Sebut Nakes Jadi Sapi Perah, LPK Sulsel Soroti Dugaan Pemotongan Dana BOK di Puskesmas Tarowang Jeneponto
Jeneponto,DNID.co.id – Dugaan praktik pungutan liar kembali menerpa institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kali ini, dugaan pemotongan anggaran mencuat pada pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 20 persen di Puskesmas Tarowang. Dugaan tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Sulsel, Hasan Anwar.
Hasan Anwar mengungkapkan bahwa dirinya menerima aduan langsung dari sejumlah tenaga kesehatan yang mengeluhkan kebijakan sepihak dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Tarowang yang meminta potongan 20 persen dari setiap kegiatan program dana BOK.
“Ini lebih parah punglinya kapus, ada banyak Nakes di jadikan sapi perah,” ujar Hasan Anwar kepada wartawan di Jeneponto, Kamis (26/6/2026).
Mirisnya, dugaan Pemotongan Dana BOK ini mencuat di tengah kasus Dugaan Pungli program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini perkaranya masih bergulir di Kejaksaan Negeri Jeneponto.
Olehnya itu, ia menilai dugaan pungli dana BOK di Puskesmas Tarowang justru semakin mengkhawatirkan karena menargetkan potongan hingga 20 persen di setiap kegiatan program kerja.
“Ini pelanggaran luar biasa jika nakes di jadikan sapi perah dan tentunya mencederai Slogan Bahagia,” terangnya.
Atas dasar temuan dan aduan tersebut, ia pun meminta Bupati Jeneponto untuk segera mengevaluasi kinerja dan mencopot Plt Kapus Tarowang.
Selain Bupati, ia juga mendesak Kejaksaan Negeri Jeneponto agar tidak menutup mata dan segera mengusut tuntas indikasi kebocoran anggaran negara ini.
Di sisi lain, Plt. Kepala Puskesmas Tarowang, Rosmiati, membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepada dirinya.
Rosmiati menegaskan bahwa manajemen puskesmas tidak pernah melakukan pemotongan anggaran dana BOK sepeser pun.
“Tabe dek, tidak ada pungli 20 persen dana BOK, silahkan turun langsung ke puskesmas,” tulis Rosmiati melalui pesan whatsApp kepada wartawan.
Selain menepis adanya isu pemotongan manual, Rosmiati juga mengklarifikasi isu miring mengenai adanya aliran dana gelap yang masuk ke rekening pribadinya terkait dana program kesehatan tersebut.
“Tidak transferan ke saya dek,” tandasnya.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Sebut Nakes Jadi Sapi Perah, LPK SulselSoroti Dugaan Pemotongan Dana BOK di Puskesmas Tarowang Jeneponto
JUMAT, 26 JUNI 2026
Jeneponto,DNID.co.id - Dugaan praktik pungutan liar kembali menerpa institusi pelayanan kesehatan di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kali ini, dugaan pemotongan anggaran mencuat pada pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar 20 persen di Puskesmas Tarowang. Dugaan tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Sulsel, Hasan Anwar.
Hasan Anwar mengungkapkan bahwa dirinya menerima aduan langsung dari sejumlah tenaga kesehatan yang mengeluhkan kebijakan sepihak dari Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Tarowang yang meminta potongan 20 persen dari setiap kegiatan program dana BOK.
"Ini lebih parah punglinya kapus, ada banyak nakes di jadikan sapi perah," ujar Hasan Anwar kepada wartawan di Jeneponto, Kamis (26/6/2026).
Mirisnya, dugaan pemotongan dana BOK ini mencuat di tengah kasus dugaan pungli program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang saat ini perkaranya masih bergulir di Kejaksaan Negeri Jeneponto.
Olehnya itu, ia menilai dugaan pungli dana BOK di Puskesmas Tarowang justru semakin mengkhawatirkan karena menargetkan potongan hingga 20 persen di setiap kegiatan program kerja.
"Ini pelanggaran luar biasa jika nakes di jadikan sapi perah dan tentunya mencederai Slogan Bahagia," terangnya.
Atas dasar temuan dan aduan tersebut, ia pun meminta Bupati Jeneponto untuk segera mengevaluasi kinerja dan mencopot Plt Kapus Tarowang.
Selain Bupati, ia juga mendesak Kejaksaan Negeri Jeneponto agar tidak menutup mata dan segera mengusut tuntas indikasi kebocoran anggaran negara ini.
Di sisi lain, Plt. Kepala Puskesmas Tarowang, Rosmiati, membantah seluruh tudingan yang dialamatkan kepada dirinya.
Rosmiati menegaskan bahwa manajemen puskesmas tidak pernah melakukan pemotongan anggaran dana BOK sepeser pun.
"Tabe dek, tidak ada pungli 20 persen dana BOK, silahkan turun langsung ke puskesmas," tulis Rosmiati melalui pesan whatsApp kepada wartawan.
Selain menepis adanya isu pemotongan manual, Rosmiati juga mengklarifikasi isu miring mengenai adanya aliran dana gelap yang masuk ke rekening pribadinya terkait dana program kesehatan tersebut.