Masyarakat Lingkar Tambang kembali Berunjuk Rasa Tuntut Menteri ESDM Cabut IUP CV Hadap Karya Mandiri

Enrekang,DNID.co.id — Ribuan warga yang mengatasnamakan Masyarakat  Lingkar Tambang kembali turun ke jalan menyuarakan aspirasinya menolak kehadiran tambang CV Hadap Karya Mandiri.

Aksi kali kelima yang digelar ini merupakan bentuk penolakan rencana tambang emas dan meminta Izin Usaha Pertambangan( IUP) CV. Hadap Karya Mandiri di cabut oleh kementerian ESDM yang di gelar di gedung DPRD Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, Rabu (24/12/2025).

Ribuan warga yang turun berunjuk rasa ini sebagai bukti sejarah massa terbesar yang melakukan aksi demonstrasi di bumi Massenrempulu. Mulai dari anak-anak, pemuda sampai kalangan lansia hadir dengan raut muka ketakutan jika tambang emas di paksakan beroprasi dengan mengabaikan dampak besar yang berpotensi terjadi.

Dalam orasinga, jendral lapangan Sul menyampaikan bahwa,  masyarakat sudah secara jelas menolak adanya tambang emas dan tidak ingin membebaskan lahannya tapi seolah-olah Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Enrekang mengabaikan aspirasi masyarakat yang sangat berharap besar kepada mereka untuk menjadi kaki tangan berjuang bersama masyarakat.

Masyarakat lingkar tambang sudah ke lima kalinya mereka turun dengan narasi cabut IUP CV Hadap Karya Mandiri dan usir investor dari bumi Massenrempulu karna masyarakat dari hasil pertanian dan berternak sudah merasa cukup serta  tidak menginginkan adanya tambang emas di wilayahnya.

“Kami sebagai masyarakat dari 4 desa 1 kelurahan tentu kecewa atas ketidakpedulian Pemerintah Daerah Dan Legislatif atas aspirasi masyarakat yang seolah-olah terabaikan dan tidak diakomodasi sebagaimana yang diharapkan masyarakat  lingkar tambang,“ ucap Sul.

Sul menambahkan, sudah jelas yang menjadi acuan warga seperti dampak lingkungan, pencemaran udara, dampak sosial , pencemaran air dan juga terdapat 2 cakar budaya serta penolakan warga dengan melalui surat pernyataan tanda tangan yang diberikan kepada eksekutif dan legislatif.

Menurutnya, terdapat juga berbagai pelanggaran administrasi dan prosedur yang dilakukan oleh pemilik cv hadap karya mandiri mulai dari izin lingkungan yang sudah kadaluwarsa , tidak adanya sosialisasi ke masyarakat  dan tidak memiliki RKAB serta tidak memiliki kajian mitigasi dampak lingkungan oleh Pemerintah daerah dan semua anggota DPRD dengan tegas menolak adanya tambang yang sudah sepantasnya di cabut oleh menteri ESDM melalui dukungan legislatif dan eksekutif.

“Kami tidak akan pernah berhenti menggaungkan penolakan sampai IUP CV hadap karya mandiri di cabut dan jangan salahkan kan warga kalau bertindak arogan di kemudian hari, ketika mereka sudah jenuh seolah-olah tidak punya Bupati dan wakil rakyat yang mereka sangat harapkan menjadi ujung tombak menindaklanjuti aspirasi aliansi lingkar tambang”jelasnya.

Simpan Gambar:

Kamis, 25 Desember 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

PT PMM Buka Suara: Tidak Ada Penahanan, Hanya Verifikasi Kadar Sesuai Regulasi
Oknum Anggota DPRD Gowa Diduga Terlibat Miliki Alat Tambang Galian C Ilegal di Pa’bentengan
Viral Tangkap Lepas Dua Remaja, Satnarkoba Polres Maros Bantah Terima Uang
Jumat Bersih, Bupati Bantaeng Keliling dan Turun Langsung Bersihkan Lingkungan
Satnarkoba Polres Maros Tangkap Lepas Dua Remaja Diduga Bayar Rp75 Juta
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bantaeng Salurkan Benih Unggul ke Petani Lokal
Bupati Bantaeng Buka Peluang Kerja dan Investasi Lewat Kerjasama Internasional
Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:38 WITA

Oknum Anggota DPRD Gowa Diduga Terlibat Miliki Alat Tambang Galian C Ilegal di Pa’bentengan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:45 WITA

Viral Tangkap Lepas Dua Remaja, Satnarkoba Polres Maros Bantah Terima Uang

Sabtu, 18 April 2026 - 13:17 WITA

Jumat Bersih, Bupati Bantaeng Keliling dan Turun Langsung Bersihkan Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 - 10:16 WITA

Satnarkoba Polres Maros Tangkap Lepas Dua Remaja Diduga Bayar Rp75 Juta

Jumat, 17 April 2026 - 19:03 WITA

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bantaeng Salurkan Benih Unggul ke Petani Lokal

Jumat, 17 April 2026 - 17:12 WITA

Bupati Bantaeng Buka Peluang Kerja dan Investasi Lewat Kerjasama Internasional

Kamis, 16 April 2026 - 22:28 WITA

Sidang Pembunuhan Sopir Angkot Bulukumba Ditunda, Tuntutan Dibacakan 27 April

Kamis, 16 April 2026 - 22:16 WITA

Satresnarkoba Polres Poso dan Babinsa Berhasil Ringkus Dua Pengedar Sabu di Desa Tangkura

Berita Terbaru

Dua peserta MTQ memperlihatkan medali yang diraih usai penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros, Sabtu (19/4/2026). Di tengah euforia kemenangan, capaian Kafilah Bone tanpa medali emas menjadi sorotan tajam dan bahan evaluasi serius pembinaan.

Serba-Serbi

Nol Emas di MTQ Sulsel, Bone Terjun Bebas dan Pembinaan Dipertanyakan

Senin, 20 Apr 2026 - 14:37 WITA