Kolang-kaling Bukan Sumber Utama Kalsium, Begini Cara Konsumsi yang Tepat

Jakarta, DNID.co.id — Khasiat kolang-kaling sering dikaitkan dengan kesehatan tulang. Namun, benarkah buah yang sering muncul dalam kolak ini benar-benar kaya gizi dan layak diandalkan sebagai sumber nutrisi harian?

 

Kolang-kaling dikenal memiliki tekstur yang kenyal. Rasanya yang ringan membuat kolang-kaling digemari berbagai kalangan. Namun, masih banyak yang belum memahami kandungan gizi dan cara konsumsi kolang-kaling yang tepat.

 

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata menjelaskan bahwa kolang-kaling memang memiliki sejumlah zat gizi yang bermanfaat, tetapi tidak bisa berdiri sendiri sebagai sumber nutrisi utama. Nilai kesehatan kolang-kaling sangat bergantung pada porsi dan cara pengolahannya.

 

Tak hanya itu, kolang-kaling mengandung beberapa mineral seperti kalsium, fosfor, kalium, zat besi, serta vitamin C yang berperan mendukung fungsi tubuh. Hal inilah yang membuat kolang-kaling dipercaya baik untuk kesehatan tulang.

 

Khasiat untuk kesehatan tulang didapat dari kandungan kalsium pada kolang-kaling. Dalam setiap 100 g kolang-kaling terdapat sekitar 91 miligram (mg) kalsium.

 

“Jadi jangan terlalu berharap banyak pada kalsium dari kolang-kaling ya,” ujar Johanes.

 

Tak hanya kalsium, kolang-kaling mengandung kalium yang berperan membantu menurunkan efek natrium terhadap tekanan darah. Asupan kalium dari buah dan sayuran diketahui dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

 

Kolang-kaling juga mengandung zat besi yang membantu pembentukan sel darah merah dan hemoglobin, sehingga berperan dalam mencegah anemia. Kandungan vitamin C dan kalsium di dalamnya turut mendukung proses pertumbuhan tulang.

 

Tak hanya itu, kolang-kaling mengandung antioksidan berupa senyawa fenolik. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme tubuh, yang jika berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.

 

Namun ia menekankan bahwa hasil ini tidak bisa disamakan dengan konsumsi kolang-kaling sehari-hari. Artinya, manfaat tersebut belum tentu muncul dari konsumsi kolang-kaling dalam bentuk makanan biasa.

 

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah cara pengolahan kolang-kaling. Buah ini umumnya dikonsumsi dalam kondisi manis, seperti kolak atau campuran es yang sering kali mengandung tambahan gula dan santan.

 

“Kita perlu memperhitungkan juga tambahan kalori dari bumbu yang dimakan bersama dengan kolang-kaling,” tuturnya.

 

Agar tetap sehat, kolang-kaling sebaiknya dikonsumsi dalam porsi wajar, dengan gula yang dibatasi, serta dilengkapi dengan sumber protein dan serat lain. Dengan cara ini, kolang-kaling dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tanpa mengurangi manfaat kesehatannya.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Selasa, 24 Februari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Andi

Editor: Hasriady

Sumber Berita: RDI - ATN

Penanggung Jawab: Andi AP

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit
Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor
Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal
Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien
LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar
Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:15 WITA

Diduga Oknum Polisi Aniaya Warga, Kepala Diinjak, Kemaluan Ditarik Hingga Masuk Rumah Sakit

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:28 WITA

Jadi Rapor Merah, Kepesertaan KB Vasektomi Pria di Bantaeng Masih Nol Akseptor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:56 WITA

Kejang-kejang Hingga Kritis, Dokter di RS Tadjuddin Baru Datang Setelah Korban Meninggal

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:35 WITA

Bocah 4 Tahun Diduga Kejang Usai Diberi Obat Perawat RSUP Tadjuddin Makassar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WITA

Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:24 WITA

Tumpukan Sampah di RSUD Lanto Daeng Pasewang Bau Menyengat Ganggu Kenyamanan Pasien

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:47 WITA

LBH Tombak Keadilan Desak Pemerintah Segera Atasi Memburuknya Polusi Udara di Makassar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:02 WITA

Diduga Ada Kongkalikong Tender Rehab Lontara 6 RSUD Jeneponto, Penawaran Terendah Justru Kalah

Berita Terbaru