Kapolres Bangka Barat Ingatkan Personil Jaga Sikap Tampil Cepat,Humanis Demi Kepercayaan Masyarakat
BANGKA BARAT, DNID.co.id —Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan seluruh personel Polres Bangka Barat wajib menjaga sikap, tampang dan perilaku saat menjalankan tugas, karena polisi merupakan etalase yang mencerminkan wajah institusi Polri di tengah masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Helen saat memimpin apel jam pimpinan di Mapolres Bangka Barat, Selasa (14/9/2026). Apel tersebut diikuti pejabat utama (PJU) dan seluruh personel Polres Bangka Barat.
“Polisi itu merupakan etalase daripada masyarakat. Jadi kita harus menjaga sikap, tampang dan perilaku dalam melaksanakan tugas,” kata Helen.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting di tengah tuntutan terhadap kualitas pelayanan kepolisian. Menurut Helen, cara anggota bersikap ketika berhadapan langsung dengan masyarakat ikut menentukan bagaimana institusi Polri dipandang.
Karena itu, ia meminta seluruh personel tidak sekadar hadir menjalankan tugas, tetapi mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kerja kita harus cepat, tepat dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Helen menekankan bahwa kecepatan dalam bertindak tidak boleh mengorbankan ketepatan maupun pendekatan humanis. Setiap anggota harus mampu mengambil tindakan secara terukur, memahami situasi di lapangan, sekaligus tetap menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kepolisian tidak hanya diukur dari seberapa cepat anggota merespons persoalan, tetapi juga dari bagaimana proses pelayanan itu dilakukan.
Sikap, tutur kata, penampilan hingga perilaku personel menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari citra Polri. Karena itu, setiap anggota dituntut memahami bahwa tindakan individual di lapangan dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi secara keseluruhan.
Selain itu, Kapolres meminta seluruh personel membangun keyakinan dan kepercayaan terhadap masyarakat dalam melaksanakan tugas. Hubungan antara polisi dan masyarakat, kata dia, harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.
“Jadikan masyarakat sebagai bagian dari tugas kita. Kita hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani,” ujarnya.
Penekanan Kapolres tersebut berlaku bagi seluruh jajaran Polres Bangka Barat, baik PJU maupun anggota di lapangan. Nilai cepat, tepat dan humanis diminta tidak berhenti sebagai arahan dalam apel, tetapi diterapkan dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, pesan utama Helen bukan hanya soal disiplin penampilan dan perilaku personel, melainkan bagaimana setiap anggota mampu menjadi representasi Polri yang profesional sekaligus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang nyata.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Kapolres Bangka Barat Ingatkan Personil Jaga Sikap Tampil Cepat,Humanis Demi Kepercayaan Masyarakat
SENIN, 14 SEPTEMBER 2026
BANGKA BARAT, DNID.co.id —Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan seluruh personel Polres Bangka Barat wajib menjaga sikap, tampang dan perilaku saat menjalankan tugas, karena polisi merupakan etalase yang mencerminkan wajah institusi Polri di tengah masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Helen saat memimpin apel jam pimpinan di Mapolres Bangka Barat, Selasa (14/9/2026). Apel tersebut diikuti pejabat utama (PJU) dan seluruh personel Polres Bangka Barat.
“Polisi itu merupakan etalase daripada masyarakat. Jadi kita harus menjaga sikap, tampang dan perilaku dalam melaksanakan tugas,” kata Helen.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan penting di tengah tuntutan terhadap kualitas pelayanan kepolisian. Menurut Helen, cara anggota bersikap ketika berhadapan langsung dengan masyarakat ikut menentukan bagaimana institusi Polri dipandang.
Karena itu, ia meminta seluruh personel tidak sekadar hadir menjalankan tugas, tetapi mampu memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kerja kita harus cepat, tepat dan humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Helen menekankan bahwa kecepatan dalam bertindak tidak boleh mengorbankan ketepatan maupun pendekatan humanis. Setiap anggota harus mampu mengambil tindakan secara terukur, memahami situasi di lapangan, sekaligus tetap menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kepolisian tidak hanya diukur dari seberapa cepat anggota merespons persoalan, tetapi juga dari bagaimana proses pelayanan itu dilakukan.
Sikap, tutur kata, penampilan hingga perilaku personel menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari citra Polri. Karena itu, setiap anggota dituntut memahami bahwa tindakan individual di lapangan dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat kepada institusi secara keseluruhan.
Selain itu, Kapolres meminta seluruh personel membangun keyakinan dan kepercayaan terhadap masyarakat dalam melaksanakan tugas. Hubungan antara polisi dan masyarakat, kata dia, harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian.
“Jadikan masyarakat sebagai bagian dari tugas kita. Kita hadir untuk melindungi, mengayomi dan melayani,” ujarnya.
Penekanan Kapolres tersebut berlaku bagi seluruh jajaran Polres Bangka Barat, baik PJU maupun anggota di lapangan. Nilai cepat, tepat dan humanis diminta tidak berhenti sebagai arahan dalam apel, tetapi diterapkan dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, pesan utama Helen bukan hanya soal disiplin penampilan dan perilaku personel, melainkan bagaimana setiap anggota mampu menjadi representasi Polri yang profesional sekaligus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang nyata.