Pedagang Es Gabus Jadi Korban Tuduhan Tak Berdasar, Luka Gores di Pipi dan Memar di Bahu
Depok, DNID.co.id —Suderajat (49), seorang pedagang es gabus, menjadi korban tuduhan tak berdasar yang membuatnya terluka. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di tempat dagangnya.
Suderajat menuturkan, ia dituduh menggunakan bahan spons dalam produk dagangannya, namun ia telah berupaya menjelaskan bahwa es gabus yang dijualnya merupakan produk murni buatan pabrik rumahan di Depok. “Saya sudah jelaskan berkali-kali bahwa es gabus saya tidak menggunakan spons, tapi tidak ada yang mau mendengarkan,” kata Suderajat.
Namun, penjelasan Suderajat tidak dihiraukan, dan ia justru menerima lemparan es gabus hingga menyebabkan luka gores di pipi dan memar di bagian bahu. “Saya tidak tahu apa yang salah, saya hanya ingin berjualan dengan jujur,” tambah Suderajat.
Usai kejadian, Suderajat pulang ke rumah dengan membawa barang dagangannya yang telah rusak. Ia merasa sangat sedih dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. “Saya hanya ingin minta keadilan, saya tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi pada pedagang lain,” kata Suderajat.
Suderajat berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada rumor dan tuduhan tak berdasar. “Saya hanya ingin berjualan dengan jujur, tidak ada yang salah dengan itu,” tutup Suderajat.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
Pedagang Es Gabus Jadi Korban Tuduhan Tak Berdasar, Luka Gores di Pipi dan Memar di Bahu
RABU, 28 JANUARI 2026
Depok, DNID.co.id --Suderajat (49), seorang pedagang es gabus, menjadi korban tuduhan tak berdasar yang membuatnya terluka. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di tempat dagangnya.
Suderajat menuturkan, ia dituduh menggunakan bahan spons dalam produk dagangannya, namun ia telah berupaya menjelaskan bahwa es gabus yang dijualnya merupakan produk murni buatan pabrik rumahan di Depok. "Saya sudah jelaskan berkali-kali bahwa es gabus saya tidak menggunakan spons, tapi tidak ada yang mau mendengarkan," kata Suderajat.
Namun, penjelasan Suderajat tidak dihiraukan, dan ia justru menerima lemparan es gabus hingga menyebabkan luka gores di pipi dan memar di bagian bahu. "Saya tidak tahu apa yang salah, saya hanya ingin berjualan dengan jujur," tambah Suderajat.
Usai kejadian, Suderajat pulang ke rumah dengan membawa barang dagangannya yang telah rusak. Ia merasa sangat sedih dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. "Saya hanya ingin minta keadilan, saya tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi pada pedagang lain," kata Suderajat.
Suderajat berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada rumor dan tuduhan tak berdasar. "Saya hanya ingin berjualan dengan jujur, tidak ada yang salah dengan itu," tutup Suderajat.