Gara-gara ini, Pria di Makassar Adu Mulut dengan Warga Sampai Tunjuk dan Lontarkan Bahasa Tak Senonoh
Dnid.co.id, Makassar – Beredar video seorang pria menggunakan baju batik, sepatu hitam adu cekcok dengan beberapa warga di Jalan Al Markas 2 Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Cekcok antara warga dengan pria itu bermula karena persoalan sebidang tanah. Hal itu tampak terlihat dari video yang beredar.
Dalam video tersebut, pria itu membawa berkas kemudian tablet dan beberapa kali memperlihatkan semacam peta kepada warga.
Pria dalam video tersebut, ternyata berinisial K. Tampak terlihat arogan dan juga mengeluarkan bahasa tak senonoh terhadap seseorang yang tak lain adalah warga Kelurahan Lembo.
“Ku telanjai di sini,” ucap K saat bertemu dengan warga sekitar.
Ucapan itu memancing warga yang mayoritas ibu rumah tangga itu. Para warga itu langsung jangan mentang-mentang orang berduit.
“Siapa yang kau telanjai di sini, kamu itu orang berpendidikan,” balas salah satu warga setempat.
K menyampaikan maksud kedatangannya, yakni ingin kepada warga bahwa ia ingin menimbun tanah yang ia beli dari seorang pria bernama Ali Sarro dan adik Farid.
Kemudian warga disitu bereaksi tanah yang mana mau di timbun. Karena tak terima dengan ucapan warga, akhirnya K terluap emosi dan saling adu mulut dengan warga.
“Saya tahu semua, banyak oknum seperti di kelurahan, polisi, pertanahan dan lainnya,” cetusnya.
Selain itu, dia menyebut tanah itu cacat administrasi. Bahkan dia mengaku ada banyak oknum di kantor Lurah, kantor polisi, pertanahan. Dia juga menyalahkan pihak Pertanahan.
“Itu sertifikat nya cacat administrasi, banyak oknum bahkan ada salah di Pertanahan yakni mengukurnya,” ungkap pria yang katanya kerja di Samsat tersebut.
Sementara itu, para warga yang tak terima kemudian memperlihatkan bahwa tanah itu milik Sadiq dan sudah dilakukan pengukuran bahkan memiliki SHM.
“Ini sudah ada surat-suratnya dan sudah dilakukan pengukuran,” kata seorang warga saat berdebat sambil memperlihatkan surat tanah itu.
Bahkan warga meminta kepada pria KI melapor jika merasa benar.
Warga juga meminta K membuktikan siapa oknum bermain tersebut dalam ucapannya.
“Pergi ki melapor kalau merasa benar. Coba juga buktikan siapa oknum yang na sebut,” tambah warga.
Setelah mendengar kata melapor, tiba-tiba K dengan angkuh menunjuk seorang pria tua yang sedang menggendong cucunya.
Kenapa begitu, kurang ajar ini dan hendak mau memukul dan mengejar bapak tua yang tengah menggendong cucunya.
Sekadar diketahui, K ini diduga membeli tanah dari seorang pria yang bernama Ali Sarro dan adik Farid yang bukan milik secara hukum jelas.
Saat cekcok dengan warga KI juga mengaku dirinya mafia tanah di Makassar.
Terpisah K yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya tidak menyerobot tanah milik warga yang sudah memiliki. Dia bermaksud kesana mau bicara karena mau timbun tanahnya.
“Saya inikan bukan orang gila yang datang di kampung orang lalu mengambil hak orang lain. Saya tidak mungkin mengambilnya, ” cetus K saat dikonfirmasi.
Persyaratan untuk penertiban sertifikat itu harus pondasi sebagai “patto”. Karena pertanahan minta timbun dulu baru pondasi dan kemudian barulah bisa diukur.
“Sekarang posisinya yang ditimbun ada disebelahnya bukan tanahnya orang yang saya mau timbun bukan milik orang lain, jadi saya ada PBB ku, ada akte jual beli ku. Saya ini pembeli bukan saya punya tanah. Saya juga bukan perampok tanah seperti yang dituduhkan,” tegas dia.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Gara-gara ini, Pria di Makassar Adu Mulut dengan Warga Sampai Tunjuk dan Lontarkan Bahasa Tak Senonoh
KAMIS, 8 AGUSTUS 2024
Dnid.co.id, Makassar - Beredar video seorang pria menggunakan baju batik, sepatu hitam adu cekcok dengan beberapa warga di Jalan Al Markas 2 Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Cekcok antara warga dengan pria itu bermula karena persoalan sebidang tanah. Hal itu tampak terlihat dari video yang beredar.
Dalam video tersebut, pria itu membawa berkas kemudian tablet dan beberapa kali memperlihatkan semacam peta kepada warga.
Pria dalam video tersebut, ternyata berinisial K. Tampak terlihat arogan dan juga mengeluarkan bahasa tak senonoh terhadap seseorang yang tak lain adalah warga Kelurahan Lembo.
"Ku telanjai di sini," ucap K saat bertemu dengan warga sekitar.
Ucapan itu memancing warga yang mayoritas ibu rumah tangga itu. Para warga itu langsung jangan mentang-mentang orang berduit.
"Siapa yang kau telanjai di sini, kamu itu orang berpendidikan," balas salah satu warga setempat.
K menyampaikan maksud kedatangannya, yakni ingin kepada warga bahwa ia ingin menimbun tanah yang ia beli dari seorang pria bernama Ali Sarro dan adik Farid.
Kemudian warga disitu bereaksi tanah yang mana mau di timbun. Karena tak terima dengan ucapan warga, akhirnya K terluap emosi dan saling adu mulut dengan warga.
"Saya tahu semua, banyak oknum seperti di kelurahan, polisi, pertanahan dan lainnya," cetusnya.
Selain itu, dia menyebut tanah itu cacat administrasi. Bahkan dia mengaku ada banyak oknum di kantor Lurah, kantor polisi, pertanahan. Dia juga menyalahkan pihak Pertanahan.
"Itu sertifikat nya cacat administrasi, banyak oknum bahkan ada salah di Pertanahan yakni mengukurnya," ungkap pria yang katanya kerja di Samsat tersebut.
Sementara itu, para warga yang tak terima kemudian memperlihatkan bahwa tanah itu milik Sadiq dan sudah dilakukan pengukuran bahkan memiliki SHM.
"Ini sudah ada surat-suratnya dan sudah dilakukan pengukuran," kata seorang warga saat berdebat sambil memperlihatkan surat tanah itu.
Bahkan warga meminta kepada pria KI melapor jika merasa benar.
Warga juga meminta K membuktikan siapa oknum bermain tersebut dalam ucapannya.
"Pergi ki melapor kalau merasa benar. Coba juga buktikan siapa oknum yang na sebut," tambah warga.
Setelah mendengar kata melapor, tiba-tiba K dengan angkuh menunjuk seorang pria tua yang sedang menggendong cucunya.
Kenapa begitu, kurang ajar ini dan hendak mau memukul dan mengejar bapak tua yang tengah menggendong cucunya.
Sekadar diketahui, K ini diduga membeli tanah dari seorang pria yang bernama Ali Sarro dan adik Farid yang bukan milik secara hukum jelas.
Saat cekcok dengan warga KI juga mengaku dirinya mafia tanah di Makassar.
Terpisah K yang dikonfirmasi menjelaskan bahwa dirinya tidak menyerobot tanah milik warga yang sudah memiliki. Dia bermaksud kesana mau bicara karena mau timbun tanahnya.
"Saya inikan bukan orang gila yang datang di kampung orang lalu mengambil hak orang lain. Saya tidak mungkin mengambilnya, " cetus K saat dikonfirmasi.
Persyaratan untuk penertiban sertifikat itu harus pondasi sebagai "patto". Karena pertanahan minta timbun dulu baru pondasi dan kemudian barulah bisa diukur.
"Sekarang posisinya yang ditimbun ada disebelahnya bukan tanahnya orang yang saya mau timbun bukan milik orang lain, jadi saya ada PBB ku, ada akte jual beli ku. Saya ini pembeli bukan saya punya tanah. Saya juga bukan perampok tanah seperti yang dituduhkan," tegas dia.