Waspada Serangan Deman Berdarah Dengue “DBD” Dimusim Hujan

DNID Jakarta. Tak banyak orang punya risiko tinggi digigit nyamuk. Beberapa orang justru punya potensi digigit nyamuk yang lebih besar dibanding yang lain.

Musim penghujan merupakan waktunya bersiap untuk menghalau gigitan nyamuk, termasuk di antaranya nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).

Dalam beberapa waktu terakhir, kabar mengenai tingginya kasus DBD telah mewarnai berbagai pemberitaan. Sejumlah daerah tengah bejibaku mengatasi wabah DBD yang bisa muncul saban musim hujan.

Angka penyebaran penyakit DBD di tanah air terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Dilansir dari berbagai sumber, Minggu (22/12/24), berikut sederet tanda orang yang lebih berisiko terkena gigitan nyamuk, antara lain:

1. Punya golongan darah O dan AB

Nyatanya, nyamuk pilih-pilih mangsa. Hewan ini lebih suka pemilik golongan darah tertentu.

Penelitian menemukan bahwa nyamuk Macan Asia atau Aedes albopictus lebih menyukai orang dengan golongan darah tipe O. Sedangkan nyamuk rawa atau Anopheles gambiae suka dengan orang golongan darah tipe AB.

2. Sering mengembuskan napas

Nyamuk dapat merasakan karbon dioksida dari jarak jauh. Semakin banyak embusan napas, semakin menarik perhatian si nyamuk. Nyamuk dapat melihat manusia dari jarak 5 hingga 15 meter, sehingga mudah bagi mereka menemukan keberadaan manusia.

Jika Anda termasuk orang yang punya badan besar dan embusan napas yang lebih banyak, besar kemungkinan untuk lebih sering terkena gigitan nyamuk.

3. Tubuh yang panas

Nyamuk betina juga tertarik pada orang yang punya suhu tubuh panas. Mereka akan gesit mencari sumber panas dan menghinggapinya.

Hal ini sering terjadi jika Anda berolahraga di luar ruangan dan keluar pada hari yang panas.

4. Tubuh berkeringat

Nyamuk punya banyak keahlian. Salah satunya bisa mengendus keringat manusia. Mereka tertarik pada asam laktat, amonia, dan senyawa lainnya yang ada pada keringat manusia.

5. Tubuh dengan bakteri tertentu

Sejumlah bakteri secara alami hidup di kulit manusia. Bakteri ini menciptakan aroma yang khas saat bercampur dengan keringat.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah bakteri pada kulit seseorang jadi penentu seberapa banyak gigitan nyamuk yang mereka dapatkan.

Nyamuk lebih suka hinggap pada pergelangan kaki dan telapak kaki. Area tersebut adalah area yang cocok untuk pertumbuhan bakteri.

6. Ibu hamil

Ternyata kehamilan menarik beberapa spesies nyamuk. Sebuah penelitian di Afrika pada tahun 2000 menemukan bahwa nyamuk dua kali lebih banyak tertarik pada ibu hamil dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Peneliti percaya, hal ini terjadi karena ibu hamil biasanya mengembuskan napas 21 persen lebih banyak daripada orang yang tidak hamil.

Kondisi tubuh ibu hamil, khususnya bagian perut, juga satu derajat lebih hangat daripada orang yang tidak hamil.

7. Memakai pakaian gelap

Jika Anda memenuhi semua tanda di atas, jangan gunakan pakaian gelap. Faktanya, nyamuk lebih mudah melihat warna-warna gelap.

Pilih warna yang lebih lembut seperti pastel, krem, atau bahkan putih untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk.

Demikian beberapa tanda orang yang lebih berisiko digigit nyamuk. Singkirkan barang-barang tidak terpakai dan selalu bersihkan permukaan dari genangan air. Cara ini bisa membantu mencegah nyamuk berkembang biak

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 24 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Editor: Alfiano

Sumber Berita: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Perkuat Gizi Anak, Gubernur Sulsel Lepas Distribusi Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten/Kota
Direktur RSUD Jeneponto Pastikan IPAL Berfungsi Baik, Kapasitas Masih di Bawah Batas Maksimal
Diduga Langgar Lingkungan dan Over Kapasitas, Kadis DLH Bungkam Soal IPAL RSUD Latopas Jeneponto
RSUD Jeneponto Klarifikasi Sorotan IPAL, Sebut Kapasitas Pengolahan Limbah Masih Sesuai Standar
IPAL RSUD Latopas Jeneponto Disorot, Gedung Bertambah Sedangkan Kapasitas Pengolahan Limbah Belum Di-upgrade
Dugaan Keterlibatan Oknum TNI di Dapur Sekolah Rakyat Makassar, Perwira Inisial N Nyatakan Keberatan
Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros
RSUD Parit Malintang Resmi Berganti Nama Menjadi RSUD Muslim Kasim, Bupati Dorong Peningkatan Pelayanan dan Rekrutmen Dokter Profesional
Berita ini 91 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:38 WITA

Perkuat Gizi Anak, Gubernur Sulsel Lepas Distribusi Bantuan Susu untuk 24 Kabupaten/Kota

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WITA

Direktur RSUD Jeneponto Pastikan IPAL Berfungsi Baik, Kapasitas Masih di Bawah Batas Maksimal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12 WITA

Diduga Langgar Lingkungan dan Over Kapasitas, Kadis DLH Bungkam Soal IPAL RSUD Latopas Jeneponto

Rabu, 30 September 2026 - 15:45 WITA

RSUD Jeneponto Klarifikasi Sorotan IPAL, Sebut Kapasitas Pengolahan Limbah Masih Sesuai Standar

Selasa, 29 September 2026 - 11:14 WITA

IPAL RSUD Latopas Jeneponto Disorot, Gedung Bertambah Sedangkan Kapasitas Pengolahan Limbah Belum Di-upgrade

Kamis, 24 September 2026 - 22:19 WITA

Dugaan Keterlibatan Oknum TNI di Dapur Sekolah Rakyat Makassar, Perwira Inisial N Nyatakan Keberatan

Kamis, 24 September 2026 - 11:32 WITA

Dompet Dhuafa Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros

Rabu, 23 September 2026 - 20:22 WITA

RSUD Parit Malintang Resmi Berganti Nama Menjadi RSUD Muslim Kasim, Bupati Dorong Peningkatan Pelayanan dan Rekrutmen Dokter Profesional

Berita Terbaru

Serba-Serbi

Aspirasi Akan Kawal Aturan Turunan UU Pelindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:09 WITA

Sosial Politik

Ketua Umum Zulkifli Hasan Lantik Pengurus DPW dan DPD PAN se-Sulsel

Rabu, 7 Okt 2026 - 19:11 WITA