Terlambat 1 Menit, Pasien BPJS Ditolak Berobat dan Diintimidasi Oknum Nakes PKM Bontomarannu Gowa

DNID.CO.ID-Gowa- Pelayanan kesehatan di Puskesmas Bontomarannu, Kabupaten Gowa, kembali menuai sorotan. Seorang ibu rumah tangga berinisial AR (34), warga Kecamatan Pattallassang, mengaku mendapat perlakuan tidak pantas dari oknum tenaga kesehatan (Nakes) saat hendak berobat bersama anaknya yang masih berusia 4 tahun.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (13/12/2025) pagi, sekitar pukul 11.01 WITA. AR datang ke Puskesmas Bontomarannu untuk mendapatkan pelayanan medis. Ia tercatat sebagai pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas tersebut.

“Saya berdua sama anakku ke Puskesmas. Saya bilang, ‘Dok, masih bisaji mendaftar?‘ Karena saya lihat masih jam 11 lewat 1 menit, siapa tahu ada kebijakan, apalagi datang ka dari jauh,” ujar AR saat menceritakan kejadian tersebut kepada awak media.

Namun harapan AR untuk mendapat sedikit kebijakan justru berujung penolakan. Ia mengaku langsung ditolak oleh petugas loket tanpa ruang kompromi.

“Gak bisami Bu, jam 11 lewat 2 menit mi,” kata AR menirukan ucapan oknum Nakes di bagian pendaftaran.

AR sempat memohon agar tetap dibantu, mengingat tidak ada lagi pasien setelahnya dan keterlambatan terjadi karena kondisi jalan yang macet oleh truk.

“Saya bilang, tolongki dibantu, cuma satu menit ji terlambat, di jalan banyak truk,” katanya.

Alih-alih mendapat solusi, AR justru diarahkan berpindah-pindah. Dari loket pendaftaran, ia diminta menemui Dokter umum, lalu diarahkan lagi ke Poli Anak.

“Dokter umum suruhka ke poli anak dulu,” jelasnya.

Di Poli Anak, AR sempat berharap ada titik terang. Dokter atau Nakes di poli tersebut bahkan sempat berkoordinasi dengan bagian pendaftaran di depan.

“Setelah ketemu dokter anak, dia suruhka kembali lagi ke bagian pendaftaran untuk koordinasi. Tapi pas kembali, tetap saja ditolak,” ungkap AR.

Situasi tersebut membuat AR kelelahan, baik secara fisik maupun mental. Ia mengaku mendapat ucapan yang dianggap tidak pantas dan merendahkan dari oknum nakes.

“Nakes bilang, ‘Kenapa ki lama Bu, naik apaki memang Bu?’ Padahal sakit ka ini. Dikasi begitu ka,” tuturnya dengan nada kecewa.

Dalam kondisi emosi dan menahan sakit, AR mengaku sempat memukul meja. Saat ia meminta nama dokter atau nakes yang melayaninya, situasi justru memanas.

“Akhirnya saya spontan pukul meja karena emosi. Saya tanya nama Dokternya atau Nakesnya, malah ada Dokter atau Nakes mau memukul saya pakai buku pendaftaran. Ada ji itu CCTV-nya pak,” tegasnya.

Oknum Nakes di PKM Bontomarannu hendak memukul calon pasien BPJS. (Foto:AR)

Berdasarkan papan informasi resmi yang terpasang di Puskesmas Bontomarannu, jam kerja puskesmas berlangsung Senin–Sabtu pukul 07.30–14.00 WITA, sementara jam pelayanan loket pendaftaran untuk hari Sabtu adalah 07.30–11.00 WITA.

AR mengaku sangat kecewa dengan pelayanan yang diterimanya. Ia juga menyebut keluhan serupa bukan kali pertama terjadi.

“Dari dulu ji memang itu Puskesmas Bontomarannu. Kacau sekali pak, main HP ji terus, kasar sekali, rewa-rewa deh. Beda kalau Puskesmas Pattallassang, pernah ka antar temanku di situ, bagus sekali pelayanannya, pasien dibantu,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bontomarannu maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang kini ramai diperbincangkan masyarakat.

Kasus ini kembali membuka diskusi publik tentang akses dan kualitas pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Gowa, khususnya bagi masyarakat kecil yang bergantung pada layanan BPJS. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Gowa segera melakukan evaluasi dan pembenahan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Sabtu, 13 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Daeng Sunu

Editor: Kingzhee

Sumber Berita: Wawancara Narasumber dan Video Viral

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya
Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam
Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi
Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung
Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara
Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah
Berita ini 697 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:16 WITA

Aliansi Mahasiswa Pemuda Demo DLH, Dugaan Pelanggaran Lingkungan Limbah MBG Tamanroya

Senin, 2 November 2026 - 18:40 WITA

Tersembunyi di Kotak Rokok dan Kardus Lampu, Begini Cara Polisi Bongkar Kasus Sabu di Bangka Barat

Senin, 2 November 2026 - 14:11 WITA

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dipastikan Buka Rakernas III PJS di Batam

Senin, 2 November 2026 - 11:16 WITA

Polisi Hadir, Ancaman Lalu Lintas Pelajar Diantisipasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WITA

Mengapa Maslih Jadi Tersangka tetapi Tidak Ditahan, Ini Penjelasan Kapolres Belitung

Minggu, 1 November 2026 - 19:23 WITA

Kasus BBM Belitung Memanas, Polisi Akhirnya Buka Suara

Minggu, 1 November 2026 - 17:02 WITA

Sengketa Lahan Pantai Takari: Ahli Waris Ajukan PK ke Mahkamah Agung, Soroti Dugaan Mafia Tanah

Berita Terbaru

Kriminal Hukum

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:28 WITA

Serba-Serbi

KBPBI Seret Nama Presiden Direktur Epson di Kasus Staycation

Selasa, 3 Nov 2026 - 01:33 WITA