Antisipasi Miras di Kalangan Remaja, Posyandu Remaja Kedungori Gandeng KKN UIN Walisongo Semarang
Demak,DNID.co.id — Posyandu Remaja Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menggelar kegiatan rutin sekaligus penyuluhan bertajuk “Remaja Cerdas Stop Minuman Keras” pada hari Selasa (4/8/2026) lalu.
Kegiatan tersebut, diikuti oleh 32 siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD),dilaksanakan di Posyandu Pos 3, tepatnya di rumah Ibu Wajinah, yang akrab disapa Ibu Carik yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Kedungori.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin posyandu remaja setempat yang turut didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 125, sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya paparan remaja terhadap perilaku minum minuman keras di lingkungan sekitar.
Penyuluhan ini digelar untuk memberikan edukasi dini kepada 32 siswa kelas 6 SD tersebut, mengingat usia mereka berada pada masa transisi menuju remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan minum-minuman keras yang banyak terjadi di sekitar tempat tinggal mereka.
Bidan Desa Kedungori, Surotun Zuliati, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa kondisi remaja di lingkungan SD tersebut menjadi salah satu alasan mendesak digelarnya penyuluhan ini.
“Kondisi remaja saat ini khususnya anak-anak SD kelas 6 yang masuk fase awal remaja sendiri ya masih banyak anak yang mendengar serta mengetahui sekitarnya minum minuman keras dan mabuk-mabukan,” ujar Zuliati.
Ia menambahkan, antusiasme siswa selama mengikuti penyuluhan cukup baik. Menurutnya, para siswa mampu menangkap materi yang disampaikan dan menunjukkan pemahaman terhadap bahaya minuman keras.
“Bisa paham materi dengan baik, menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh kakak KKN UIN Walisongo Posko 125,” ujarnya.
Zuliati berharap, kegiatan posyandu remaja tidak hanya berhenti pada satu kali penyuluhan, melainkan dapat diikuti secara rutin oleh para siswa, sekaligus menjadi wadah edukasi kesehatan di luar materi pelajaran sekolah.
“Harapannya supaya adik-adik bisa rutin mengikuti kegiatan posyandu itu yang pertama, lalu yang kedua adik-adik bisa mendapatkan materi selain dari pelajaran di sekolah, terutama edukasi tentang kesehatan remaja, di masa awal pubertas, serta tentang kebersihan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo Semarang Posko 125, Agastya Surya Perdana, mengatakan bahwa pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung upaya pencegahan perilaku menyimpang di kalangan remaja sejak dini.
“Kami sengaja menyasar siswa kelas 6 SD karena mereka akan segera memasuki fase remaja. Harapannya, bekal pengetahuan tentang bahaya minuman keras ini bisa jadi benteng awal sebelum mereka benar-benar terjun ke lingkungan pergaulan yang lebih luas,” kata Agastya.
Ia menyampaikan, pendampingan penyuluhan ini juga menjadi bagian dari program kerja Posko 125 yang berfokus pada bidang kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan remaja di Desa Kedungori.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga menjadi program berkelanjutan yang dijalankan bersama posyandu remaja dan pihak sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara bidan desa, kader Posyandu Remaja, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 125 dalam upaya pencegahan dini perilaku menyimpang di kalangan remaja Desa Kedungori. Ke depan, penyuluhan serupa direncanakan digelar secara berkala agar edukasi kesehatan remaja tetap berjalan meski masa KKN telah berakhir.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Antisipasi Miras di Kalangan Remaja, Posyandu Remaja Kedungori Gandeng KKN UIN Walisongo Semarang
KAMIS, 13 AGUSTUS 2026
Demak,DNID.co.id — Posyandu Remaja Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menggelar kegiatan rutin sekaligus penyuluhan bertajuk “Remaja Cerdas Stop Minuman Keras” pada hari Selasa (4/8/2026) lalu.
Kegiatan tersebut, diikuti oleh 32 siswa kelas 6 Sekolah Dasar (SD),dilaksanakan di Posyandu Pos 3, tepatnya di rumah Ibu Wajinah, yang akrab disapa Ibu Carik yang menjabat sebagai Sekretaris Desa Kedungori.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin posyandu remaja setempat yang turut didampingi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 125, sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya paparan remaja terhadap perilaku minum minuman keras di lingkungan sekitar.
Penyuluhan ini digelar untuk memberikan edukasi dini kepada 32 siswa kelas 6 SD tersebut, mengingat usia mereka berada pada masa transisi menuju remaja yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, termasuk kebiasaan minum-minuman keras yang banyak terjadi di sekitar tempat tinggal mereka.
Bidan Desa Kedungori, Surotun Zuliati, S.Tr.Keb, menjelaskan bahwa kondisi remaja di lingkungan SD tersebut menjadi salah satu alasan mendesak digelarnya penyuluhan ini.
“Kondisi remaja saat ini khususnya anak-anak SD kelas 6 yang masuk fase awal remaja sendiri ya masih banyak anak yang mendengar serta mengetahui sekitarnya minum minuman keras dan mabuk-mabukan,” ujar Zuliati.
Ia menambahkan, antusiasme siswa selama mengikuti penyuluhan cukup baik. Menurutnya, para siswa mampu menangkap materi yang disampaikan dan menunjukkan pemahaman terhadap bahaya minuman keras.
“Bisa paham materi dengan baik, menerapkan apa yang sudah disampaikan oleh kakak KKN UIN Walisongo Posko 125,” ujarnya.
Zuliati berharap, kegiatan posyandu remaja tidak hanya berhenti pada satu kali penyuluhan, melainkan dapat diikuti secara rutin oleh para siswa, sekaligus menjadi wadah edukasi kesehatan di luar materi pelajaran sekolah.
“Harapannya supaya adik-adik bisa rutin mengikuti kegiatan posyandu itu yang pertama, lalu yang kedua adik-adik bisa mendapatkan materi selain dari pelajaran di sekolah, terutama edukasi tentang kesehatan remaja, di masa awal pubertas, serta tentang kebersihan,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Desa (Kordes) KKN UIN Walisongo Semarang Posko 125, Agastya Surya Perdana, mengatakan bahwa pendampingan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung upaya pencegahan perilaku menyimpang di kalangan remaja sejak dini.
“Kami sengaja menyasar siswa kelas 6 SD karena mereka akan segera memasuki fase remaja. Harapannya, bekal pengetahuan tentang bahaya minuman keras ini bisa jadi benteng awal sebelum mereka benar-benar terjun ke lingkungan pergaulan yang lebih luas,” kata Agastya.
Ia menyampaikan, pendampingan penyuluhan ini juga menjadi bagian dari program kerja Posko 125 yang berfokus pada bidang kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan remaja di Desa Kedungori.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya selama masa KKN berlangsung, tetapi juga menjadi program berkelanjutan yang dijalankan bersama posyandu remaja dan pihak sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara bidan desa, kader Posyandu Remaja, dan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 125 dalam upaya pencegahan dini perilaku menyimpang di kalangan remaja Desa Kedungori. Ke depan, penyuluhan serupa direncanakan digelar secara berkala agar edukasi kesehatan remaja tetap berjalan meski masa KKN telah berakhir.