Safari Parfum Ramaikan Bazar Ramadan Al-Markaz al-islami Destinasi Favorit Pencinta Wewangian

Makassar,DNID.co.id – Bazar Ramadan tahun ini kembali menghadirkan kejutan menarik bagi para pengunjung. Salah satu brand parfum yang cukup dikenal, Safari Parfum, resmi kembali berpartisipasi dengan membuka enam stand sekaligus untuk menyambut antusiasme masyarakat selama bulan suci Ramadan, Sabtu (28/02/2026).

Partisipasi ini menjadi ke 12 kali Safari Parfum meramaikan Bazar Ramadan, setelah sebelumnya sukses menarik perhatian pengunjung dengan koleksi wewangian premium berharga terjangkau.

Tahun ini, kehadiran enam stand sekaligus menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap produk-produk parfum yang ditawarkan.

Pegawai Safari Parfum Tiwi menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momentum spesial untuk berbagi kebahagiaan melalui aroma yang berkesan.

“Kami ingin memberikan pengalaman belanja parfum yang lebih nyaman dan mudah dijangkau. Dengan enam stand, pengunjung tidak perlu mengantre terlalu lama dan bisa langsung mencoba berbagai varian aroma favorit,” ujarnya.

Beragam koleksi unggulan ditampilkan, mulai dari aroma fresh, floral, hingga woody yang cocok digunakan untuk aktivitas harian maupun momen spesial Lebaran. Selain itu, Safari Parfum juga menghadirkan celana panjang pria dan karpet Malaysia harga murah.

Suasana stand Safari Parfum terlihat di 9 Ramdan belum ramai sejak hari pertama pembukaan bazar. Masih terlihat sepi pengunjung memanfaatkan kesempatan ini untuk mencari parfum baru sebagai pelengkap penampilan saat Hari Raya atau sebagai hadiah untuk keluarga dan kerabat.

Kehadiran Safari Parfum di Bazar Ramadan tidak hanya menambah semarak acara, tetapi juga menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta wewangian.

“Dengan konsep stand yang lebih luas dan pelayanan ramah, brand ini optimis dapat memberikan pengalaman belanja yang lebih maksimal bagi para pengunjung tahun ini,”tutup Wiwi selaku karyawan Safari Parfum.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Minggu, 1 Maret 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Safari Parfum

Penanggung Jawab: Ir Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

HUT Makassar Berbagi Manfaat, Pemkot Salurkan Sembako Murah bagi Warga, Cukup Bayar Rp63 Ribu
Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri
Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas
Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa
Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar
Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:00 WITA

HUT Makassar Berbagi Manfaat, Pemkot Salurkan Sembako Murah bagi Warga, Cukup Bayar Rp63 Ribu

Selasa, 3 November 2026 - 20:09 WITA

Kejar Pangsa Pasar 20%, ASBISINDO Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Skala Industri

Selasa, 3 November 2026 - 13:46 WITA

Sulsel Tuan Rumah IIFS 2026, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk Daerah Tembus Pasar Global

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Senin, 2 November 2026 - 23:47 WITA

Perumda Terminal Berubah Jadi PT Makassar Membangun Indonesia, Pemkot Bidik Investasi Lebih Luas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:57 WITA

Limbah Diduga Cemari Lingkungan, LAM Sulsel Siapkan Aksi Boikot Mayora Group dan PT Bogarasa

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:25 WITA

Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Dukung Pengembangan Usaha Lokal untuk Mendorong Ekonomi Makassar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:20 WITA

Bone Memanggil Pulang: Dari Usaha Besar di Papua, Rahmat Hidayat Rintis Industri Kelapa di Tanah Kelahiran

Berita Terbaru