuhan mereka untuk menunjang aktivitas sekolah.
Selain untuk mobilitas, Andi Asman berharap bantuan itu ke depan dapat dimanfaatkan sebagai sarana produktif sehingga memiliki nilai ekonomi bagi penerimanya.
Setelah memberikan perhatian kepada kedua siswa tersebut, Bupati Bone kemudian membuka secara resmi Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Andi Asman, didampingi Kepala SMAN 3 Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Talenta Fair Jilid II diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, MA, SMP hingga MTs.
Menurut Andi Asman, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarsekolah sekaligus mengembangkan bakat dan potensi generasi muda.
Ia meminta seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap mengedepankan sportivitas.
Andi Asman juga mengingatkan para juri agar menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh pertandingan dapat berlangsung objektif dan adil.
“Ini menjadi ajang untuk silaturahmi dalam bertanding secara sportif, terlebih bagi para juri agar profesional,” ujarnya.
Talenta Fair Jilid II pun diharapkan tidak hanya melahirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar Kabupaten Bone untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri dan memperluas persahabatan.
Di balik kemeriahan perlombaan tersebut, perhatian Bupati Bone kepada Sahira dan Aditya menjadi salah satu momen yang memberi warna berbeda dalam kegiatan.
Sebuah bantuan yang berawal dari pertanyaan sederhana tentang impian seorang anak yatim, kemudian diwujudkan menjadi sepeda motor listrik untuk mendukung langkah mereka melanjutkan pendidikan.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Terharu Dengar Impian Anak Yatim, Bupati Bone Langsung Wujudkan Keinginan Sahira dan Aditya
KAMIS, 8 OKTOBER 2026
Sahira tak kuasa menahan tangis saat menceritakan kedua orang tuanya yang telah meninggal. Mendengar impian sederhana sang siswi, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman langsung merespons dan memberikan perhatian khusus kepadanya.
Bone, DNID.co.id – Suasana pembukaan Talenta Fair Jilid II di SMAN 3 Bone mendadak berubah haru ketika Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., berbincang langsung dengan dua siswa yang kehilangan kedua orang tuanya.
Keduanya merupakan siswa-siswi SMAN 3 Bone, Sahira dan Aditya. Di tengah kemeriahan kegiatan pelajar di Lapangan Basket SMAN 3 Bone, Jalan Gatot Subroto, Rabu (7/10/2026), perhatian Bupati Andi Asman tertuju kepada kondisi kedua anak tersebut.
Saat berbincang dengan Sahira, Andi Asman menanyakan keberadaan ayah dan ibunya.
“Bapak sama ibu di mana?” tanya Andi Asman.
Dengan suara lirih, Sahira menjawab bahwa kedua orang tuanya telah meninggal dunia.
Pertanyaan berikutnya tentang kepada siapa dirinya tinggal membuat suasana semakin mengharukan. Sahira tak banyak menjawab dan hanya menangis.
Andi Asman kemudian mencoba menggali apa yang menjadi keinginan atau impian Sahira.
Jika suatu saat kedua orang tuanya masih ada, apa yang paling ingin dimiliki?
Jawaban Sahira sederhana, tetapi langsung mendapat respons dari Bupati Bone.
Ia menginginkan sebuah sepeda motor.
Andi Asman kemudian menawarkan pilihan yang tidak menggunakan bahan bakar minyak.
“Motor apa? Motor tidak pakai bensin. Oke, saya kasih satu motor listrik,” ujar Andi Asman.
Respons spontan tersebut membuat suasana menjadi penuh haru. Bantuan itu diberikan bukan sekadar untuk memenuhi keinginan, tetapi diharapkan dapat membantu aktivitas Sahira dan Aditya dalam menjalani pendidikan.
Andi Asman bahkan meminta agar motor listrik tersebut tidak dijual.
“Saya kasih motor listrik. Saya larang dijual dan kelak bisa dipakai usaha,” katanya.
Bupati: Kalau Ada Kebutuhan Sekolah, Cari Saya
Di hadapan siswa, Andi Asman juga menyampaikan pesan bahwa kedua anak tersebut tidak perlu merasa berjalan sendiri.
Ia meminta mereka tidak ragu menyampaikan kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikan.
“Kalau ada kita butuhkan soal sekolah, cari saya. Ini orang tua ta sebagai Bupati Bone, wajib menjadi orang tua mereka,” tutur Andi Asman.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang mendapat perhatian dalam pembukaan Talenta Fair Jilid II. Di tengah tugasnya sebagai kepala daerah, Andi Asman menunjukkan perhatian langsung kepada persoalan pendidikan dan kondisi sosial yang dihadapi pelajar.
Bantuan motor listrik tersebut diberikan setelah kedua siswa mendapat kesempatan menyampaikan kebutuhan mereka untuk menunjang aktivitas sekolah.
Selain untuk mobilitas, Andi Asman berharap bantuan itu ke depan dapat dimanfaatkan sebagai sarana produktif sehingga memiliki nilai ekonomi bagi penerimanya.
Setelah memberikan perhatian kepada kedua siswa tersebut, Bupati Bone kemudian membuka secara resmi Talenta Fair Jilid II SMAN 3 Bone.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang oleh Andi Asman, didampingi Kepala SMAN 3 Bone dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.
Talenta Fair Jilid II diikuti peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMA, SMK, MA, SMP hingga MTs.
Menurut Andi Asman, kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ruang kompetisi bagi pelajar, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat silaturahmi antarsekolah sekaligus mengembangkan bakat dan potensi generasi muda.
Ia meminta seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap mengedepankan sportivitas.
Andi Asman juga mengingatkan para juri agar menjalankan tugas secara profesional sehingga seluruh pertandingan dapat berlangsung objektif dan adil.
“Ini menjadi ajang untuk silaturahmi dalam bertanding secara sportif, terlebih bagi para juri agar profesional,” ujarnya.
Talenta Fair Jilid II pun diharapkan tidak hanya melahirkan kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi para pelajar Kabupaten Bone untuk menunjukkan kemampuan, membangun kepercayaan diri dan memperluas persahabatan.
Di balik kemeriahan perlombaan tersebut, perhatian Bupati Bone kepada Sahira dan Aditya menjadi salah satu momen yang memberi warna berbeda dalam kegiatan.
Sebuah bantuan yang berawal dari pertanyaan sederhana tentang impian seorang anak yatim, kemudian diwujudkan menjadi sepeda motor listrik untuk mendukung langkah mereka melanjutkan pendidikan.