Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
Kondisi tumpukan sampah di RSUD Latopas Jeneponto. (dok:Arief)
JENEPONTO, DNID.co.id – Jargon “Jangan Rantasa” yang selama ini digaungkan Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk mendorong kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, tumpukan sampah terlihat menggunung di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas), Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan DNID.co.id pada Rabu (21/10/2026) sore, sejumlah kantong sampah berwarna hitam tampak menumpuk di sekitar kontainer penampungan. Tumpukan tersebut juga dikerubungi lalat dan menimbulkan aroma tidak sedap yang dikeluhkan pengunjung, apalagi posisinya persis berada di samping kamar perawatan pasien.
Kondisi itu memunculkan keprihatinan, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang semestinya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bagi pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan. Situasi tersebut juga menjadi kontras dengan semangat “Jangan Rantasa” dan visi “Jeneponto Bahagia” yang mengedepankan lingkungan bersih dan sehat.
Seorang pengunjung yang mengaku sebagai keluarga pasien menyayangkan kondisi tersebut. Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah agar tumpukan sampah tidak terus mengganggu aktivitas di lingkungan rumah sakit.
“Bau sampah sangat menyengat, Pak. Kami berharap pihak rumah sakit lebih memperhatikan kebersihan,” ucapnya.
Ia menilai, kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Seorang petugas keamanan RSUD Latopas berinisial F mengatakan, tumpukan sampah tersebut telah terjadi selama sekitar dua hari terakhir. Ia menduga sampah belum diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Iye 2 harimi menumpuk, tidak tahu juga kenapa tidak na ambil lagi (petugas DLH),” ujar F.
Sementara itu, pihak manajemen RSUD Latopas menyebut pengangkutan sampah merupakan tanggung jawab DLH Jeneponto. Menurut manajemen, pengangkutan telah dijadwalkan pada hari-hari tertentu.
“Dinas lingkungan hidup yang angkut (terjadwal-red) Senin Rabu Jumat Minggu,” ucap pihak manajemen RSUD Latopas.
Salah seorang supervisor berinisial R yang ditemui di lokasi mengatakan, pihaknya sedang memantau kondisi tersebut untuk dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Iye ini saya ambil gambarnya untuk pelaporan dan koordinasi,” ucap R.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jeneponto, Suardi, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan terkait kendala pengangkutan hingga menyebabkan penumpukan sampah tersebut.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat penanganan agar sampah tidak terus menumpuk dan kebersihan lingkungan rumah sakit tetap terjaga. Koordinasi antara manajemen RSUD Latopas dan DLH juga diperlukan untuk memastikan pengangkutan sampah berjalan sesuai jadwal dan persoalan serupa tidak berulang.
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.
EDISI SPESIAL
Daily News Indonesia
Berita Harian Indonesia
WWW.DNID.CO.ID
Bau Menyengat dan Dikerubungi Lalat, Tumpukan Sampah Ganggu Kenyamanan di RSUD Jeneponto
RABU, 21 OKTOBER 2026
JENEPONTO, DNID.co.id – Jargon “Jangan Rantasa” yang selama ini digaungkan Pemerintah Kabupaten Jeneponto untuk mendorong kebersihan lingkungan kembali menjadi sorotan. Pasalnya, tumpukan sampah terlihat menggunung di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang (Latopas), Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan DNID.co.id pada Rabu (21/10/2026) sore, sejumlah kantong sampah berwarna hitam tampak menumpuk di sekitar kontainer penampungan. Tumpukan tersebut juga dikerubungi lalat dan menimbulkan aroma tidak sedap yang dikeluhkan pengunjung, apalagi posisinya persis berada di samping kamar perawatan pasien.
Kondisi itu memunculkan keprihatinan, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang semestinya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bagi pasien, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan. Situasi tersebut juga menjadi kontras dengan semangat “Jangan Rantasa” dan visi “Jeneponto Bahagia” yang mengedepankan lingkungan bersih dan sehat.
Seorang pengunjung yang mengaku sebagai keluarga pasien menyayangkan kondisi tersebut. Ia berharap pihak terkait segera mengambil langkah agar tumpukan sampah tidak terus mengganggu aktivitas di lingkungan rumah sakit.
“Bau sampah sangat menyengat, Pak. Kami berharap pihak rumah sakit lebih memperhatikan kebersihan,” ucapnya.
Ia menilai, kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Seorang petugas keamanan RSUD Latopas berinisial F mengatakan, tumpukan sampah tersebut telah terjadi selama sekitar dua hari terakhir. Ia menduga sampah belum diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Iye 2 harimi menumpuk, tidak tahu juga kenapa tidak na ambil lagi (petugas DLH),” ujar F.
Sementara itu, pihak manajemen RSUD Latopas menyebut pengangkutan sampah merupakan tanggung jawab DLH Jeneponto. Menurut manajemen, pengangkutan telah dijadwalkan pada hari-hari tertentu.
“Dinas lingkungan hidup yang angkut (terjadwal-red) Senin Rabu Jumat Minggu,” ucap pihak manajemen RSUD Latopas.
Salah seorang supervisor berinisial R yang ditemui di lokasi mengatakan, pihaknya sedang memantau kondisi tersebut untuk dilaporkan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Iye ini saya ambil gambarnya untuk pelaporan dan koordinasi,” ucap R.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jeneponto, Suardi, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi wartawan terkait kendala pengangkutan hingga menyebabkan penumpukan sampah tersebut.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat penanganan agar sampah tidak terus menumpuk dan kebersihan lingkungan rumah sakit tetap terjaga. Koordinasi antara manajemen RSUD Latopas dan DLH juga diperlukan untuk memastikan pengangkutan sampah berjalan sesuai jadwal dan persoalan serupa tidak berulang.