Proyektil di Tubuh Buah Hati: Menagih Janji Tanggung Jawab Kasus Peluru Nyasar SMPN 33 Gresik

JAKARTA,DNID.co.id – Harapan keluarga dua siswa korban peluru nyasar di Gresik untuk mendapatkan keadilan kini ibarat membentur tembok tebal. Setelah tiga bulan insiden berdarah di lingkungan SMPN 33 Gresik berlalu, keluarga korban akhirnya pecah suara dalam konferensi pers di KopiJal Coffee & Lounge, mengungkap drama di balik ruang operasi hingga dinginnya proses mediasi.

​Insiden yang terjadi pada 17 Desember 2025 itu bukan sekadar angka statistik kecelakaan latihan militer. Bagi keluarga korban, itu adalah hari di mana rasa aman di sekolah runtuh dalam sekejap.

​”Bukan Sekadar Maaf, Kami Butuh Kepastian”

​Meski seorang perwira berinisial S telah mengakui adanya latihan tembak di Lapangan Bumi Marinir Karangpilang saat kejadian, keluarga merasa pengakuan tersebut hanya menjadi “pemanis” di awal.

​Hingga Februari 2026, janji untuk bertanggung jawab secara kekeluargaan dianggap menguap. Pertemuan mediasi pada Januari lalu berakhir buntu. Keluarga mengaku belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan mendasar: Bagaimana jaminan kesehatan jangka panjang bagi anak-anak mereka yang kini hidup dengan trauma fisik dan psikis?

​Satu fakta mengejutkan terungkap dalam rilis tersebut. Saat korban bernama Darrell sedang berjuang antara hidup dan mati, proses operasinya disebut-sebut sempat tertunda karena perdebatan fasilitas.

​Lebih jauh lagi, keluarga mengklaim adanya upaya dari pihak tertentu untuk mengambil proyektil peluru yang berhasil diangkat dari tubuh korban.

​”Kami tolak. Itu bukan sekadar logam, itu barang bukti hukum,” tegas pihak keluarga. Mereka menyayangkan upaya tersebut dilakukan saat kondisi psikologis keluarga sedang terguncang hebat.

​Kecewa dengan respons oknum petugas di POMAL Koarmada V yang dinilai kurang empatik—bahkan sempat dituduh hanya mengejar kompensasi—keluarga korban kini “naik banding” ke level tertinggi.

​Surat permohonan perlindungan dan keadilan telah diterbangkan menuju:

​-Meja Presiden Republik Indonesia

​-Panglima TNI

​-Komnas HAM dan KPAI

​Kasus ini kini menjadi ujian bagi transparansi TNI di mata publik. KPAI dan LPSK telah memberikan sinyal untuk turun tangan, namun kuncinya tetap berada pada hasil investigasi internal kesatuan yang hingga kini masih sunyi dari rilis resmi.

​Dua anak yang menjadi korban bukan hanya menderita luka karena peluru, tetapi juga sedang “terluka” oleh proses birokrasi yang berbelit. Publik kini menunggu: apakah keadilan akan tegak, atau peluru nyasar ini akan kembali menguap seperti kasus-kasus serupa di masa lalu?

Simpan Gambar:

Kamis, 2 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Nur

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga
Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa
Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang
​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat
​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta
Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda
Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah
Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB
Berita ini 90 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WITA

Andi Akmal Sidak Proyek Sekolah Rakyat, Debu dan Lumpur Jadi Ancaman Serius Warga

Senin, 13 April 2026 - 21:23 WITA

Kerja Nyata Pendamping PKH Gowa, Pattallassang Dilirik Kemensos Jadi Kampung Sejahtera Pertama di Luar Jawa

Senin, 13 April 2026 - 20:40 WITA

Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 78 Hadirkan Program Inovatif di Rappang

Senin, 13 April 2026 - 20:18 WITA

​Transparansi Dana Umat, Pemkot Tangsel Siapkan Aplikasi Pantau Penyaluran Zakat

Senin, 13 April 2026 - 19:48 WITA

​KH Agus Muslim Nyatakan Siap Maju dalam Bursa Calon Ketua PWNU DKI Jakarta

Senin, 13 April 2026 - 16:34 WITA

Aksi Heroik Amankan Pembusur di Jalan, Polantas Maros Raih Penghargaan dari Kapolda

Minggu, 12 April 2026 - 15:14 WITA

Wabup Bantaeng Lepas Kafilah MTQ XXXIV Sulsel, Tekankan Sportivitas dan Jaga Nama Baik Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 14:40 WITA

Campak Melonjak di Sulsel, 169 Anak Positif dan 7 Daerah Berstatus KLB

Berita Terbaru

Peristiwa

Laporan Kosmetik HNK Menguap, Publik Curiga

Rabu, 15 Apr 2026 - 21:03 WITA