Polisi Dalami Penyebab Kematian korban, Warga Diminta Tidak Berspekulasi Liar

BANGKA BARAT ,Dnid.co.id — Warga Dusun Simpang Bulin, Desa Air Bulin, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok pria dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit, Kamis (11/6/2026) sekitar pukul 10.10 WIB. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban yang ditemukan di lokasi tersebut.

Korban diketahui bernama Yana Mulyana (33), warga Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah pertama kali ditemukan oleh pemilik kebun sawit yang hendak melakukan aktivitas rutin di lahannya. Temuan itu sontak mengundang perhatian warga dan segera dilaporkan kepada aparat kepolisian.

Menerima laporan tersebut, personel Polsek Kelapa bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Bangka Barat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi korban, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan.

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha melalui Kasi Humas Polres Bangka Barat IPDA Yos menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan seluruh kemungkinan terkait penyebab kematian korban sedang didalami.

“Setelah menerima informasi dari warga, personel Polsek Kelapa bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Bangka Barat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, identifikasi, dan mengumpulkan keterangan para saksi,” kata Yos.

Selain mengamankan lokasi penemuan, petugas juga melakukan pendataan terhadap sejumlah barang yang ditemukan di sekitar korban. Polisi turut berkoordinasi dengan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah untuk mencari petunjuk yang dapat mengungkap penyebab kematian pria tersebut.

Meski identitas korban telah diketahui, polisi belum dapat menyimpulkan apakah kematian Yana disebabkan oleh faktor tertentu atau ada unsur lain yang melatarbelakangi peristiwa itu. Sejumlah saksi masih dimintai keterangan, sementara hasil pemeriksaan medis menjadi salah satu fokus penting dalam proses penyelidikan.

“Kami masih mengumpulkan informasi dan keterangan dari berbagai pihak serta menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Masyarakat diimbau tidak berspekulasi dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” ujar Yos.

Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke ruang pemulasaran RSUD Sejiran Setason untuk menjalani proses lanjutan sekaligus menunggu koordinasi dengan pihak keluarga. Polisi memastikan seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Penemuan jenazah di tengah hamparan kebun sawit tersebut menyisakan tanda tanya besar terkait bagaimana korban bisa berada di lokasi hingga akhirnya ditemukan tidak bernyawa. Untuk menjawab misteri itu, penyidik masih terus menelusuri berbagai petunjuk dan keterangan yang diperoleh di lapangan guna mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Yana Mulyana.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Jumat, 12 Juni 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: BAHTERA

Editor: REDAKSI BABEL

Sumber Berita: HUMAS POLRES BANGKA BARAT

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kabut Asap Menyelimuti Padang Pariaman, Pemkab Bagikan Lebih dari 50 Ribu Masker dan Tiadakan Car Free Day
Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut
Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang, SPBU Kurau Disorot Warga
Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai
Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan
Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot
Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 01:13 WITA

Kabut Asap Menyelimuti Padang Pariaman, Pemkab Bagikan Lebih dari 50 Ribu Masker dan Tiadakan Car Free Day

Senin, 21 September 2026 - 22:16 WITA

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 September 2026 - 22:01 WITA

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 September 2026 - 20:50 WITA

Nama RN Kampak Mencuat, Ross Mild Clik Diduga Beredar dengan Pita Cukai Tak Sesuai

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WITA

Peredaran Rokok Layer Clik Melon Disorot, Jalur Pasokan dan Pita Cukai Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026 - 18:51 WITA

Rokok Ross Mild Clik Beredar di Pangkalpinang, Dugaan Pita Cukai Tak Sesuai Disorot

Minggu, 20 September 2026 - 11:56 WITA

Polisi Buru Koordinator Lapangan Setelah Delapan Ton Pasir Timah Ilegal Digagalkan

Minggu, 20 September 2026 - 04:27 WITA

Lima Bulan Mengalami Kekeringan, Warga Makassar Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Berita Terbaru

Ekonomi Bisnis

Rokok Faz Diduga Gunakan Pita Cukai Bermasalah, Dua Gudang Disorot

Senin, 21 Sep 2026 - 22:16 WITA

Ekonomi Bisnis

Dugaan BBM Subsidi Diisi Berulang di SPBU Kurau, Warga Minta APH Usut

Senin, 21 Sep 2026 - 22:01 WITA