Breaking News

Radio Player

Loading...

Dugaan Intimidasi Kapolsek Tamalate Terekam di Ponsel, Pelapor: “Saya Nangis, Sakitnya Sampai ke Hati”

Kamis, 8 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Makassar, dnid.co.id — Dugaan intimidasi terhadap perempuan berusia 19 tahun, pelapor kasus percobaan pembakaran sepeda motor di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, kembali mencuat setelah ucapan Kapolsek Tamalate terekam dalam rekaman suara ponsel saat bertemu dengan pelapor.

Pelapor berinisial M (19) mengaku peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya mengurus administrasi di Polsek Tamalate. Dalam pertemuan itu, Kapolsek disebut menegur dan menyalahkan pelapor atas pemberitaan media yang mengangkat kasusnya. Teguran tersebut disampaikan dengan nada tinggi sembari menunjuk-nunjuk pelapor.

Dalam rekaman suara ponsel tersebut, Kapolsek diduga menyudutkan pelapor karena kasusnya dijadikan bahan pemberitaan terdengar dengan nada suara yang ditinggikan.

ads

“Bahasanya jangan seperti itu, harusnya bahasanya saya lupa ambil (LP). Dosa itu, orang (polisi) sudah susah payah, kau memberikan penjelasan tidak benar,” ujarnya saat bertemu dengan M.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolsek kemudian meninggikan nada bicara saat menyinggung cara pelapor menyampaikan keterangan ke media.

“Bukan soal tidak tahu hukumnya, membahasakannya ke media itu harus jelas. Dia kan bahasanya ke media tidak dikasi bukti laporan,” katanya terdengar menaikkan nada suara.

“Padahal kan dikasi, tapi dia lupa ambil,” sambungnya dengan nada suara lebih tinggi lagi.

Sebelumnya, M juga mengaku mengalami perlakuan serupa saat bertemu langsung dengan Kapolsek Tamalate di lantai dua kantor polisi. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku dimarahi di depan umum sambil ditunjuk-tunjuk.

“Saya dimarahi di depan umum, ada pelapor lain di situ juga, banyak orang,” ungkapnya, Selasa (6/1/2026).

Ia mengaku sangat terpukul secara psikologis atas perlakuan tersebut.

“Sampai di hati sakitnya. Kenapa begini polisi, padahal seharusnya dia yang memberikan contoh yang baik. Padahal bisa dibicarakan secara baik-baik,” ucapnya.

Bahkan, M mengaku tidak kuasa menahan tangis akibat tekanan yang diterimanya.

“Saya sampai menangis. Orang tua saya saja tidak pernah marah seperti itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Tamalate Kompol Tamrin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, mengakui sempat bertemu dengan pelapor saat M datang ke kantor polisi untuk mengurus surat pinjam pakai barang bukti.

Namun demikian, Kompol Tamrin membantah keras tudingan adanya intimidasi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan pelayanan secara baik dan profesional.

“Tidak benarlah, kita layani baik-baik. Nada bicara itu kan seperti saya bicara sama kau yah seperti ini. Saya orang Sidrap, saya orang Wajo yah begini, saya bukan orang Bone. Jadi ini hanya persoalan penafsiran,” bantahnya, Selasa (6/1/2025).

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi telah berupaya meminta tanggapan Kapolsek Tamalate terkait rekaman suara tersebut. Namun, yang bersangkutan belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi yang disampaikan.

Simpan Gambar:

Penulis : Dito

Editor : Redaksi Sulawesi Selatan

Sumber Berita : Rekaman Suara, Pelapor, dan Kapolsek

Penanggung Jawab : Ir. Herman Maddaung

Berita Terkait

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Thorcon Power Perkuat Kepedulian Sosial untuk Warga Lubuk Besar
Miris! Tanpa Visum, Petani di Jeneponto Jadi Tersangka Usai Dituduh Cabuli Nenek 70 Tahun, Kinerja Penyidik Polres Disorot
Nelayan Lansia Mentok Hilang di Laut, Basarnas Berpacu dengan Cuaca Buruk
PLTN ThorCon Masih Wacana, Warga Perlang Minta Opini Publik Tak Digiring
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola, Tuai Kritik Tajam Pemuda Mahasiswa Bulukumba
Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan
Tak Kapok, Dua Remaja Pelaku Curanmor Lintas Kecamatan Diringkus Resmob Polres Bulukumba
Demi Bantu Warga, Anggota Brimob Rogoh Kantong Sendiri Bangun Jembatan Penghubung Dua Dusun di Barru
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:31 WITA

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Thorcon Power Perkuat Kepedulian Sosial untuk Warga Lubuk Besar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:07 WITA

Miris! Tanpa Visum, Petani di Jeneponto Jadi Tersangka Usai Dituduh Cabuli Nenek 70 Tahun, Kinerja Penyidik Polres Disorot

Sabtu, 10 Januari 2026 - 11:46 WITA

Nelayan Lansia Mentok Hilang di Laut, Basarnas Berpacu dengan Cuaca Buruk

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:15 WITA

PLTN ThorCon Masih Wacana, Warga Perlang Minta Opini Publik Tak Digiring

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:20 WITA

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lapangan Sepak Bola, Tuai Kritik Tajam Pemuda Mahasiswa Bulukumba

Kamis, 8 Januari 2026 - 18:38 WITA

Dugaan Intimidasi Kapolsek Tamalate Terekam di Ponsel, Pelapor: “Saya Nangis, Sakitnya Sampai ke Hati”

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:42 WITA

Panen Jagung Perdana 2026 di Bantaeng, Kapolda Sulsel Tegaskan Polri Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:16 WITA

Tak Kapok, Dua Remaja Pelaku Curanmor Lintas Kecamatan Diringkus Resmob Polres Bulukumba

Berita Terbaru