JPU Tuntut 13 Tahun Penjara Terhadap Terdakwa Pembunuhan Sopir Angkot di Bulukumba

Bulukumba,dnid.co.id – Pengadilan Negeri Bulukumba kembali menggelar sidang lanjutan Kasus Pembunuhan seorang sopir angkutan kota (angkot) dengan terdakwa Sukmawati, pada Senin (27/4/2026).

Sidang yang berlangsung di ruang utama pengadilan tersebut beragendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bulukumba.

Dalam persidangan, JPU Muh. Sahib, SH membacakan tuntutan terhadap terdakwa Sukmawati. Jaksa menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana didakwakan.

Berdasarkan fakta persidangan dan alat bukti yang dihadirkan, pihak Kejaksaan Negeri Bulukumba menuntut terdakwa dengan hukuman 13 tahun penjara.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Sukmawati dengan pidana penjara selama 13 tahun,” demikian tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim.

Jaksa juga mengungkapkan bahwa sejumlah barang bukti yang diajukan dalam persidangan semakin memperkuat unsur perbuatan terdakwa dalam menghilangkan nyawa korban.

Tuntutan tersebut didasarkan pada pasal yang mengatur tentang tindak pidana pembunuhan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim Pengadilan Negeri Bulukumba memberikan kesempatan kepada tim penasihat hukum terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang berikutnya.

Sementara itu, pihak keluarga korban yang diwakili oleh Daeng Maudu mengaku bersyukur atas tuntutan yang diajukan oleh jaksa.

“Kami bersyukur dengan tuntutan ini. Semoga keadilan benar-benar ditegakkan,” ujarnya usai persidangan.

Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak terdakwa sebelum nantinya majelis hakim menjatuhkan putusan akhir.

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Simpan Gambar:

Senin, 27 April 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penulis: Abhu

Editor: Redaksi

Sumber Berita: Wawancara, hasil sidang

Penanggung Jawab: Redaksi

Menghubungkan ke server...
Simpan Gambar:

Berita Terkait

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan
Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel
Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya
Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia
Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.
Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng
Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak
Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa
Berita ini 154 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:56 WITA

Kecelakaan Maut di Gowa, Ponakan Tewas, Paman Malah Jadi Tersangka Usai Tabrak Truk Parkir di Badan Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 18:17 WITA

Viral Pencurian Ponsel Terungkap, Polisi Dalami Dua Lokasi Kejahatan di Babel

Kamis, 5 November 2026 - 12:23 WITA

Geger! 2 Tahanan Kasus Narkoba dan PPA di Bulukumba Kabur dari Sel, Begini Modusnya

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WITA

Beredar Kabar Penangkapan Pelaku Pemerkosaan Adik Ipar di Bantaeng, Identitas Korban-Pelaku Masih Rahasia

Rabu, 4 November 2026 - 20:06 WITA

Modus Barcode Ganda dan Pelat Palsu Terungkap, Polisi Telusuri Jaringan Penyelewengan.

Rabu, 4 November 2026 - 18:44 WITA

Setelah Hak Jawab Dimuat, Fakta Baru Terbongkar: Perbaikan Retak Proyek Rp12,8 Miliar Taccipi-Tokaseng

Selasa, 3 November 2026 - 20:20 WITA

Influencer Hina Anak Kebutuhan Khusus, Orang Tua Penyandang ABK Minta Penegak Hukum Bertindak

Selasa, 3 November 2026 - 09:13 WITA

Geruduk Mayora Group, LAM Sulsel Soroti Dugaan Kejahatan Lingkungan, Manajemen Enggan Temui Massa

Berita Terbaru