Polda Babel Bagikan Bendera, Kobarkan Nasionalisme dan Disiplin Lalu Lintas
Pangkalpinang,Dnid.Co.Id — Jalanan Kota Pangkalpinang berubah menjadi panggung nasionalisme saat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung membagikan ratusan bendera Merah Putih kepada para pengendara di simpang lampu merah Air Itam, Jumat pagi (8/8/2025).
Aksi ini merupakan bagian dari kampanye bertajuk “Polantas Menyapa”, sebuah gebrakan unik menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hanya membagikan, petugas juga memasang langsung bendera kecil di kendaraan para pengguna jalan — mulai dari mobil pribadi hingga motor pekerja harian.
“Bagi-bagi bendera ini kita laksanakan dalam rangka menyambut 17 Agustus, hari kemerdekaan Negara kita Indonesia,” ujar Dirlantas Polda Babel, Kombes Pol Pringadhi Supardjan, di lokasi kegiatan.
Nasionalisme Dipasang di Spion, Ditanam di Hati
Tak sekadar simbolik, bendera yang dibagikan turut menjadi alat edukasi dan pengingat agar masyarakat kembali memupuk cinta tanah air dan disiplin berlalu lintas.
“Kami juga izin memasangkan langsung di kendaraan masyarakat. Supaya ini juga semakin menumbuhkan rasa nasionalisme kita untuk NKRI,” jelas Kombes Pringadhi.
Dirlantas juga menyisipkan pesan keselamatan saat membagikan bendera. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya soal kibarkan bendera, tetapi juga taat aturan — termasuk dalam berlalu lintas.
“Sekalian juga, kami sampaikan himbauan keselamatan lalu lintas. Terutama mengingatkan untuk selalu memakai helm, pastikan semua siap — baik pengendaranya maupun kendaraannya,” tegasnya.
Gerakan Serempak hingga ke Pelosok Wilayah
Aksi ini tak hanya digelar di Pangkalpinang. Kombes Pringadhi menyebut, seluruh Sat Lantas Polres jajaran di wilayah Bangka Belitung turut melakukan kegiatan serupa secara serempak di titik-titik strategis.
“Kami ingin jadikan HUT ke-80 RI ini sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan dan juga kesadaran tertib lalu lintas,” ucapnya penuh semangat.
Dengan sorotan matahari menyinari bendera-bendera kecil yang terpasang di kendaraan, nuansa kemerdekaan begitu terasa di tengah hiruk pikuk lampu merah Air Itam. Wajah-wajah pengendara yang semula lesu, seketika berubah menjadi sumringah saat menerima bendera dari tangan para polisi berseragam.
Keteladanan Polri: Simbol, Tindakan, dan Ajakan
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga menginspirasi. Lewat pendekatan humanis, mereka tidak sekadar menjalankan fungsi keamanan, tapi juga memperkuat identitas nasional di ruang publik.
“Kita butuh lebih dari sekadar seremoni. Kita butuh kedekatan,” ungkap salah satu warga bernama Reza, pengendara motor yang turut menerima bendera. “Kalau polisi dekat dan santun seperti ini, rakyat pasti lebih nurut.”
Penutup: Kecil di Tangan, Besar di Makna
Ratusan bendera kecil yang dibagikan pagi itu mungkin tampak sederhana. Tapi dalam konteks kebangsaan, ia adalah paku pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar angka ulang tahun — ia adalah komitmen yang harus dijaga, bahkan di tengah kemacetan.
Melalui gerakan “Polantas Menyapa”, Ditlantas Polda Babel telah mengubah simpang jalan menjadi simpang makna: antara disiplin dan nasionalisme, antara aturan dan rasa memiliki bangsa ini.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Polda Babel Bagikan Bendera, Kobarkan Nasionalisme dan Disiplin Lalu Lintas
JUMAT, 8 AGUSTUS 2025
Pangkalpinang,Dnid.Co.Id — Jalanan Kota Pangkalpinang berubah menjadi panggung nasionalisme saat Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Bangka Belitung membagikan ratusan bendera Merah Putih kepada para pengendara di simpang lampu merah Air Itam, Jumat pagi (8/8/2025).
Aksi ini merupakan bagian dari kampanye bertajuk "Polantas Menyapa", sebuah gebrakan unik menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak hanya membagikan, petugas juga memasang langsung bendera kecil di kendaraan para pengguna jalan — mulai dari mobil pribadi hingga motor pekerja harian.
“Bagi-bagi bendera ini kita laksanakan dalam rangka menyambut 17 Agustus, hari kemerdekaan Negara kita Indonesia,” ujar Dirlantas Polda Babel, Kombes Pol Pringadhi Supardjan, di lokasi kegiatan.
Nasionalisme Dipasang di Spion, Ditanam di Hati
Tak sekadar simbolik, bendera yang dibagikan turut menjadi alat edukasi dan pengingat agar masyarakat kembali memupuk cinta tanah air dan disiplin berlalu lintas.
“Kami juga izin memasangkan langsung di kendaraan masyarakat. Supaya ini juga semakin menumbuhkan rasa nasionalisme kita untuk NKRI,” jelas Kombes Pringadhi.
Dirlantas juga menyisipkan pesan keselamatan saat membagikan bendera. Menurutnya, nasionalisme bukan hanya soal kibarkan bendera, tetapi juga taat aturan — termasuk dalam berlalu lintas.
“Sekalian juga, kami sampaikan himbauan keselamatan lalu lintas. Terutama mengingatkan untuk selalu memakai helm, pastikan semua siap — baik pengendaranya maupun kendaraannya,” tegasnya.
Gerakan Serempak hingga ke Pelosok Wilayah
Aksi ini tak hanya digelar di Pangkalpinang. Kombes Pringadhi menyebut, seluruh Sat Lantas Polres jajaran di wilayah Bangka Belitung turut melakukan kegiatan serupa secara serempak di titik-titik strategis.
“Kami ingin jadikan HUT ke-80 RI ini sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat persatuan dan juga kesadaran tertib lalu lintas,” ucapnya penuh semangat.
Dengan sorotan matahari menyinari bendera-bendera kecil yang terpasang di kendaraan, nuansa kemerdekaan begitu terasa di tengah hiruk pikuk lampu merah Air Itam. Wajah-wajah pengendara yang semula lesu, seketika berubah menjadi sumringah saat menerima bendera dari tangan para polisi berseragam.
Keteladanan Polri: Simbol, Tindakan, dan Ajakan
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa Polri hadir bukan hanya untuk menindak, tapi juga menginspirasi. Lewat pendekatan humanis, mereka tidak sekadar menjalankan fungsi keamanan, tapi juga memperkuat identitas nasional di ruang publik.
“Kita butuh lebih dari sekadar seremoni. Kita butuh kedekatan,” ungkap salah satu warga bernama Reza, pengendara motor yang turut menerima bendera. “Kalau polisi dekat dan santun seperti ini, rakyat pasti lebih nurut.”
Penutup: Kecil di Tangan, Besar di Makna
Ratusan bendera kecil yang dibagikan pagi itu mungkin tampak sederhana. Tapi dalam konteks kebangsaan, ia adalah paku pengingat bahwa kemerdekaan bukan sekadar angka ulang tahun — ia adalah komitmen yang harus dijaga, bahkan di tengah kemacetan.
Melalui gerakan “Polantas Menyapa”, Ditlantas Polda Babel telah mengubah simpang jalan menjadi simpang makna: antara disiplin dan nasionalisme, antara aturan dan rasa memiliki bangsa ini.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.