Terkait Korupsi PT Timah Rp 300 Triliun, Forum “Bangka Belitung Menggugat” Akan Gelar Audiensi

PANGKALPINANG,DNID.CO.ID — Elemen masyarakat yang tergabung dalam organisasi Forum “Bangka Belitung Menggugat” berencana menggelar audiensi dengan sejumlah stakeholder dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bangka Belitung pada Senin, 20 Januari 2024. Hal ini terungkap dari surat resmi yang ditandatangani Ketua Forum Subri dan Sekretaris Eddy Supriadi. Surat tersebut ditujukan kepada pimpinan DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Penjabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, serta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bangka Belitung, Kamis (16/1/2025).

Forum “Bangka Belitung Menggugat” menggelar audiensi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Bangka Belitung yang mana audiensi ini melibatkan Tokoh Masyarakat, Pegiat Lingkungan, Aktivis Anti Korupsi, LSM/Ormas, Advokat, dan Perwakilan Media.,hal tersebut diungkapkan oleh Subri dalam keterangan kepada jejaring Media KBO.

Forum tersebut akan menyampaikan aspirasi masyarakat Bangka Belitung kepada pemerintah daerah untuk diteruskan kepada pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Kami ingin membahas dampak dari vonis kasus korupsi di PT Timah yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp300 triliun. Ini tidak hanya persoalan kerugian negara, tetapi juga kerusakan lingkungan yang menyertainya,” ujar Subri saat ditemui di sebuah kedai kopi di Pangkalpinang.

Tujuan Audiensi

– Membahas dampak korupsi PT Timah yang merugikan negara Rp300 triliun

– Menuntut keadilan dan kesejahteraan masyarakat

– Mendorong perbaikan tata kelola sumber daya alam.

Tuntutan Masyarakat

– Menghukum pelaku korupsi seberat-beratnya

– Mengembalikan harta rampasan untuk pembangunan daerah

– Melindungi saksi ahli dari intimidasi

Dorongan Hukum dan Pemulihan Aset Negara

Eddy Supriadi, Sekretaris Forum, menambahkan bahwa mereka mendorong Kejaksaan Agung untuk mengajukan banding atas putusan yang dianggap terlalu ringan bagi terdakwa kasus korupsi.

Eddy juga menyoroti pernyataan Kejaksaan Agung terkait 2.000 perusahaan tambang yang diduga terlibat kejahatan lingkungan, terutama di Bangka Belitung.

“Kami mendukung langkah hukum Kejaksaan Agung. Selain dihukum sebagai pelaku korupsi, para terdakwa harus diproses sebagai perusak lingkungan hidup. Produksi pasir timah dari smelter-swasta bahkan melampaui PT Timah, yang menunjukkan ada tambang ilegal di kawasan terlarang sebagai penampung. Ironisnya, ada pihak yang justru membela para terdakwa,” sindir Eddy.

Forum ini juga menuntut agar semua harta rampasan, baik uang maupun aset, yang disita dalam kasus ini dikembalikan kepada masyarakat Bangka Belitung untuk pembangunan daerah.

“Pemulihan aset adalah bentuk keadilan yang harus ditegakkan. Kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak langsung dari kerugian ini mendapatkan manfaat nyata,” tegas Subri.

Peringatan terhadap Intimidasi Saksi Ahli

Angga, seorang advokat di Bangka Belitung, mengecam upaya kriminalisasi terhadap saksi ahli kasus ini, Bambang Hero.

Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk judicial harassment yang merusak integritas akademisi dalam memberikan keterangan ahli.

“Intimidasi terhadap saksi ahli adalah ancaman nyata terhadap penegakan hukum. Akademisi yang berani menyuarakan kebenaran harus dilindungi. Kami mendesak Presiden Prabowo untuk menghukum pelaku korupsi seberat-beratnya,” ujar Angga tegas.

Dukungan Mantan Gubernur

Dalam diskusi tersebut di kedai Kopi Kota Pangkalpinang, Rustam Effendi, mantan Gubernur Bangka Belitung, menyatakan dukungannya terhadap langkah Forum “Bangka Belitung Menggugat”.

Ia menilai aspirasi ini penting untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam, khususnya tambang timah, di Bangka Belitung.

“Saya mendukung perjuangan masyarakat untuk menuntut keadilan dan kesejahteraan. Aspirasi ini selaras dengan upaya membangun dan memajukan Provinsi Bangka Belitung,” kata Rustam.

Pesan untuk Pemerintah Pusat

Forum “Bangka Belitung Menggugat” berharap aspirasi yang mereka sampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Mereka menekankan bahwa perbaikan tata kelola tambang timah dan penegakan hukum yang tegas merupakan langkah penting untuk melindungi lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Langkah tegas ini diharapkan tidak hanya menjadi tonggak dalam pemberantasan korupsi, tetapi juga membangun sistem pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa Bangka Belitung memiliki potensi besar untuk maju. Dengan tata kelola yang baik, kerugian ini bisa diubah menjadi peluang pembangunan,” pungkas Subri.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Kamis, 16 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Zen

Editor: Redaksi DNID.CO.ID Babel

Sumber Berita: KBO BABEL

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Bupati Andi Asman Sulaiman Ukir Sejarah, Bone Beramal FC Juara Piala Gubernur Sulsel 2026
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air
Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Dua Bulan Menanti, Jenazah Warga Maros yang Meninggal di Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Senin, 21 September 2026 - 19:41 WITA

Kuda Jadi Kunci Penangkapan, Tiga Pelaku Curnak di Bone Diringkus Jatanras Polres Maros

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga

Senin, 21 Sep 2026 - 21:53 WITA