Sehari Jelang Pencoblosan Pilkada Serentak,Masih Ada Warga Makassar Belum Menerima C6

Makassar,DNID.co.id – Hari pemungutan suara pilkada serentak kini di depan mata, digelar rabu besok 27 November 2024, mulai pukul 07.00 Wita. Pemilih yang namanya tercatat di daftar pemilih tetap (DPT) akan mendapatkan undangan mencoblos atau formulir C6.

Namun,sehari menjelang pemungutan suara pilkada serentak di Kota Makassar, Selasa (26/11/2024), masih ada beberapa warga di Kota Makassar yang belum menerima undangan memilih atau formulir C6.

Menjawab hal ini,Ketua PPK Kecamatan Mamajang,Rifaldi Pratama mengakui, proses distribusi undangan atau formulir C6 kepada pemilih masih dalam proses. Namun, sebagian besar sudah tersalurkan kepada warga.

“Masih berjalan proses pembagian undangan, mungkin ada alamat tidak sesuai” kata Rifaldi.

Sesuai jadwal, pembagian undangan masih dimungkinkan sampai sehari sebelum pemungutan suara pada 27 Nopember 2024.

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Tallo, Abdul Hamid juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Petugas KPPS masih terus berjibaku berburu dengam waktu untuk membagikan kertas Undangan Model C6.

” Petugas KPPS hingga detik ini berdasarkan pantauan kami masih berjalan ke rumah rumah warga mengantarkan undangan pemilihnya” kata Abdul Hamid,

Namun,jika ada warga yang sampai hari pencoblosan belum memperoleh undangan model C6, Maka pihak KPU memberikan solusi, bahwa sepanjang terdaftar dalam daftar pemilih, warga tetap dapat menggunakan hak pilihnya.

Menurut Abdul Hamid, Seluruh undangan yang tidak sampai ke warga, karena kendala tertentu, akan dilaporkan oleh KPPS kepada PPS kelurahan masing masing.

“Seluruh undangan yang tersisa yang belum sampai ke warga, akan dititip di TPS dimana warga akan memilih, sehingga warga bisa mendapatkannya sebelum mencoblos” kata Abdul Hamid.

Sementara itu Pihak KPU menegaskan, warga tetap bisa memilih dengan menunjukkan e-KTP saat berada di TPS masing-masing Kecamatan atau Kelurahan, boleh membawa e-KTP atau dokumen kependudukan lainnya yang sudah melakukan perekaman di Dukcapil, menunjukkan ke petugas ketika hendak melakukan pencoblosan di TPS.

Aturan KPU menyebutkan : Dalam hal pemilih tidak dapat undangan, bisa menunjukkan KTP-el atau suket pemilih kependudukan yang memuat identitas diri bahwa sudah syarat agar bisa nyoblos bagi warga yang belum masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) ataupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Warga yang belum masuk DPT atau DPTb bakal masuk kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK). Karena jumlah DPK baru diketahui pada hari pencoblosan (di hari H pemungutan suara)

Diketahui, selama nama pemilih terdaftar di tempat pemungutan suara (TPS) maka tetap bisa mengikuti proses pemungutan suara. Untuk memastikan lokasi TPS, pemilih dapat mengecek secara online melalui situs yang disiapkan KPU.

 

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 26 November 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi
Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor
Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 18:51 WITA

Bendahara Umum Badko HMI Sulsel Tegas Tolak Pembangunan Barak Yonif TP, Soroti Ancaman Konflik Agraria dan Supremasi Sipil

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:58 WITA

Judi Sabung Ayam di Tamalate Makassar Diduga Dilindungi Oknum Polisi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 03:37 WITA

Diduga Ada Pungutan Iuran Sampah Melalui Rekening Pribadi Lurah Butung di Kota Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:20 WITA

Elektabilitas Prabowo Merosot dari 34,9% ke 9,8% dalam Setahun, MBG-KDMP Jadi Salah Satu Faktor

Selasa, 20 Oktober 2026 - 17:27 WITA

Ketua Demokrat Maros Dukung Appi Jadi Calon Tunggal Ketua Demokrat Sulsel

Berita Terbaru