Bantah Tuduhan Aniaya Mertua, Oknum Anggota Polda Sulsel Justru Klaim Jadi Korban Pengeroyokan Berbekal Besi

Makassar,DNID.co.id  – Nama Resky Gabriel, anggota kepolisian yang bertugas di lingkungan Polda Sulawesi Selatan, menjadi sorotan usai dilaporkan diduga menganiaya ayah mertuanya. Kini, pria tersebut akhirnya angkat bicara dan membantah keras tuduhan itu,bahkan ia mengaku justru menjadi korban penganiayaan dalam peristiwa tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Resky secara terbuka kepada awak media, Rabu (29/7/2026), sebagai tanggapan atas pemberitaan yang berkembang belakangan ini. Ia menegaskan siap mempertanggungjawabkan seluruh keterangannya secara hukum.

“Saya pastikan berita tuduhan itu tidak benar. Segala hal yang saya sampaikan ini bisa saya buktikan dan saya pertanggungjawabkan di muka hukum. Saya pun siap menghadapi laporan yang dilayangkan mertua saya,” tegas Resky.

Kronologi Versi Resky

Menurut penuturannya, insiden bermula pada Jumat (24/7/2026) saat ia mendatangi rumah orang tuanya di kawasan Sudiang, Makassar. Sayangnya kedua orang tuanya diketahui sudah berangkat ke Manado. Resky kemudian beralih menuju rumah bibinya, Ratnaningsih, yang beralamat di BTN Pepabri Blok C3 Nomor 14.

Sekitar 30 menit kemudian, tiba-tiba datang rombongan ayah mertuanya, Adrian Mamusung, bersama ibu mertuanya Nurmi, istrinya Gabriella, serta adik iparnya Adriel.

“Bapak mertua saya diduga membawa besi hitam yang dibungkus plastik. Mereka masuk begitu saja tanpa izin pemilik rumah sambil berteriak keras: ‘Konspirasi apa kalian semua di sini?’,” ungkap Resky.

Saat itu Resky sedang duduk bersama bibi dan sepupunya, Celsi. Ia sempat mempertanyakan maksud kedatangan yang terasa tidak sopan tersebut, namun suasana seketika berubah menjadi ricuh.

Dipukul Besi hingga Kepala Berdarah

Resky mengaku dirinya menjadi sasaran kekerasan pertama kali. Kepalanya dipukul menggunakan besi sebanyak tiga kali hingga mengalami luka robek dan mengeluarkan darah. Ia menyatakan sama sekali tidak melawan, hanya berusaha menghindar demi keselamatan diri.

“Saya coba menghindar, tapi malah dilempari toples kaca dan teko minuman. Tubuh saya kembali dipukul menggunakan tumbler besi, serta ada serangan ke arah wajah dan leher,” tambahnya.

Tidak hanya mertuanya, Resky juga menuding istrinya ikut mendorong dan memukul bagian belakang tubuhnya, sementara ibu mertuanya mendorong wajahnya. Dalam keributan itu, mertuanya juga menuduh Resky tidak bertanggung jawab dan tidak menafkahi anak-anak.

Resky menjelaskan ia tetap memberikan nafkah setiap bulan lengkap dengan bukti transfer gaji dan remunerasi, namun menurutnya istrinya tidak mengakui hal itu di hadapan orang tuanya.

Berusaha Pergi Malah Ditahan

Saat Resky hendak meninggalkan lokasi untuk melapor ke pihak berwajib, ia mengklaim ayah mertuanya menahan dirinya dengan alasan menunggu pihak Propam.

“Saya jawab silakan panggil Propam kapan saja. Saya tidak takut, karena faktanya saya yang jadi korban—kepala saya sudah berdarah begini,” ucapnya.

Selain dirinya, sepupunya Celsi juga disebut ikut menjadi korban dan terkena pukulan di kepala. Seluruh peristiwa itu disaksikan oleh bibinya serta sejumlah warga sekitar. Tak lama kemudian, Resky menghubungi layanan darurat 110 untuk melaporkan kejadian tersebut, setelah itu keluarga mertuanya meninggalkan lokasi.

Personel Bhabinkamtibmas dan anggota Polsek setempat kemudian tiba untuk memeriksa tempat kejadian serta meminta keterangan awal.

Sudah Lapor dan Jalani Visum

Usai meninggalkan lokasi kejadian, Resky langsung membuat laporan resmi ke Polda Sulsel yang tercatat dengan nomor LP/B/835/VII/2026/SPKT Polda Sulawesi Selatan pada pukul 00.25 Wita.

Bersama sepupunya Celsi, Resky kemudian menjalani pemeriksaan visum di RS Bhayangkara Makassar dengan surat pengantar dari penyidik, tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.08 Wita.

Resky kembali menegaskan kesediaannya bertanggung jawab secara hukum atas semua pernyataannya ini.

“Jika ada keterangan saya yang bohong atau palsu, saya siap diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.”

Akses Bertemu Anak Diputus

Selain soal Kasus Dugaan Kekerasan ini, Resky juga menyampaikan kekecewaannya karena akses komunikasi serta pertemuan dengan kedua anaknya telah diputus oleh istrinya. Ia menyimpan bukti percakapan terkait hal ini, dan mengaku terakhir kali bertemu anak-anaknya saat perayaan Natal di gereja pada Desember 2025 lalu.

“Orang tua saya pun sudah lama tidak bisa bertemu kedua cucu kami. Semua jalan kami tutup begitu saja,” tutup Resky.

Saat ini kasus dugaan kekerasan tersebut, masih dalam tahap pemeriksaan pihak berwajib untuk mengungkap fakta sesungguhnya dari kedua belah pihak.
​

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Rabu, 29 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Adm

Editor: Kingzhie

Sumber Berita: Wawancara Narasumber

Penanggung Jawab: Ir. Herman Maddaung

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar
Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang
Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti
Berita ini 386 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Selasa, 3 November 2026 - 08:28 WITA

Curas di Samping Tol Makassar, Pelaku Diringkus Polrestabes Makassar

Senin, 2 November 2026 - 19:43 WITA

Antisipasi Bentrokan Kelompok, Polsek Manggala Amankan Pemuda Bawa Parang

Senin, 2 November 2026 - 19:26 WITA

Kawal Kasus Kematian Tahanan di Sel Polsek Kajang, Aliansi Mahasiswa Bulukumba Tegaskan Tidak Berhenti

Berita Terbaru