Kampus Di Makassar Diduga Gunakan Dokumen Palsu Saat Pembebasan Lahan

Foto: Universitas Muhammadiyah Makassar, Sumber: Dok. Unimuh.ac.id

Foto: Universitas Muhammadiyah Makassar, Sumber: Dok. Unimuh.ac.id

Makassar, BeritaQ.com – Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar diduga menggunakan dokumen palsu dalam proses pembebasan lahan.

 

Hal tersebut diungkap ahli waris dari pemilik lahan yang mengaku tidak dilibatkan dalam proses pembayaran saat transaksi yang dilakukan oleh pihak Unismuh makassar.

 

kuasa hukum ahli waris, Amiruddin menyampaikan pihaknya akan segera melayangkan surat somasi kepada pihak Universitas Muhammadiyah Makassar terkait adanya lahan seluas 4.800 Meter persegi yang dikuasai tanpa adanya transaksi dengan pemilik lahan.

 

“Kami dari kuasa hukum ahli waris dari pemilik lahan Almarhumah Manidja akan segera melayangkan somasi kepada Unismuh . Karena berdasarkan surat yang kami miliki serta penjelasan dari ahli waris, lahan 4.800 meter persegi itu belum dibeli atau dibayarkan oleh pihak kampus, ” ungkap Amiruddin, selasa (22/3/2022).

 

Amiruddin juga mengungkapkan bahwa kliennya sudah memiliki dokumen lengkap terkait kepemilikan lahan di dalam area kampus Unismuh Makassar.

 

“Klien kami mengantongi surat IPEDA Persil no. 53 S II kohir no. 326 CI dengan luas 4.800 meter persegi atas nama Manidja berdasarkan surat keterangan yang dikeluarkan oleh An. Kepala kantor pertanahan kota Makassar Cq. Kepala seksi pengukuran dan pendaftaran tanah An. Taufik, SH pada tanggal 26 Nopember 2002,” paparnya sambil menunjukkan administrasi.

 

Ketua DPC PERSADI Kota Makassar itu juga mengatakan akan menempuh jalur hukum apabila pihak kampus Universitas Muhammadiyah Makassar tidak memberikan respon dan menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan perkara lahan yang bermasalah dan sekarang digunakan sebagai tempat proses pendidikan. Amiruddin juga meminta kepada pihak kampus agar semua surat yang muncul di atas tanah tersebut dibatalkan demi hukum karena dianggap cacat prosedur.

 

“Itikad baik dari Unismuh kami nantikan. Apalagi lahan itu digunakan untuk proses pendidikan. Kalau tidak ada respon, kami akan bawa ke ranah hukum karena ada indikasi tindak pidana, ” tegasnya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 22 Maret 2022

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali
Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan
Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta
Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol
Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 18:00 WITA

Dua Tahanan Polres Bulukumba Kabur Saat Salat Duhur, Satu Berhasil Ditangkap Kembali

Senin, 2 November 2026 - 12:10 WITA

Kasus Tanah Sadiq Belum Tuntas Sejak 2022, Unit Tahbang Polrestabes Makassar Buka Suara soal Tersangka Tak Ditahan

Senin, 2 November 2026 - 11:12 WITA

Kadus dan Rekannya Diduga Tipu Warga Bantaeng dengan Modus Titip Mobil, Korban Rugi Puluhan Juta

Senin, 2 November 2026 - 08:45 WITA

Terekam CCTV, Maling Kabel Penerangan Jalan di Bantaeng Diringkus Polisi: Duitnya Buat Sabu dan Judol

Minggu, 1 November 2026 - 20:19 WITA

Kasus Tanah Mandek Sejak 2022, Sadiq Pertanyakan Tersangka Bebas yang Diduga Hendak Jual Objek Sengketa

Berita Terbaru

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA

Serba-Serbi

4 Ultimatum FSPGI untuk Epson, Ancam Boikot Produk

Selasa, 3 Nov 2026 - 00:52 WITA